Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ini Amalan, Keistimewaan, Niat Puasa dan Doa Memasuki Bulan Rajab 2025

Falakhudin • Rabu, 1 Januari 2025 | 16:43 WIB
Freepik.
Freepik.

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Rajab adalah bulan ketujuh dalam Kalender Hijriyah dan termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Bulan ini memiliki sejarah dan keistimewaan yang berbeda dari bulan lainnya.

Salah satunya keistimewaan dari bulan Rajab adalah adanya peristiwa besar Isra Mikraj, di mana Rasulullah SAW menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT.

Rajab juga disebut sebagai bulan Allah SWT, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”

Sebagai bulan yang penuh berkah, Rajab menjadi momen penting bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah.

Salah satu ibadah yang dianjurkan adalah puasa Rajab.

Melalui puasa Rajab, umat Islam dapat menunjukkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah puasa Rajab 2025 jatuh pada tanggal berapa?

Untuk mengetahuinya, Anda dapat menelusuri informasinya lebih lanjut dalam artikel ini.

Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), bulan Rajab 2025 tepatnya tahun 1446 Hijriyah dimulai pada hari Senin, 1 Januari 2025 dan berakhir pada Kamis, 30 Januari 2025.

Hal ini menandakan bahwa umat Islam dapat melaksanakan puasa sunnah Rajab sepanjang bulan tersebut, sehingga Puasa Rajab 2025 jatuh pada tanggal 1 hingga 30 Januari 2025.

Menurut Udji Asiyah dalam bukunya Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab dan Sya’ban dijelaskan, tidak ada ketentuan khusus mengenai hari tertentu untuk melaksanakan puasa Rajab.

Umat Islam dapat berpuasa kapan saja selama bulan Rajab, kecuali pada hari-hari yang terlarang untuk berpuasa.

Sebagai tambahan, puasa Rajab juga dapat digabungkan dengan amalan sunnah lainnya, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh (puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah).

Dengan banyaknya waktu yang tersedia, bulan Rajab menjadi kesempatan yang baik untuk memperbanyak ibadah puasa sebagai bentuk kecintaan kepada Allah SWT.

Keistimewaan Bulan Rajab

Puasa Rajab sangat dianjurkan untuk dikerjakan karena bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram dalam Islam.

Mengutip dari sumber sebelumnya, Rajab disebut dengan bulan haram karena pada bulan-bulan ini, peperangan diharamkan.

Bahkan sudah dilarang sejak zaman Nabi Ibrahim AS.

Kehormatan bulan haram sangatlah besar, sehingga dosa-dosa yang dilakukan pada bulan ini lebih berat akibatnya.

Begitu pun sebaliknya, pahala dari amal saleh juga berlipat ganda.

Sebagaimana dijelaskan oleh Abdullah bin Abbas RA, Allah SWT menjadikan empat bulan haram ini sangat mulia dengan dosa yang lebih besar jika dilakukan di bulan-bulan tersebut dan balasan kebaikan yang lebih besar pula bagi amal saleh.

Abdullah bin Abbas RA berkata, “Allah mengkhususkan empat bulan yang dijadikannya sebagai bulan-bulan haram, kehormatannya sangat agung, dosa-dosa pada bulan tersebut lebih besar (dari bulan-bulan lainnya) dan Dia menjadikan amal saleh dan pahalanya (di bulan tersebut) juga lebih besar.”

Bulan Rajab menjadi momen yang tepat bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah seperti puasa, bersedekah, dan menjauhi maksiat.

Dengan memuliakan bulan Rajab melalui berbagai amalan saleh, seorang Muslim tidak hanya memperbaiki diri tetapi juga menunjukkan penghormatan kepada Allah SWT yang telah mengagungkan bulan ini.

Puasa Rajab pun menjadi salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan yang dapat membawa keberkahan dan meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT.

Niat Puasa Rajab 2025

Berikut adalah bacaan niat puasa Rajab 2025 lengkap dalam bahasa Arab, latin, dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَتْ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri rajaba sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat puasa bulan Rajab, sunnah karena Allah ta’ala.”

Keutamaan Mengerjakan Puasa Rajab

Puasa Rajab memiliki keutamaan yang luar biasa dalam ajaran Islam, salah satunya adalah janji kenikmatan surga yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa orang yang berpuasa pada bulan Rajab akan mendapatkan anugerah istimewa dari Allah SWT berupa hidangan surga.

Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya di surga ada suatu sungai yang bernama “Rajab”. Warnanya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis daripada madu.

Barangsiapa berpuasa satu hari pada bulan Rajab, akan diberi minum oleh Allah dari sungai itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keutamaan ini menjadi motivasi kuat bagi setiap Muslim untuk meningkatkan ibadahnya di bulan Rajab, termasuk dengan berpuasa.

Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, puasa ini juga menjadi jalan menuju kenikmatan yang tak terbayangkan di akhirat kelak.

Bagi kita yang mendambakan kehidupan penuh keberkahan dan kemuliaan di dunia maupun akhirat, melaksanakan puasa Rajab adalah langkah sederhana tapi penuh makna.

Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk memperbanyak amal ibadah, khususnya pada bulan Rajab di tahun 2025 mendatang.

Dari Anas bin Malik bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Barangsiapa berpuasa berpuasa tiga hari dari bulan-bulan Al-Hurum yaitu hari Kamis, Jum’at dan Sabtu maka dituliskan baginya ibadah 700 tahun.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ath-Thobrani dan Abu Nu’aim dan Al Baihaqi di Fadhoil Al Awqot dengan beberapa sanad yang beberapa darinya dengan lafaz ibadah 60 tahun sebagaiman dikutip oleh As-Sayuthi dalam Al Hawi.

Beliau mengatakan tentang hadis ini bahwa Al-Hafidz Ibn Hajar mengatakan: “Sanad hadis ini lebih baik dari status dhaif dan mendekati status hasan.”

Amalan Bulan Rajab

1. Menghidupkan Malam Pertama

Bulan Rajab Malam pertama bulan Rajab adalah salah satu malam yang mustajab bagi doa yang dipanjatkan umat muslim. 

Dalam kitab Al-Umm, Imam Syafi’i menyatakan:

وَ بَلَغنَا اَنَّهُ كَانَ يُقَالُ: اِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمسِ لَيَالٍ فِي لَيلَةِ الْجُمعَةِ، وَ لَيلَةِ الْاضْحَى، وَ لَيْلَةِ الْفِطْرِ، وَلَيلةٍ مِن رَجَب، وَ لَيلَةٍ النِّصفَ مَِن شَعبَان

“Sesungguhnya doa diijabah pada lima malam: malam jum’at, malam idul adha, malam idul fitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam pertengahan bulan Sya’ban.”

Baca Juga: Jadwal Majelis Az Zahir Bulan Desember 2024 Lengkap Sampai Malaysia hingga Taiwan

Karena keistimewaan yang tinggi, umat Islam disarankan untuk menghidupkan malam pertama bulan Rajab dengan memanjatkan doa dan melakukan amal baik seperti shalat sunnah dan berzikir sebanyak-banyaknya.

Dalam kitab Durratun Nasihin disebutkan: “Barang siapa menghidupkan malam pertama dari bulan Rajab, maka hatinya tidak mati dikala matinya hati orang lain.

Dan Allah mencurahkan kebaikan di atas kepalanya banyak-banyak, dan dia keluar dari dosa-dosanya seperti saat baru dilahirkan oleh ibunya, dan dia memberi syafaat kepada 70 ribu orang yang berdosa yang harusnya masuk neraka.” (Lubbul Albab, Maulana Tajul Arifin) (A’rojiyah).

2. Membaca Doa Ketika Masuk Bulan Rajab

Membaca doa ketika masuk bulan Rajab menjadi amalan pembuka yang sangat dianjurkan.

Membaca doa di malam 1 Rajab ini sudah lazim dilakukan oleh para ulama salaf terdahulu.

Ada pun amalan ini disandarkan pada pada sebuah hadits yang menerangkan tentang doa yang dibaca Rasulullah saat memasuki bulan Rajab.

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا دَخَلَ رَجَبُ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ.

“Sesungguhnya, Nabi SAW apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan’.” (HR. Bukhari).

Baca Juga: Mulai Januari 2025 Ada Penambahan 66 Persen Dua Pajak Baru Kendaraan Bermotor, Ini Penjelasan Lengkapnya

 

Sebagaimana hadits di atas, umat Islam dapat membaca doa berikut saat malam 1 Rajab:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allaahumma baariklanaa fii rajaba wa syakbaana wa ballighnaa ramadhaana.

“Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami di bulan Ramadhan.”

3. Memperbanyak Istighfar

Di bulan Rajab ini, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak bacaan istighfar.

Adapun bacaan istighfar bulan Rajab yang dapat dilafalkan yakni:

 

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ وَأَعُوْذُبِكَ مِن شَرِّمَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي

فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

Allaahumma anta rabbi, laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mastatha’tu, wa a’uudzubika min syarri maa shana’tu wa abu-u laka binikmatika ‘alayya wa abuu-u bidzambii faghfirlii fa-innahuu laa yanghfirudz dzunuba illaa anta.

Baca Juga: Pakar Psikologi Menilai Orang yang Jarang Posting Status di Medsos Memiliki Karakter Ini

Artinya: Ya Allah, Engkau-lah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu dan aku dalam genggaman Mu.

Aku dalam perjanjian-Mu (beriman dan taat) kepada-Mu sekadar kemampuan yang ada padaku. Aku berlindung kepada-Mu daripada kejahatan yang aku lakukan.

Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui dosaku.

Baca Juga: Hari Ibu Nasional Liburkah? Simak Sejarah, Ucapan, Makna Hari Ibu Nasional dan Penjelasannya

Karena itu, aku memohon ampunan-Mu, dan sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa seseorang, kecuali Engkau, ya Allah.

4. Dzikir

Amalan bulan Rajab lainnya yang sangat dianjurkan yakni memperbanyak dzikir.

Bahkan, terdapat bacaan dzikir yang dapat diamalkan pada 10 malam pertama, 10 malam ke dua, dan 10 malam terakhir bulan Rajab.

Nah, berikut ini bacaan dzikir bulan Rajab yang dapat diamalkan:

Bacaan Dzikir 1 sampai 10 Rajab

Selain memperbanyak istighfar di sepanjang bulan Rajab, juga terdapat dzikir yang diamalkan pada 10 hari pertama di bulan Rajab.

Dzikir ini dibaca sebanyak 100 kali.

Adapun bacaannya, yakni:

سُبْحَانَ اللَّهِ الْحَيُّ الْقَيُّمِ

Subhaanallaahil hayyul qayyuum

Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan Kelas 1, 2, 3 Berubah di 2025, Ini Tanggapan Menteri Kesehatan

 

Artinya: Maha Suci Allah yang hidup kekal dan terus menerus mengurus makhluk-Nya.

Bacaan Dzikir 11 sampai 20 Rajab

Bacaan dibawah ini dapat detikers amalkan ketika memasuki 10 hari kedua di bulan Rajab.

Dzikir ini dibaca sebanyak 100 kali.

سُبْحَانَ اللَّهِ الْأَحَدُ الصَّمَدِ

Subhaanallaahil ahadush shamad

Baca Juga: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Ikut Tren Gua Tunjukin Rumah Sudah Jadi, Ini Lirik Versi Nasionalnya

Artinya: Maha suci Allah yang Maha Esa, dan semua tergantung kepada-Nya

Bacaan Dzikir 21 sampai 30 Rajab

Selanjutnya adalah dzikir di 10 hari terakhir bulan Rajab.

Dzikir yang biasa atau lumrah dilakukan pada tanggal 21 sampai tanggal 30 pada bulan Rajab, yaitu:

سُبْحَانَ اللهِ الرَّؤُوْفِ

Subhaanallaahir ra-uuf

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Hari Ini Resmikan Fly Over Madukoro dan Berkunjung ke Akpol Semarang

Artinya: Maha suci Allah yang Maha Belas Kasih

Dzikir ini dibaca sebanyak 100 kali.

Setelah itu, dilanjutkan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 11 kali.

5. Bacaan pada Hari Jumat Terakhir Bulan Rajab

Baca Juga: Mengenal Sosok Profil Ustad Dr (HC) Adi Hidayat, Lc, MA

 

Amalan bulan Rajab selanjutnya memanjatkan membaca lafaz berikut ini di hari Jumat terakhir bulan Rajab:

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh.

Artinya: Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah.

Amalan ini dibaca sebanyak 35 kali saat khatib sedang di mimbar atau saat khutbah Jumat.

6. Puasa Rajab

Puasa sunnah menjadi salah satu amalan bulan Rajab yang sangat dianjurkan.

Ibnu Abbas berkata, “Nabi berpuasa (di bulan Rajab) sampai kami berkata, ‘Tampaknya beliau akan berpuasa (di bulan Rajab) seluruhnya.’ Lalu, beliau tidak berpuasa sampai kami berkata, ‘Tampaknya beliau tidak akan berpuasa (bulan Rajab) seluruhnya.”

Merujuk pada dalil tersebut, tidak ada larangan berpuasa di bulan Rajab, sebagaimana halnya pada bulan-bulan lain.

Oleh karena itu, puasa di bulan ini seharusnya dianggap sama seperti puasa-puasa pada bulan-bulan lain, seperti puasa Senin dan Kamis, puasa tiga hari di pertengahan bulan, dan puasa Dawud (berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari).

Salah satu keutamaan dari melaksanakan puasa di bulan Rajab adalah Allah SWT akan memberikan minuman yang teramat nikmat di surga.

Keterangan ini sebagaimana yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim:

Rasulullah SAW bersabda, “Bahwasanya di surga ada sebuah sungai Rajab, airnya putih melebihi susu, manis melebihi madu, siapa yang puasa sehari di bulan Rajab, pasti Allah memberinya minum dari sungai (bengawan) tersebut.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Keutamaan berpuasa di bulan Rajab karena iman dan ikhlas dalam kitab Durratun Nasihin dirincikan sebagai berikut:  

Puasa 1 hari: mendapat ridha Allah,

Puasa 2 hari: mendapat kemuliaan yang tidak habis disebutkan oleh penghuni langit dan bumi,

Puasa 3 hari: diselamatkan dari bencana dunia dan adzab akhirat, penyakit gila, kusta, dan fitnah dajjal,

Puasa 7 hari: ditutup tujuh pintu jahannam untuknya,

Puasa 8 hari: dibuka delapan pintu surga untuknya,

Puasa 10 hari: segala sesuatu yang ia minta, akan Allah kabulkan,

Puasa 15 hari: Allah ampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu, kesalahan-kesalahannya digantikan dengan kebaikan.  

Dan barang siapa yang menambah puasanya, Allah akan tambahkan juga pahala baginya.

7. Sholat Sunnah Rajab

Amalan lainnnya yang dapat dilakukan umat muslim di bulan Rajab adalah melakukan sholat sunnah.

Dalam kitab Ihya Ulumiddin, Imam al-Ghazali berpendapat bahwa shalat sunnah mutlak di bulan Rajab adalah mustahabbah (sunah).

Dijelaskan bahwa seseorang yang berpuasa di hari Kamis dalam bulan Rajab, kemudian melakukan shalat sunnah sebanyak dua belas rakaat di antara waktu shalat isya dan sepertiga malam, maka permohonannya akan dikabulkan.

Cara melaksanakan shalat 12 rakaat mirip dengan shalat sunah pada umumnya, yaitu dengan melaksanakan 2 rakaat dan satu salam.

Bila shalat 12 rakaat berarti terdapat 6 kali salam.

Tiap rakaat, setelah membaca surat Al-Fatihah, disarankan membaca surat Al-Qadar sebanyak 3 kali dan Al-Ikhlas sebanyak 12 kali.

Setelah menyelesaikan shalat, dianjurkan membaca shalawat sebanyak 70 kali, yaitu: “Allahumma shalli ‘ala Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi.”

Setelah membaca shalawat, disarankan untuk sujud sambil membaca: “Subbuhun quddusun rabbul malaikati war ruh” sebanyak 70 kali.

Setelah selesai sujud, duduk sejenak sambil membaca: “Rabbighfir warham wa tajawaz ‘amma ta’lam innaka antal a’azzul akram” sebanyak 70 kali.

Kemudian, sujud lagi dengan membaca: “Subbuhun quddusun rabbul malaikati war ruh” sebanyak 70 kali. Setelah selesai, mohonlah kepada Allah SWT atas hajat yang diinginkan.

8. Merayakan Isra Miraj

Salah satu keutamaan dari bulan Rajab adalah peristiwa isra miraj.

Peristiwa isra miraj tersebut merupakan perjalanan Nabi Muhammad bersama malaikat Jibril yang dimulai dari Masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dari Masjidil Aqsha ke Sidratil Muntaha untuk menghadap Allah.

Kejadian ini terjadi pada Jumat pertama bulan Rajab dan menjadi malam penuh renungan atau malam kesedihan bagi Nabi, karena pada malam itu beliau merasakan kehilangan paman dan istri tercintanya, Khadijah.

Peristiwa agung ini juga menjadi titik awal dalam sejarah kewajiban umat Islam untuk melaksanakan shalat lima waktu.

 

Rasulullah Shallallahu ‘alihi wa sallam berkata: “Aku terus bolak-balik antara Rabb-ku dengan Musa Alaihissallam sehingga Rabb-ku mengatakan:

يَا مُحَمَّدُ، إِنَّهُنَّ خَمْسُ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، لِكُلِّ صَلاَةٍ عَشْرٌ فَذَلِكَ خَمْسُوْنَ صَلاَةً، وَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا، وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ تُكْتَبْ شَيْئًا، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ سَيِّئَةً وَاحِدَةً.

 

‘Wahai Muhammad, sesungguhnya kewajiban shalat itu lima kali dalam sehari semalam, setiap shalat mendapat pahala sepuluh kali lipat, maka lima kali shalat sama dengan lima puluh kali shalat.

Barangsiapa berniat melakukan satu kebaikan, lalu ia tidak melaksanakannya, maka dicatat untuknya satu kebaikan, dan jika ia melaksanakannya, maka dicatat untuknya sepuluh kebaikan.

Barangsiapa berniat melakukan satu kejelekan namun ia tidak melaksanakannya, maka kejelekan tersebut tidak dicatat sama sekali, dan jika ia melakukannya maka hanya dicatat sebagai satu kejelekan.(3)

Baca Juga: Cara Memaksimalkan Fitur Meta AI di WhatsApp

Oleh karena itu, pada peringatan Isra Miraj umat muslim dianjurkan untuk memperbaiki kualitas sholat dan melaksanakan amalan-amalan sholeh lainnya.

9. Bersedekah

Umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak sedekah di bulan Rajab.

Beberapa hadits menunjukkan bahwa seseorang yang bersedekah di bulan mulia tersebut akan mendapatkan pahala yang berlipat.

Rasulullah SAW bersabda:

عن عقبة عن سلامة بن قيس يرفعه الى النبى صلى الله عليه وسلم انه قال: من تصدق فى رجب باعده الله من النار كمقدار غراب طار فرخا من وكره فى الهوى حتى مات هرما. وقيل الغراب يعيش خمسمائة عام

Artinya: “Barang siapa bersedekan di bulan Rajab, maka Allah SWT akan menjauhkannya dari api neraka sejauh jarak tempuh burung gagak yang terbang bebas dari sarangnya hingga mati karena tua”.

10. Dzikir Pagi dan Sore Hari

Amalan selanjutnya yang dianjurkan pada bulan Rajab adalah memperbanyak dzikir.

Adapun dzikir yang dapat dibaca sepanjang bulan Rajab diantaranya:

اللهم اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ

Allahummaghfirli warhamni watub ‘alayya

Baca Juga: Klarifikasi Gus Miftah ke Penjual Es Teh Bakulan Usai Viral di Media Sosial

Artinya: Ya Allah, ampunilah dosaku dan kasihanilah aku, serta terimalah tobatku

Ustadah Halimah Alaydrus mengatakan bahwa dzikir di atas dapat dibaca selama 70 kali setelah subuh dan setelah maghrib atau isya.

“Kalau bisa sambil angkat tangan sebagai salah satu cara agar doa kita dijabah.

Istiqomah selama satu bulan di bulan Rajab, insyaallah allah akan halangkan badannya dan rambutnya dari api neraka.

Artinya Allah akan ampuni dosa-dosanya, insyaallah,” terangnya dalam sebuah video YouTube.

Selain itu, dzikir lain yang dapat diamalkan umat Islam pada pagi dan sore hari selama bulan adalah:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ

Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya.

Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah taubatku

 

11. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa ayyamul bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulannya berdasarkan kalender Hijriah, termasuk bulan Rajab.

Jika dikonversi ke dalam kalender Masehi, ayyamul bidh Rajab jatuh di hari Kamis, Jumat, Sabtu pada tanggal 25, 26 dan 27 Januari.

Dikatakan bahwa orang-orang yang melaksanakan puasa selama tiga hari ini, maka akan mendapatkan keutamaan berpuasa sepanjang tahun.

Abudzar ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun.

Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulia karena membenarkan hal tersebut: ‘Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya’ [QS al-An’am: 160].

Satu hari sama dengan 10 hari’.” (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi.)

Ia berkata: “Hadits ini hasan.” Ibnu Majah juga menilainya sebagai hadits shahih dari jalur riwayat Abu Hurairah ra). (I’ânatut Thâlibîn Juz II)

12. Memperbanyak Sholawat

Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki banyak keutamaan, terlebih jika diperbanyak dalam bulan Rajab. 

Dari Abdurrahman bin Auf, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

Jibril telah datang kepadaku dan berkata, “Ya Muhammad, tidak seorang pun yang bersholawat kepadamu kecuali didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat.

Dan barang siapa yang didoakan oleh malaikat, maka ia tergolong penghuni surga.

”Berbagai bacaan shalawat dapat diperbanyak pada siang dan malam hari di bulan Rajab; mulai dari yang bacaannya singkat seperti shalawat Jibril hingga yang panjang seperti shalawat nariyah dan badar. (fal/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Bulan Rajab