Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Hari Raya Qurban atau Idul Adha Sering Dianggap Begitu Istimewa, Ternyata Ini 5 Alasannya

Aris Hariyanto • Rabu, 12 Juni 2024 | 18:19 WIB
Ilustrasi Hari Raya Qurban atau Idul Adha yang sering dianggap begitu istimewa.
Ilustrasi Hari Raya Qurban atau Idul Adha yang sering dianggap begitu istimewa.

RADARSEMARANG.ID - Hari Raya Qurban atau Idul Adha sering dianggap begitu istimewa oleh umat muslim di dunia.

Sejatinya, Idul Adha merupakan perayaan penting umat Islam yang jatuh setiap tanggal 10 pada kalender bulan Dzulhijah.

Bulan tersebut juga disebutnya Bulan Haji, dan dikenal sebagai Bulan Besar atau Al Syahr al Akbar, yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia.

Hal ini menjadikan perayaan Idul Adha sering dianggap begitu istimewa dan berlangsung lebih lama daripada Idul Fitri.

Menurut buku ‘Di Balik 7 Hari Besar Islam’, karya K.H. Muhammad Sholikhin, terdapat 5 alasan yang menjadikan Hari Raya Qurban atau Idul Adha dianggap begitu istimewa.

1. Takbir Idul Adha

Takbir Idul Adha berlangsung selama 4 hari berturut-turut, dimulai dari Maghrib di Hari Arafah hingga pagi Idul Adha.

Kemudian takbir tersebut dilanjutkan selama 3 hari tasyrik hingga tanggal 13 Dzulhijah.

Sedangkan takbir Idul Fitri hanya terdengar sekali dalam setahun, yaitu dari malam terakhir Ramadhan hingga pagi hari pertama Syawal.

2. Hari Tasyrik

Hari tasyrik adalah hari di mana diharamkan berpuasa. Saat Idul Fitri, hari tasyrik jatuh pada 1 Syawal bersamaan dengan hari raya.

Namun, saat Idul Adha, hari tasyrik berlangsung selama 4 hari pada tanggal 10-13 Dzulhijah.

3. Lebaran haji

Hari raya Idul Adha atau disebutnya juga sebagai lebaran haji merupakan momen berkumpulnya umat Islam dari seluruh dunia di Mekah.

Momen tersebut ditandai dengan kegiatan wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah dan menjadikannya peristiwa penting.

Sementara umat Islam yang tidak melakasakan ibadah haji akan puasa Arafah dan Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijah.

4. Hari Raya Qurban

Idul Adha juga dikenal sebagai Hari Raya Qurban lantaran biasanya ditandai dengan penyembelihan hewan qurban.

Daging qurban tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Oleh karena itu, Idul Adha atau Hari Raya Qurban dianggap sebagai hari raya penting bagi kaum dhuafa, karena mereka dapat merayakannya dengan menyantap daging qurban.

5. Bersatunya Iman, Ihsan, dan Islam

Nilai-nilai keimanan tercermin dalam setiap ibadah umat Islam selama bulan Dzulhijah.

Mulai dari peristiwa sejarah yang terjadi ribuan tahun yang lalu dengan perjalanan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Hajar, hingga lima rukun Islam.

Semua peristiwa tersebut menjadi simbol keagungan dalam perayaan Idul Adha, dan menunjukkan adanya kontinuitas dalam ajaran kebenaran dan corak keberagamaan yang hanif, yaitu Al Islam.

Editor : Baskoro Septiadi
#Daging Qurban #hewan qurban #IDUL FITRI #Di Balik 7 Hari Besar Islam #IDUL ADHA #mekah #puasa arafah #lima rukun Islam #bulan Dzulhijah #Hari Raya Qurban #kaum dhuafa #hari tasyrik