Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Sejarah Berdirinya Majelis Ta’lim dan Sholawat Az Zahir

Falakhudin • Jumat, 13 September 2024 | 15:47 WIB
MAJELIS TA
MAJELIS TA

RADARSEMARANG, Semarang — Majelis Az Zahir adalah Group Majelis Ta’lim dan Sholawat yang pernah menghebohkan se-Karesidenan Pekalongan.

Majelis ini dipimpin oleh Al Habib Ali Zainal Abidin bin Assegaf yang sangat populer di kalangan remaja muda-mudi Pemburu Sholawat maupun Pecinta Sholawat.

Sedangkan Profil dari Habib Ali Zainal Abidin bin Assegaf merupakan ulama masyhur di daerah Pekalongan sekaligus menantu dari Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya.

Beliau lahir pada tanggal 20 September 1977.

Habib Ali Zainal Abidin bin Assegaf memiliki nasab mulia hingga sampai pada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

Baca Juga: Diawali dari semangat Al Habib Masyhur, Ini Sejarah Singkat Berdirinya Majelis Al Muqorrobin

Bahkan salah satu kakeknya yaitu Habib Abu Bakar Assegaf merupakan seorang Wali Quthub.

Wali Quthub merupakan wali paripurna, wali agung, mereka Hanya ditemukan satu kali di setiap zaman dimana mereka berperan untuk menjelaskan rahasia hakikat illahiyyah.

Majelis Az Zahir sendiri didirikan oleh Habib Ali Zaenal Abidin bin Segaf bin Abubakar Assegaf.

Sebelum mendirikan majelis ini, Habib Ali Zainal Abidin bin Assegaf sudah berkeliling bersholawat dari majelis satu ke majelis lainnya di area Pekalongan Raya.

Atas arahan dan bimbingan dari Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, tepatnya pada tahun 2016 Majelis Ta’lim dan Sholawat Az Zahir ini didirikan.

Seperti yang disampaikan oleh Habib Ahmad bin Muhammad Al Habsy di dalam tausyiahnya.

Habib Ali Zainal Abidin bin Assegaf mengambil nama Az Zahir karena Habib Ali Zainal Abidin bin Assegaf menisbatkan nama jamiyahnya agar sesuai dengan pesantren yang didirikan oleh abahnya yakni Habib Segaf bin Abubakar Assegaf.

Baca Juga: Jadwal Pengajian KH Anwar Zahid Bulan September 2024, Yuk Cek di Sini

Baca Juga: Jadwal Lengkap Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf Bulan September 2024, Yuk Cek Waktu dan Lokasinya Disini!

Nama pondok pesantrennya adalah Az Zahir.

Pondok Pesantren Az Zahir terletak di Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.

Pondok Pesantren Az Zahir didirikan oleh Almaghfurllah Al Habib Segaf bin Al Imam Al -Qutb Al Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf.

Pondok Pesantren Az Zahir didirikan dengan  tujuan untuk memperkuat akhlaq dan aqidah para pemuda islam dengan berdasarkan ajaran Aslafunas Sholihin.

Disamping Kegiatan Belajar Mengajar, Pondok Pesantren Az Zahir juga berkiprah secara luas dalam pembinaan masyarakat terutama melalui program Hubungan Masyarakat yang terencana dan bekerjasama dengan banyak pihak.

Untuk memperkuat dakwah, Pondok Pesantren Az Zahir juga mendirikan Radio Ahbaabul Musthofa di gelombang FM 1.073 yang menjangkau kawasan Probolinggo dan sekitarnya.

Kembali lagi ke sejarah awal berdirinya Majelis  Az Zahir.

Awalnya Majelis ini didirikan oleh Habib Ali Zainal Abidin Assegaf setiap hari Jum’at kliwon, majelis ini menyelenggarakan pembacaan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.

Setelah selesai melaksanakan shalat Jum’at, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf mengadakan acara maulid yang bertempat di kediaman beliau Jalan Toba No. 53 Pekalongan, Jawa Tengah, yang sekarang menjadi Sekertariat Majelis Az Zahir.

Seiring berjalannya waktu, majelis yang tadinya diselenggarakan pada jumat siang ini dirubah menjadi kegiatan rutin setiap malam Jumat kliwon dengan  ditambah kajian fiqih serta akhlak sesuai Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya.

Rutinan Malam Jumat Kliwon diadakan di Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan, yang pagi harinya setelah subuh diadakan Pengajian rutin juga oleh Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya.

Setiap tahunnya, Majelis Az Zahir juga menyelenggarakan Maulid Akbar dan Haul Al Habib Seggaf bin Abubakar Assegaf yang dihadiri oleh para pecinta Nabi besar Muhammad SAW.

Baca Juga: Jadwal Majelis Al Muqorrobin Kendal Bulan September 2024, Yuk Cek Waktu dan Lokasinya Disini

Awal mulanya majelis ini hanya bernama Majelis Maulid, namun ketika hendak mengadakan Maulid Akbar, maka para jamaah meminta agar Habib Ali Zainal Abidin bin Assegaf memberi nama majelisnya.

Majelis ini pun akhirnya diberi nama Majelis Az Zahir, sesuai dengan nama Pondok Pesantren ayahnya Beliau di kabupaten probolinggo, Jawa Timur yang diberi nama Az Zahir oleh kakek beliau, Al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf.

Penamaan Majelis Az Zahir bertujuan untuk melanjutkan dakwah dari abahnya dengan media sholawat.

Agar setiap kebaikan yang diperoleh oleh Majelis Az Zahir ini bisa mengalir kepada Habib Segaf bin Abubakar Assegaf.

Dimulai amanah yang kurang lebih baru puluhan jamaah dan tempatnya di ruangan dalam rumahnya Habib Ali Zainal Abidin bin Assegaf sendiri.

Tak kurang dari satu tahun, jamaah yang berdatangan semakin bertambah.

Yang awalnya cukup di halaman rumah Habib Ali Zainal Abidin bin Assegaf, hingga sampai ke jalan raya di depan rumahnya.

Semakin bertambah banyak, bahkan dari luar kota pun rela jauh-jauh untuk hadir ikut rutinan Majelis Az Zahir.

Selain malam Jumat kliwon, hampir setiap hari Majelis Az Zahir berkeliling dari kota ke kota lain di Indonesia bahkan sekarang sampai ke Luar Negri Sampai Hongkong, Taiwan, dan Malaysia.

Hampir tanpa jeda, Majelis Az Zahir setiap malam melantunkan sholawat ke penjuru nusantara hingga keluar mancanegara.

Baca Juga: Mengenal Sosok Habib Husein Mutahar, Pengarang lagu 17 Agustus 45 Hari Merdeka Sekaligus Pendiri Paskibraka

Baca Juga: Do’a Kemerdekaan 17 Agustus yang Pernah Dibacakan KH Maemun Zubair di Peringatan HUT RI lengkap Arab, Latin dan Artinya

Pokoknya libur hanya pada bulan Ramadhan sesuai ajuran dari Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya.

Setiap hari sholawat minimal 1000 kali, khusus bulan Maulid (Rabiul Awal) 16.000 kali.

Safari Maulid mulai dari antar kota di Pulau Jawa, hingga antar luar pulau Jawa pun sudah terlaksana.

Dengan pengunjung yang rata-rata orang puluhan ribu tumpek blek untuk bersama-sama melantunkan sholawat.

Penggemarnya dikenal sebagai Zahir Mania yang sekarang hampir tiap kota selalu ada Zahir Mania.

Dimanapun Majelis Az Zahir berada selalu ada, bukan hanya dari kota yang menyelenggarakan saja, tetapi pasti ada dari luar kota sekitarnya.

Salah satu keistimewaan dari Majelis Az Zahir adalah mampu menghadirkan penampilan yang memukau setiap acara.

Maka tak heran jika setiap acara sholawatan yang digelar bisa menarik magnet puluhan ribu orang untuk menghadirinya.

Sekali mencoba pasti akan ketagihan lagi untuk mendatanginya.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Sunnah Mutlak Atau Sholat Menolak Bahaya

Setelah menghadiri acara tersebut hati dan pikiran akan terasa adem serta tenang, tidak kemrungsung akan selalu memikirkan hal duniawi saja.

Menariknya Majelis Az Zahir juga memberikan penampilan perpaduan antara sholawat, kajian fiqh hingga akhlak yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam.

Intinya melalui ajaran tersebut Majelis Az Zahir ingin menyebarkan nilai-nilai kebaikan serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Tentunya kehadiran setiap personel mampu memberikan warna serta keharmonisan di setiap penampilannya.

Hal ini menjadikan setiap penampilan Majelis Az Zahir berhasil menyajikan sholawat dengan penuh pesona sehingga mampu menyentuh hati setiap pendengarnya.

Jangan lupa untuk memperbanyak sholawat di setiap saat.

Selalu basahi lisanmu dengan sholawat agar kelak mendapatkan syafaat. (fal/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Habib Ahmad bin Muhammad Al Habsy #Habib Segaf bin Abubakar Assegaf #desa widoro #Karesidenan Pekalongan #Habib Ali Zainal Abidin bin Assegaf #zahir mania #Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam #Malam Jumat Kliwon #kecamatan krejengan #kabupaten Probolinggo #Safari Maulid #Ahbaabul Musthofa #Pemburu Sholawat #Sekertariat Majelis Az Zahir #Mancanegara #Pecinta Sholawat #Haul Al Habib Seggaf bin Abubakar Assegaf #Majelis Az Zahir #Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya #Pekalongan Raya #Wali Quthub #Pondok Pesantren Az Zahir