RADARSEMARANG.ID, Semarang — Kabar gembira bagi para Pemburu Sholawat dan Pecinta Sholawat dimanapun berada.
Majelis Dzikir dan Sholawat Gandrung Nabi Grobogan atau biasa disebut dengan Majelis Gandrung Nabi.
Majelis ini merupakan lembaga dakwah non-formal yang berasal dari Dusun Ngetos, Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Majelis Yang dipimpin oleh Kyai Zaman Assekhal selalu dibanjiri oleh puluhan ribu jamaah dari berbagai kota dan daerah mana saja.
Ada Magnet Mahabbah kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam yang membuat para jamaah berduyun-duyun untuk menghadiri acara tersebut.
Sedangkan Sholawat sendiri sangat dianjurkan, hal ini berdasarkan dalil firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Hadis Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.
Anjuran membaca sholawat yang terdapat pada Al-Qur’an, Surat Al Ahzab ayat 56:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Innallâha wa malâ’ikatahû yushallûna ‘alan-nabiyy, yâ ayyuhalladzîna âmanû shallû ‘alaihi wa sallimû taslîmâ
Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Ta’lim dan Sholawat Az Zahir
Artinya: “Sungguh Allah dan malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi Muhammad ﷺ. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk nabi. Ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Surat Al-Ahzab ayat 56).
Urgensi membaca Sholawat, terdapat beberapa hadis yang mengajak umat Islam untuk memperbanyak pujian kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Salah satu sabda Rasulullah ﷺ yang memotivasi kita adalah:
مَن صلَّى علَيَّ صَلاةً واحِدةً صلَّى اللهُ عليه عَشْرَ صَلواتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطيئاتٍ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجاتٍ
Man Sholla ‘Alayya Sholatan Waahidatan shalallahu ‘alaihi “Asyro Sholawat, Wahuththat ‘anhu ‘asyru khotoyatin, Warufi’at lahu ‘asyru darojaat.
Artinya: Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, dihapus darinya sepuluh dosa, dan ditinggikan baginya sepuluh derajat. (HR. Muslim).
Baca Juga: Diawali dari semangat Al Habib Masyhur, Ini Sejarah Singkat Berdirinya Majelis Al Muqorrobin
Untuk itu bagi para Pencinta Sholawat atau pemburu syafaat dan Gandrung Mania (sebutan untuk para penggemar Majelis Gandrung Nabi) wajib hadir dalam acara Majelis Dzikir dan Sholawat Gandrung Nabi.
Berikut ini Jadwal Majelis Dzikir dan Sholawat Gandrung Nabi Bulan Desember 2024:
2 Desember 2024
Pukul 19.30 - 24.00 WIB
Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara
3 Desember 2024
Puluk 19.30 - 24.00 WIB
Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal
4 Desember 2024
Pukul 19.30 - 24.00 WIB
Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan
5 Desember 2024
Pukul 19.30 - 24.00 WIB
RT 5 RW 2 Mbugen Tlogosari Wetan Pedurungan, Kecamatan Pedurungan Kota Semarang
6 Desember 2024
Pukul 19.30 - 24.00 WIB
Lokasi Lapangan Utama Desa Gondoharum Pageruyung, Kecamatan Pageruyung Kabupaten Kendal
7 Desember 2024
Pukul 19.30 - 24.00 WIB
Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati
8 Desember 2024
Pukul 19.30 - 24.00 WIB
Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang
9 Desember 2024
Pukul 19.30 - 24.00 WIB
Kecamatan Kenduruan Kabupaten Tuban
10 Desember 2024
Pukul 19.30 - 24.00 WIB
Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan
11 Desember 2024
Pukul 19.30 - 24.00 WIB
Bersama KH Muhammad Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar Kediri, Habib Ali Zainal Abidin Al Kaff Kudus,
Lokasi: Pondok Pesantren Al Asror Gunungpati, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang
12 Desember 2024
Pukul 19.30 - 24.00 WIB
Kecamatan Gabus Kabupaten Pati
13 Desember 2024
Pukul 19.30 - 24.00 WIB
Dalam rangka Hari Lahir Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Ke 12
Lokasi: Lapangan Kampus 3 UIN Walisongo Semarang
14 Desember 2024
Pukul 19.30 - 24.00 WIB
Haul Agung Kanjeng Sultan Raden Abdul Fattah Al Akbar Sayyidin Panotogomo ke 522 H.
Bersama KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq dari Sleman Yogyakarta.
Lokasi: Alun Alun Demak, Jawa Tengah
15 Desember 2024
Pukul 19.30 - 24.00 WIB
Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus
Dan acara ini terbuka untuk jama’ah umum, silahkan menghadiri
Sebarluaskan, ajaklah teman, kerabat, dan keluarga menghadiri majelis yang penuh berkah ini.
"Ilmu itu bagaikan binatang buruan, sedangkan pena adalah pengikatnya, maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat." kata Imam Syafi’i.
Selalu basahi lisanmu dengan sholawat.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِمْ
Memasyarakatkan Sholawat, Mensholawatkan Masyarakat.
Agar kelak mendapatkan syafaat. (fal/bas)
Editor : Baskoro Septiadi