Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Muslim Harus Tau! Inilah Momen Sejarah Idul Adha yang Sering Disebut Juga Sebagai Lebaran Haji

Aris Hariyanto • Jumat, 14 Juni 2024 | 20:14 WIB
Ilustrasi momen sejarah Idul Adha yang sering disebut juga sebagai lebaran Haji.
Ilustrasi momen sejarah Idul Adha yang sering disebut juga sebagai lebaran Haji.

RADARSEMARANG.ID - Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah juga sering disebut sebagai lebaran haji.

Hal itu lantaran pada tanggal tersebut umat Islam yang sedang menjalankan ibadah haji melakukan wukuf di Arafah.

Momen sejarah Idul Adha akan mengingatkan kita pada kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS bersama Istri dan putranya.

Pada waktu itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS menempatkan istri dan putranya yang masih bayi di suatu lembah tandus dan gersang.

Lembah tersebut tidak memiliki tumbuhan dan tidak ada seorang pun yang tinggal di sana.

Tempat tersebut begitu jauh, sekitar 1600 KM di sebelah utara Palestina, negara asalnya.

Nabi Ibrahim sendiri tidak mengetahui maksud sebenarnya dari perintah Allah untuk menempatkan istri dan putranya yang masih bayi itu.

Namun, Nabi Ibrahim dan istrinya Siti Hajar menerima perintah Allah SWT dengan tulus tawakal dan sepenuh hati.

Menurut cerita Ibnu Abbas, ketika itu Siti Hajar kehabisan air minum dan tidak dapat menyusui putranya (Nabi Ismail).

Kemudian dia mencari air dengan berlari-lari kecil (Sa'i) antara bukit Sofa dan Marwah sebanyak 7 kali.

Tiba-tiba, Allah mengirimkan Malaikat Jibril untuk menciptakan mata air Zam Zam. Dan Akhirnya Siti Hajar dan Nabi Ismail mendapatkan sumber kehidupan dari air tersebut.

Lembah yang sebelumnya kering dan tandus itu, kini memiliki pasokan air yang melimpah.

Banyak orang datang dari berbagai daerah, terutama para pedagang, untuk membeli air di tempat Siti Hajar dan Nabi Ismail AS.

Rezeki pun datang dari segala penjuru, dan daerah sekitarnya menjadi makmur.

Sampai sekarang, lembah tersebut terkenal dengan sebutan kota Mekkah yang aman dan sejahtera, berkat doa Nabi Ibrahim dan keahlian seorang ibu dalam mengelola kota dan masyarakatnya.

Kota suci Mekah yang penuh kedamaian dan kemakmuran digambarkan oleh Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 126.

“Dan ingatlah ketika Ibrahim berdo’a: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, sebagai negeri yang aman sentosa dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kiamat,” arti ayat surat tersebut.

Semua kemakmuran tidak hanya dinikmati oleh orang islam saja. Orang-orang yang tidak beragama Islam pun dapat ikut menikmati.

Kemudian terdapat peristiwa penting lainnya ketika Nabi Ibrahim AS mendapati mimpi dari Allah untuk menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail AS.

Peristiwa tersebut tertulis dalam Al-Qur’an surat As-saffat ayat 102 yang artinya “Ibrahim berkata : Hai anakkku sesungguhnay aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka fikirkanlah apa pendapatmu?”.

“Ismail menjawab: Wahai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar”.

Ketika keduanya sudah siap melaksanakan perintah Allah, tiba-tiba datanglah setan dengan bisikannya.

“Ibrahim, kamu orang tua macam apa kata orang nanti, anak saja disembelih?” “Apa kata orang nanti?” “Apa tidak malu?, dan lain-lain dengan maksud untuk meragukan niat Nabi Ibrahim AS.

Namun, Nabi Ibrahim AS telah memiliki tekad yang kuat. Ia mengambil sebuah batu dan mengucapkan, "Bismillahi Allahu akbar." Kemudian, batu tersebut dilemparkan.

Sejak saat itu, seluruh jamaah haji mengikuti apa yang pernah dilakukan oleh Nabi Ibrahim dalam mengusir setan dengan melempar batu sambil mengucapkan, "Bismillahi Allahu akbar."

Hal ini kemudian menjadi salah satu rangkaian ibadah haji yang disebut melempar jumrah.

Editor : Baskoro Septiadi
#palestina #Nabi Ismail AS #wukuf di arafah #momen idul adha #Ibadah Haji #IDUL ADHA #mekah #lebaran haji #Bukit Sofa dan Marwah #sejarah idul adha #Nabi Ibrahim as #Siti Hajar #air zam zam #Kisah Keteladanan #Melempar Jumrah