Pramuka atau yang sebelumnya dikenal sebagai gerakan Kepanduan. Gerakan, juga ada negara lain.
Sebutan internasional untuk gerakan Kepanduan adalah Scouting atau Scout Movement.
Baca Juga: Warganet Gempar! Nadiem Makarim Cabut Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di Sekolah
pramBaca Juga: Pramuka Tetap Wajib di Kabupaten Batang
Gerakan ini dicetuskan oleh Robert Baden-Powell, seorang anggota angkatan darat di Inggris. Antara tahun 1906-1907, Robert Baden-Powelll menulis buku Scouting for Boys.
Buku ini merupakan panduan bagi remaja untuk melatih keterampilan dan ketangkasan, cara bertahan hidup, hingga pengembangan dasar-dasar moral.
Panduan yang dicetuskan Robert Baden-Powell lantas menyebar ke seluruh dunia dan menjadi Gerakan Kepanduan. Di Indonesia, disebut dengan Pramuka.
Nah, hari lahir Robert Baden-Powell, tanggal 22 Februari diperingati sebagai Hari Pramuka Internasional. Powell lahir di London pada 22 Februari 1857.
Dikutip dari Scout.org, anggota Kepanduan di seluruh dunia saat ini lebih dari 50 juta orang, tersebar di lebih dari 200 negara.
Mereka yang pernah menjadi anggota Kepanduan saat ini banyak yang muncul sebagai tokoh-tokoh dunia terkemuka dari segala bidang keilmuan.
Sejarah Pramuka di Indonesia, Gerakan Kepanduan di Indonesia sudah ada sejak zaman kolonial Hindia Belanda.
Tahun 1916, Mangkunegara VII di Surakarta memprakarsai berdirinya Javaansche Padvinders Organisatie.
Setelah itu, bermunculan gerakan-gerakan sejenis yang dikelola oleh organisasi-organisasi pergerakan. Sebut saja Hizbul Wathan (Muhammadiyah).
Lainnya, Nationale Padvinderij (Boedi Oetomo, Sarekat Islam Afdeling Padvinderij (Sarekat Islam), Nationale Islamietische Padvinderij (Jong Islamieten Bond), dan lain-lain.
Menurut Panduan Museum Sumpah Pemuda (2009), gerakan Kepanduan di tanah air yang berlingkup nasional dimulai pada 1923. Yakni, dengan berdirinya Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung.
Juga Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) di Batavia, lalu dilebur menjadi Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) pada 1926.
Adapun istilah Pramuka resmi digunakan untuk menyebut gerakan Kepanduan nasional baru terjadi cukup lama setelah Indonesia merdeka. Tepatnya pada 14 Agustus 1961.
Idenya bermula dari gagasan Presiden Soekarno yang ingin menyatukan seluruh gerakan Kepanduan di Indonesia. Maka, setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka.
Misi utama gerakan Pramuka adalah untuk mendidik pemuda dan pemudi Indonesia, dari usia anak-anak, demi meningkatkan rasa cinta tanah air dan bela negara.
Istilah Pramuka dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana IX, terinspirasi dari kata Poromuko yang berarti pasukan terdepan dalam perang.
Namun, kata Pramuka diejawantahkan menjadi Praja Muda Karana yang berarti “Jiwa Muda yang Gemar Berkarya”.
Sultan HB IX menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pertama. Sultan HB IX terpilih kembali sampai 4 periode selanjutnya hingga tahun 1974.
Sultan HB IX berjasa melambungkan Pramuka Indonesia hingga ke luar negeri. Maka. Gelar Bapak Pramuka Indonesia kemudian disematkan kepada Raja Yogyakarta ini. (isk)
Editor : Iskandar