Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Seri Sejarah Dunia! 10 Mei 1994, Nelson Mandela Dilantik Jadi Presiden Afrika Selatan

Tasropi • Jumat, 10 Mei 2024 | 18:01 WIB
Sambutan Presiden Soeharto Pada Acara Jamuan Makan Malam Presiden Afrika Selatan (Nelson Mandela) di Istana Negara bulan Juli tahun 1997.
Sambutan Presiden Soeharto Pada Acara Jamuan Makan Malam Presiden Afrika Selatan (Nelson Mandela) di Istana Negara bulan Juli tahun 1997.

RADARSEMARNG.ID, SATU miliar pasang mata menjadi saksi peristiwa hari ini 30 tahun lalu di Pretoria, Afrika Selatan. Untuk pertama kalinya seorang berkulit hitam menjadi Presiden Afrika Selatan.

Peristiwa yang terjadi pada tanggal 10 Mei 1994 ini dihadiri 4.000 tamu, termasuk pemimpin dunia dari berbagai latar belakang.

Dialah Nelson Mandela, sosok yang melawan praktik apartheid di negaranya. Mandela lahir dari kepala suku Tembu yang berbahasa Xhosa.

Mandela kecil bercita-cita menjadi pengacara. Cita-cita inilah yang mengantarkan Mandela Mandela memimpin perjuangan melawan ketidakadilan rasial dengan menggunakan metode-metode seperti pemogokan tanpa kekerasan, boikot, dan pawai.

Dalam pergerakannya, Mandela bergabung dengan Kongres Nasional Afrika (ANC) pada 1944.

Organisasi itu memberikan wadah buat Mandela untuk menuntut hak mayoritas ras kulit hitam di Afrika Selatan yang saat itu dikuasai kulit putih.

Mandela terus berjuang melawan apartheid sampai harus menghadapi penganiayaan dan penahanan.

Pengadilan Rivonia pada 1963 kemudian memberikan vonis penjara seumur hidup bagi Mandela dan beberapa rekan perjuangannya.

Tercatat Mandela menghabiskan 18 tahun pertama dari 27 tahun di penjara di Penjara Pulau Robben yang terkenal brutal.

Pada 1982 Mandela sempat dipindahkan ke Penjara Pollsmoor di daratan. Kemudian pada tahun 1988 ia dipindahkan ke sebuah pondok, yang mana Mandela sebagai tahanan rumah.

Kemudian pada 1989 saat F.W. de Klerk menjadi presiden Afrika Selatan, politik apartheid dihapuskan.

De Klerk mencabut larangan terhadap ANC dan memerintahkan pembebasan Nelson Mandela.

Mandela kemudian memimpin ANC dalam negosiasinya dengan pemerintah minoritas untuk mengakhiri apartheid dan pembentukan pemerintahan multiras.

Pada 1993, Mandela dan de Klerk bersama-sama dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian.

Pada 26 April 1994 diadakan pemilihan umum di Afrika Selatan yang kemudian dimenangkan oleh Mandela dan ANC.

Pada 10 Mei pun Mandela dilantik dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh banyak pejabat internasional.

Selain Presiden Afrika Selatan berkulit hitam pertama, Mandela juga menjadi kepala Pemerintah Persatuan Nasional.

Koalisi pemerintahan ini didominasi oleh ANC, yang justru tidak punya pengalaman di pemerintahan.

Sesuai perjanjian sebelumnya, de Klerk menjadi Wakil Presiden pertama, sedangkan Thabo Mbeki sebagai wakil pada masa jabatan kedua.

Meski Mbeki bukan pilihan pertamanya untuk jabatan ini, Mandela menjadi sangat bergantung padanya sepanjang masa pemerintahannya dan mengizinkan Mbeki menyusun rincian kebijakan.

Saat menjabat sebagai presiden, Mandela membentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi untuk menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia di bawah apartheid.

Hal tersebut merupakan inisiatif yang dirancang untuk meningkatkan standar hidup penduduk kulit hitam Afrika Selatan.

Konstitusi baru Afrika Selatan juga kemudian dibentuk pada 1996. Mandela akhirnya pensiun dari politik Juni 1999 pada usia 80 tahun dan digantikan Thabo Mbeki dari ANC.

Selama duduk di kursi kepresidenan, Mandela ganti baju beberapa kali dalam sehari dan salah satu ciri khas Mandela adalah kemeja batiknya yang dikenal sebagai "kemeja Madiba".

Madiba merupakan nama klan dari nelson Mandela, baju batik itu selalu dipaka Mandela bahkan dalam suasana formal. 

Perkenalan Nelson Mandela dengan batik dimulai saat Presiden RI ke-2, yaitu Presiden Soeharto memberikan enam setel batik untuk Mandela sebagai cinderamata.

Editor : Tasropi
#presiden afrika selatan #ras kulit hitam #tahanan rumah #Sejarah Dunia #nelson mandela