RADARSEMARANG.ID, Semarang — Innalillahi wainna ilaihi roji’un, telah meninggal dunia Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren Al Qur’an Al Ihsan Pandeglang, KH Asmuni Muhammad Noor bin KH Muhammad Noor.
KH Asmuni Muhammad Noor wafat pada Selasa (8/10/2024) malam, saat memberikan sambutan pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pengajian bulanan Pondok Pesantren Al Ihsan.
Kabar tersebut pun langsung mendapat respon dari Kemenag Kabupaten Serang.
Baca Juga: Mengenal Sosok Profil KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq
Baca Juga: Jangan Sampai Kelewatan, Ini Jadwal Gus Muwafiq di Salatiga
Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Ta’lim dan Sholawat Az Zahir
Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Majelis Az Zahir Bulan Oktober 2024
Baca Juga: Jadwal Pengajian KH Anwar Zahid Bulan Oktober 2024
Sebelum meninggal, beliau memberikan wasiat penting kepada santri dan alumni.
Dalam siaran langsung di YouTube ALIHSAN_TV, KH Asmuni Muhammad Noor terlihat duduk bersama Habib Ali bin Syaikh Abu Bakar bin Salim dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pengajian bulanan alumni Ponpes Al Ihsan.
Awalnya, KH Asmuni Muhammad Noor memuji Habib Ali dan gurunya, Habib Umar.
Di tengah sambutannya, beliau memberikan wasiat kepada santri dan alumni agar tidak mengubah Nasab Ba’alawi, menyampaikan pesan ini dengan tegas sebelum melanjutkan.
Setelah memberikan pujian, KH Asmuni Muhammad Noor tiba-tiba tertunduk dan menghembuskan nafas terakhirnya, mengejutkan para santri, alumni, dan jamaah yang hadir, sehingga acara dihentikan seketika.
KH Asmuni Muhammad Noor juga meninggalkan warisan ilmu dan akhlak yang mendalam bagi santrinya.
Pesantren Al Ihsan berharap ilmu yang diwariskan beliau akan menjadi pemandu bagi masa depan para santri dan umat.
Kepergian KH Asmuni Muhammad Noor menjadi kehilangan besar bagi komunitas pesantren dan umat Islam di Indonesia.
Dalam unggahan Instagram @pondokpesantren_alihsan, para santri mengungkapkan rasa kehilangan atas wafatnya ulama besar ini.
“Dengan penuh duka, kami keluarga besar Ponpes Al-Ihsan mengabarkan bahwa Mbah Yai Asmuni M. Noor telah kembali ke rahmatullah,” tulis pesan tersebut.
“Kami yakin ilmu yang beliau wariskan akan menjadi cahaya di alam kubur. Kami memohon kepada Allah agar menerima amal ibadah beliau dan melapangkan kuburnya,” lanjut pesan tersebut.
Baca Juga: Ini Dia Susunan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Semarang Masa Khidmah 2024-2029
Baca Juga: Barokah Melihat Wajah Orang Alim, Malaikat akan Memintakan Ampun hingga Hari Kiamat.
Pasalnya, salah seorang warganet juga menyebutkan bahwa KH Asmuni Muhammad Noor wafat saat berada di hadapan para santri dan alumni serta jamaah yang hadir di acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bahkan warganet dengan akun @HafidzAlattas, mengunggah video detik-detik wafatnya KH Asmuni Muhammad Noor tersebut, serta menuliskan permohonan doa bagi almarhum.
Tampak dalam video yang diunggahnya, KH Asmuni Muhammad Noor mulanya terlihat duduk berdampingan dengan Habib Ali bin Syaikh Abu Bakar bin Salim.
Baca Juga: Asal-Usul dan Makna Malam Tirakatan 17 Agustus, Ternyata Begini Sejarahnya
Habib Ali bin Syaikh Abu Bakar bin Salim merupakan salah satu murid kesayangan Habib Umar bin Salim bin Hafidz, Pimpinan Ponpes Ma’had Al Yusro Tarim Hadhramaut, Yaman.
Adapun, kehadiran Habib Ali bin Syaikh Abu Bakar bin Salim tersebut adalah untuk menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad dan memberikan ceramah di Ponpes Al Ihsan, Pandeglang.
KH Asmuni Muhammad Noor dikenang bukan hanya sebagai ulama besar, tetapi juga sebagai guru yang penuh perhatian. Kehilangan beliau sangat dirasakan oleh pesantren dan umat.
Dengan demikian, KH Asmuni Muhammad Noor meninggalkan warisan ilmu dan akhlak yang akan selalu dikenang oleh para santri. (fal/bas)
Editor : Baskoro Septiadi