RADARSEMARANG.ID, PERADABAN Islam diwarnai denganberbagai macam peristiwa penting yang tercatat dalam sejarah.
Beberapa peristiwa menjadi punya pengaruh tersendiri dalam perjalan sejarah Islam.
Dan beberapa di antaranya terjadi pada bulan Dzulqaidah yaitu bulan ke sebelas dari penanggalan hijriyah/qamariyah.
Baca Juga: Biografi Singkat 5 Tokoh Terkenal Dunia yang Lahir Bulan April
Dzulqaidah berasal dari kata dzu (pemilik) dan qa’dah (duduk). Penamaan Dzulqa’dah adalah disebabkan karena bulan ini merupakan waktu istirahat bagi kaum laki-laki Arab dahulu.
Mereka menikmatinya dengan duduk-duduk di rumah dan berkumpul bersama keluarga.
Kami merunut dari berbagai sumber setidaknya ada 6 peristiwa yang terjadi pada bulan tersebut.
Adapun beberapa peristiwa sejarah Islam yang terjadi di bulan Dzulqaidah adalah sebagai berikut.
1. Perang Bani Quraidhah
Pada bulan Dzulqaidah ini tepat pada tahun 5 H. terjadi perang Bani Quraidhah.
Perang yang Allah SWT perintahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW untuk melawan Bani Quraidhah, salah satu suku di Kota Madinah.
Maksudnya adalah agar tanah tempat tinggal Nabi Muhammad SAW bersih dari kaum yang perjanjiannya tidak ada manfaatnya lagi dan kepercayaan sudah tidak berguna lagi terhadap mereka.
Panji peperangan pada waktu itu dipegang oleh sahabat Ali bin Abi Thalib r.a. dan yang menjadi pengganti Nabi saw. mengurus kota Madinah adalah Abdullah ibnu Ummi Maktum.
Peristiwa ini dikisahkan oleh Syekh Shafifurrahman al-Mubarakfuri dalam salah satu kitab sirah-nya.
Dikisahkan sehari setelah kepulangan Rasulullah di Madinah, tepat pada waktu Zuhur datang malaikat Jibril untuk menemuinya.
Kemudian Jibril berkata, “Sudahkah engkau meletakkan senjatamu? Demi Allah, kami (para malaikat) belum meletakkan senjata."
"Berangkatlah engkau sekarang bersama sahabat-sahabatmu menuju Bani Quraidhah, saya (Jibril) akan berjalan di depanmu untuk menggoncangkan benteng-benteng mereka dan menebarkan kekuatan di dada mereka.” lanjut Jibril.
Mendengar apa yang disampaikan malaikat Jibril, Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk segera berangkat menuju perkampungan Bani Quraizhah dan berpesan agar mereka tidak shalat Ashar kecuali telah sampai di perkampungan tersebut.
Sesampainya di pemukiman Bani Quraidhah, Rasulullah dan semua umat Islam yang ikut serta mengepung Yahudi Bani Quraidhah yang berlindung di benteng-benteng mereka selama 25 malam (menurut riwayat lain, 25 hari).
Akhirnya, mereka tidak tahan lagi dikepung, Allah menanamkan rasa takut di hati mereka, kemudian menyerah dan tunduk di bawah keputusan hukum Rasulullah.
2. Rasulullah Umrah Qadha
Bulan Dzulqa’dah tahun 7 H. Rasulullah SAW melaksanakan umrah qadha’ yang sempat dicegah tahun lalu oleh kaum quraisy.
Sebelum itu, Rasulullah SAW mengangkat sahabat Abu Dzar Al-Ghifari sebagai penggantinya untuk mengatur urusan kota Madinah.
3. Perjanjian Hudaibiyah
Kisah ini dicatatkan oleh Syekh Ali as-Shalabi dalam salah satu kitab sirah, bahwa saat itu kekuatan umat Islam semakin kuat.
Umat Islam waktu itu mulai berpikir untuk mendapatkan hak mereka yang sudah sangat mereka inginkan, yaitu beribadah di Masjidil Haram, yang sejak enam tahun lamanya terhalang oleh kaum musyrikin.
Tepat pada hari Senin bulan Dzulqaidah tahun ketujuh (ada yang mengatakan tahun keenam) hijriah, berangkatlah Rasulullah bersama 1400 orang sahabat tanpa membawa senjata perang.
Setibanya di Dzulhulaifah (miqat bagi penduduk Madinah, atau yang datang dari arah Madinah bagi mereka yang akan melakukan umrah dan haji), Rasulullah mulai melakukan ihram untuk umrah.
Sementara itu, kaum kafir Quraisy mengira bahwa kedatangannya untuk menyerang mereka, hingga kemudian ada salah satu perwakilan dari mereka yang pergi mendatanginya untuk mengetahui tujuan sebenarnya.
Sesampainya di tempat peristirahatan umat Islam, Rasulullah menegaskan kepadanya bahwa kedatangannya semata-mata untuk umrah, bukan perang.
Karena tujuannya bukan untuk perang, akhirnya Rasulullah dan kafir Quraisy membuat kesepakatan damai, yang kemudian dikenal dengan istilah suluh hudaibiyah
4. Haji Wada
Tanggal 10 Dzulqaidah 10 H. di hari Jum’at Rasulullah SAW berangkat ke Makkah untuk melaksanakan umrah dan haji yang terakhir kalinya yang disebut dengan haji wada’ (perpisahan).
Di padang Arafah Nabi saw. berkhutbah di depan umat Islam yang dikenal dengan khutbah wada’.
Di antara khutbah itu adalah bahwa Nabi saw. menginggalkan kepada umat Islam dua pusaka yang tidak akan sesat bila mereka ikuti, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah.
5. Wafatnya Abu Bakar
Tanggal 22 Dzulqa’dah 13 H. Abu Bakar r.a. wafat. Abu Bakar r.a. lahir 2 tahun setelah Nabi saw.
Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Abi Quhafah Al-Tamimi, nama kecilnya adalah Abdul Ka’ab.
Nabi. saw. memberinya gelar Abu Bakar r.a. karena cepatnya ia masuk Islam (As-Sabiqunal Awwalun, yakni golongan pertama yang masuk Islam).
Sementara itu, As-Shiddiq yang berarti amat membenarkan adalah gelar yang diberikan kepadanya lantaran ia segera membenarkan Rasulullah saw. dalam berbagai peristiwa.
Abu Bakar adalah sahabat setia sekaligus mertua Rasulullah saw.
Abu Bakar r.a. menjadi khalifah pertama sepeninggal Rasulullah saw. Sebagai pemimpin, kedermawanan dan solidaritas kemanusiaannya terhadap sesama tak diragukan lagi.
Ketika Abu Bakar r.a. diangkat menjadi khalifah, kekayaannya mencapai 40.000 dirham, jumlah yang sangat besar saat itu.
Kekayaan itu seluruhnya didedikasikannya untuk perjuangan Islam. Abu Bakar r.a. wafat di usianya yang ke 63 tahun setelah ia sakit.
6. Wafatnya Imam Ibnu Khuzaimah
Tanggal 2 Dzulqaidah 311 H./924 M. Imam Ibnu Khuzaimah, penyusun kitab hadis Shahih Ibn Khuzaimah wafat di usianya yang ke 89 tahun.
Itulah peristiwa sejarah penting yang terjadi pada buklan Dzulqaidah. Semoga kita dapat mengambil ibrah dan manfaat dari peristiwa itu. Wallahu alam bishawab.
Editor : Tasropi