Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Nizam Al Mulk, Negarawan Dinasti Seljuk yang Membangun Relasi antara Lembaga Pendidikan dan Penguasa

Tasropi • Selasa, 28 Mei 2024 | 22:33 WIB
Ilustrasi Kolase Nizam Al Mulk lewat film dan Patung.
Ilustrasi Kolase Nizam Al Mulk lewat film dan Patung.

RADARSEMARANG.ID, PASKA wafatnya Nabi Muhammad SAW, pemikiran Islam tidak hilang begitu saja, akan tetapi pemikiran ini terus berkembang di kalangan para sahabat, tabiin, tabiut-tabiin dan seterusnya.

Pada abad ke 11-15 Masehi, ditemukan sejumlah penulisan tentang pemikir Islam, dan salah satunya adalah Nizam al-Mulk.

Pemikir dengan nama asli Abu Ali al-Husain bin Ali bin Ishaq bin al-Abbas at-Thusi ini adalah salah seorang wazir terkenal Dinasti Seljuk.

Kemampuan Islam Sunni pada pemerintahan Bani Seljuk terutama di bawah pelaksanaan Wazir Nizam al-Mulk benar-benar telah mengembalikan pengaruh Islam Sunni di dunia Internasional, baik bidang politik, ekonomi, intelektual maupun budaya.

Nizam al-Mulk inilah yang mengagas berdirinya madrasah dan menjadi tonggak baru dalam penyelenggaraan pendidikan Islam dan untuk membedakannya dengan era Pendidikan Islam sebelumnya.

Madrasah sudah menjadi fenomena yang menonjol Sejak awal abad ke 11-12 (abad 5H) khususnya ketika wazir Bani Seljuk, Nizam al-Mulk mendirikan madrasah Nizamiyah di Baghdad.

Walaupun bukan berarti ia orang pertama yang mendirikan madrasah tetapi ia berjasa dalam mempopulerkan pendidikan madrasah bersamaan dengan reputasinya sebagai wazir.

Disamping itu lembaga madrasah ini dianggap sebagai protret awal pembangunan lembaga pendidikan tinggi di jaman selanjutnya.

Pada awal perkembangan Islam, umat Islam belum memiliki madrasah atau tempat belajar seperti saat ini.

Saat itu, kegiatan proses belajar mengajar dilaksanakan di masjid-masjid. Pada zaman Rasulullah SAW, para sahabat menimba ilmu agama di Masjid.

Di dalam masjid itu terdapat suatu ruangan tempat belajar yang disebut suffah, sekaligus menjadi tempat menyantuni fakir miskin.

Keadaan itu berlangsung hingga pada zaman Khulafa ar-Rasyidin dan Bani Umayah. Madrasah mulai ada pada era kekuasaan Dinasti Abbasiyah.

Pada jaman itu ilmu pengetahuan berkembang pesat. Sebelum berdirinya madrasah kaum muslimin pada masa itu telah mengenal beberapa institusi pendidikan.

Yakni masjid, kuttab, toko buku, rumah dan lain-lain. Madrasah menurut sebagian ahli sejarah, pertama kali dikenal di dunia Islam pada era dinasti Seljuk. 

Menurut Edification Journal: Pendidikan Agama Islam Vol. 5, No.1 Juli 2022, Nizam Al Mulk dilahirkan pada hari Jumat tanggal 21 Zulhijjah 408 H, Nuqan, Provinsi Thus Timur Laut Iran.

Selama masa pemerintahan Dinasti Seljuk, Nizam Al Mulk diangkat sebagai wazir / menteri, dan karena kemampuannya ia memegang posisi itu selama tiga puluh tahun.

Selama masa jabatannya tersebut, Nizam Al Mulk banyak melakukan kebijakan yang berpengaruh besar bagi kemajuan peradaban Islam.

Selain mendirikan madrasah Nizamiyah, ia juga seorang negarawan sekaligus penulis hebat.

Salah satu karyanya yang terkenal berjudul “Siyasatnameh”, semacam otobiografi pengalamannya selama menjadi wazir, dan pandangannya mengenai metode-metode pemerintahan yang baik.

Hingga saat ini, buku tersebut dianggap sebagai salah satu buku sastra Iran yang terpenting dalam sejarah Iran.

Nizam Al Mulk menjabat sebagai wazir, ketika dinasti Seljuk dipimpin oleh Alp Arselan.

Setelah Alp Arselan wafat, kepemimpinannya digantikan oleh puteranya Yang bernama Sultan Malik Syah, yang pada saat itu berumur 18 tahun.

Kedudukan Sultan Malik Syah menjadi khalifah diawali dengan perebutan kekuasan dari saudara-Saudaranya, namun ketika itu Nizam Al Mulk membantu Sultan Malik Syah, hingga Akhirnya Malik syah berhasil menjadi khalifah.

Hal tersebut membuat Sultan Malik Syah merasa berhutang budi kepada Nizam Al Mulk, maka selanjutnya Nizhamul Mulk Tetap diangkat sebagai wazir.

Mengetahui dan menyadari umurnya yang masih muda dan kurang memiliki pengalaman, kemudian Sultan Malik memberikan wewenang untuk melaksanakan tugas-tugas negara kepada Nizam Al Mulk.

Tak hanya memperhatikan fasilitas pendidikan yang diberikan kepada para pelajar, tetapi Nizamul Mulk juga sangat memperhatikan keadaan para guru, sehingga siapapun yang dapat memberikan ilmunya untuk kemajuan pendidikan akan diberikan keperluan hidup dan Gaji yang cukup.

Selain bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, lembaga pendidikan yang didirikan oleh Nizam Al Mulk ini juga untuk mempertahankan madzhab Sunni.

Sebelumnya di bawah dinasti Buwaihi madrasah mengajarkan mazhab Syiah, sebagaimana Dinasti Fathimiyyah di Mesir juga sedang mendakwahkan mazhab Syiah. 

Nizam Al Mulk pernah ke Nisapur dan menuntut ilmu pada ulama Madzhab Syafi’I Hibatullah Al Muwaffaq.

Ayahnya adalah seorang pegawai pemerintahan Gaznawi di Tus, Khurasan. Ketika sebagian besar Khurasan jatuh ke tangan pasukan Seljuk di Gazna, Nizam Al Mulk bekerja pada sebuah kantor pemerintah Mahmud Gaznawi.

Nizam Al Mulk berpaham Asy’ariyah dan mengusahakan penyebaran mazhab ini melalui madrasah-madrasah di beberapa kota dalam Wilayah kekuasaan Seljuk.

Madrasah-madrasah yang didirikan oleh Nizam Al Mulk disebut dengan Madrasah Nizamiyah, suatu penamaan yang menisbatkan nama pendirinya. 

Keberadaan Madrasah Nizamiyah dapat ditemui Hampir di setiap kota, antara lain di Baghdad, Balkh, Naisabur, Herat (Iran), Basrah, Isfahan, Merv, Mosul (Irak), dan sebagainya. 

Mendapat dukungan dari ulama-ulama yang bermaqdzhab Syafi’i dan dalam teologi Beraliran Asy’ariyah.

Para ulama tersebut bergembira dengan naiknya Nizam Al Mulk Dan kebijaksanaannya mengembalikan nama baik ulama-ulama Asy’ariyah yang dikutuk oleh perdana menteri Al Kunduri pada masa Sultan Tugril Beq.

Pada masa Al Kunduri aliran Asy’ariyah bersama dengan Rafidiah dikutuk melalui mimbar-mimbar Masjid, sehingga banyak ulama yang melarikan diri, seperti Imam al Haramaian Abu Ma’ali Al Juwaini dan Al Qusyairi.

Pada masa itu, madrasah Nizamiyah dicatat sebagai tempat pendidikan yang paling masyhur. Sehingga kota-kota yang terdapat madrasah nizamiyahnya menjadi pusat-pusat studi keilmuan dan menjadi terkenal di dunia Islam pada masa itu.

 

Madrasah Nizhamiyah mempunyai manajemen yang bagus, dikelola dengan baik seperti dapat dilihat dari segi pendanaan, gedung-gedung yang bagus dan dalam jumlah yang banyak.

Guru-guru digaji selama masa jabatannya, perpustakaan yang lengkap asrama dan makan untuk mahasiswa, biaya sekolah gratis dan kurikulum ditetapkan oleh pemerintah Baghdad.

Hingga melalui madrasah Nizamiyah ini Bani Seljuk membangun relasi dengan rakyat yang notabene umat Islam. Maka lengkap sudah relasi antara lembaga pendidikan dan penguasa berkat kebijakan Nizam Al Mulk.

Editor : Tasropi
#Bani Seljuk #madrasah #Dinasti Seljuk #Madrasah Nizamiyah #Nizam Al Mulk #institusi pendidikan #Lembaga Pendidikan