Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Seri Sejarah Indonesia! 8 Mei 1579 Kerajaan Sunda Ditaklukan oleh Kesultanan Banten

Tasropi • Rabu, 8 Mei 2024 | 18:32 WIB
Tampilan Buku Hitam Putih Pajajaran karya Fery Taufiq El Jaquene di marketplace.
Tampilan Buku Hitam Putih Pajajaran karya Fery Taufiq El Jaquene di marketplace.

RADARSEMARANG.ID, KERAJAAN Sunda berlangsung antara tahun 932 dan 1579 Masehi di bagian barat pulau Jawa.

Wilayah yang pernah dikuasainya yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, sebagian wilayah barat Provinsi Jawa Tengah, serta meliputi sebagian wilayah selatan Pulau Sumatra.

Kerajaan ini merupakan penerus dari Kerajaan Tarumanagara yang bercorak Hindu dan Buddha, kemudian sekitar abad ke-14 diketahui kerajaan ini telah beribu kota di Kawali serta memiliki dua kawasan pelabuhan utama di Kalapa dan Banten.

Baca Juga: Seri Sejarah Semarang ! Bukit Bergota Semarang Dulu Diduga Berada di Tepi Pantai. Ada Temuan Arkeologi Masa Kerajaan Mataram Kuno.

Hari ini pada abad 16 tepatnya 8 Mei tahun 1579 Kerajaan Sunda runtuh setelah ibu kota kerajaan ditaklukan oleh Maulana Yusuf dari Kesultanan Banten.

Sementara sebelumnya kedua pelabuhan utama Kerajaan Sunda itu juga telah dikuasai oleh Kesultanan Demak pada tahun 1527, Kalapa ditaklukan oleh Fatahillah dan Banten ditaklukan oleh Maulana Hasanuddin.

Benteng pertahanan Kerajaan Sunda yang bernama Palangka Sriman Sriwacana konon membuat Kasultanan Banten memerlukan waktu cukup lama menaklukannya.

Bayangkan dari tahun 1527 - 1579, setidaknya butuh 2-3 generasi kepemimpinan sampai Banten menaklukan Pakuan Pajajaran.

Kisah penyerangan pasukan Kesultanan Banten ini dituliskan pada buku "Hitam Putih Pajajaran: Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran" tulisan Fery Taufiq El Jaquenne.

Serangan dari Banten ini membuat Raja Nilakendra harus mengungsi dari istana kerajaan.

Nilakendra bersama rombongan dan pengiringnya melarikan diri dari istana menuju sebuah daerah di Sukabumi Selatan.

Sementara di ibu kota Kerajaan Sunda, Pakuan. Pasukan Banten mencoba memasuki kokohnya Palangka Sriman Sriwacana.

Serat Banten menyebutkan adanya pemberangkatan pasukan Banten ketika menyerang Pakuan, ibu kota Pajajaran, Kerajaan Sunda.

Pupuh Kinanti bahkan menuliskan, bahwa serangan itu terjadi pada bulan Muharram, tepat pada awal bulan Ahad tahun Alif inilah tahun sakanya satu lima kosong satu.

Setibanya di Pakuan, Kesultanan Banten mampu menguasai Pakuan Pajajaran dengan waktu singkat.

Sebenarnya Banten kesulitan betul menembus benteng pertahanan kendati hampir seluruh petinggi Kerajaan Sunda sudah mengungsi.

Akan tetapi Banten memiliki orang dalam bernama Ki Jonggo, pejabat Pakuan Pajajaran yang berkhianat.

Ki Jonggo masih ada hubungan darah dari salah satu komandan pasukan Banten.

Ia yang sebenarnya diperintahkan menjaga keamanan istana dan benteng pertahanan akhirnya membukakan pintu gerbang benteng pertahanan.

Motifnya tak lain karena rasa sakit hatinya selama menjabat sebagai komandan pengawal Kerajaan Pajajaran, sang raja tidak pernah menaikkan jabatannya.

Hal ini memicu rasa sakit hati pada sang raja Nilakendra.

Tetapi perihal pasukan Banten yang melakukan serangan ke kawasan Pakuan, Banten perlu merencanakan waktu cukup lama yakni sembilan tahun.

Selama sembilan tahun itulah taktik, strategi, pasukan, dan peralatan disiapkan Kesultanan Banten menyerang Pakuan Pajajaran.

Hal ini setelah sebelumnya beberapa wilayah yang menjadi kekuasaan Kerajaan Sunda terlebih dahulu dikuasai.

Baca Juga: Peziarah Asal Banten Hilang di Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Pencarian Masih Dilakukan

Penyerangan ini didasari pada keinginan Maulana Yusuf untuk turut menyebarkan agama Islam ke daerah pedalaman Banten.

Sehingga sejak saat itu, Jawa Barat dikenal oleh banyak orang sebagai daerah penyebaran agama baru.

Perihal penyerangan Banten ke Kerajaan Sunda ini, konon bukan merupakan penyerangan biasa. Melainkan penyerbuan ke segala lini Pakuan Pajajaran dan melumpuhkan segala bidang.

Pasca serangan Banten dan larinya Raja Nilakendra kian mempersulit posisi Pajajaran dan semakin memperburuk kondisinya.

Kisah penaklukan ini juga dicatatkan pada sebuah sumber di Cirebon, dikisahkan Kerajaan Pajajaran, representasi Kerajaan Sunda lenyap dari permukaan bumi pada tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 saka, berarti bertepatan tanggal 11 Rabiul Awal 987 hijriah atau 8 Mei 1579 Masehi.

Editor : Tasropi
#kerajaan sunda #Kesultanan Banten