RADARSEMARANG.ID, MAKAN buah-buahan sangat penting bagi kesehatan, terutama untuk memenuhi kebutuhan akan serat dan vitamin.
Konsumsi buah berfungsi untuk memenuhi kebutuhan gizi, menjaga kesehatan, meningkatkan energi, serta memenuhi kebutuhan vitamin dalam tubuh.
Bicara tentang buah, negeri kita Indonesia sangat kaya akan ragam dan jenisnya. Tanah yang subur ditambar keragaman hayati yang tinggi membuat Indonesia banyak ditumbuhi tanaman buah-buahan.
Indonesia memiliki buah asli yang hidup dan berkembang di sejumlah daerah tertentu. Buah ini kadang menjadi endemik atau buah khas lokal yang hanya tumbuh di daerah tersebut.
Namun demikian, banyak dari jenis buah asli Indonesia yang kini semakin langka dan sulit ditemukan. Baik karena tidak ada yang membudidayakan maupun tidak dijual secara luas di pasaran.
Jarang orang tahu, beberapa buah langka itu kadang masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan kuliner. Salah satunya yaitu dibuat rujak.
Inilah 6 buah langka yang enak dijadikan rujak :
1. Buah Rukem
Buah rukem merupakan tanaman asli Indonesia dengan nama latin Flacourtia rukam.
Sayangnya, hingga sekarang buah rukem belum dibudidaya sebagai buah komersil.
Ada rasa sepat pada buah ini, sehingga harus dihilangkan terlebih dahulu dengan cara dipijit-pijit sebelum dimakan.
Biasanya, buah rukem selain diolah menjadi rujak, juga dapat diolah menjadi asinan.
2. Buah Kemang
Buah dengan nama latin Mangifera caesia dan merupakan sejenis buah mangga.
Buah kemang dikenal di wilayah Kalimantan Timur dengan nama palong.
Saat sudah matang, warna kulitnya kuning kecokelatan.
Sedangkan daging buahnya juga berwarna kuning, bercitarasa manis sedikit asam, dan mengandung banyak air.
Biasanya, buah kemang dikonsumsi langsung atau dimakan sebagai campuran es buah dan rujak, serta dibuat sirup.
3. Buah Gandaria
Diketahui bahwa buah gandaria ini sejenis mangga. Kamu dapat menemukan buah mangga gandaria di beberapa daerah Negara Indonesia, buah ini tersebar di sebagian Pulau Jawa, Maluku, Kalimantan Selatan, Sulawesi dan Papua.
Buah ini rasanya manis dengan sedikit rasa masam yang akan menciptakan kesan segar ketika memakan buah tersebut. Sehingga cocok jika dijadikan rujak, bahkan tanpa harus mengupas kulitnya.
4. Buah Mundu
Buah dengan nama latin Garcina dulcisini banyak ditemukan di Pulau Jawa dan Kalimantan.
Buahnya berbentuk bulat seperti bola pingpong, bila sudah masak berwarna kuning, halus, dan tipis kulitnya.
Daging buahnya berwarna kuning, berair dan rasanya manis-manis asam, sangat cocok sebagai bahan tambahan untuk membuat rujak.
5. Buni
Buah buni biasanya “bergerombol” dalam satu tandan. Bentuknya sedikit mirip cranberry.
Warna kekuningan identik dengan buah buni muda, sedangkan buah buni yang matang cenderung berwarna merah kehitaman.
Jika digigit, kamu bakal merasakan betapa berairnya buah ini. Uniknya, pigmen alami dalam buah buni membuatnya cocok sebagai pewarna alami.
Buah buni nggak cuma enak dimakan langsung, tetapi juga enak diolah menjadi rujak maupun selai.
6. Kecapi
Kecapi merupakan buah khas lokal Jakarta yang langka dan mulai jarang dijumpai. Orang kadang menyebutnya sebagai buah sentul.
Bentuk kecapi sedikit pipih dengan kulit berwarna kuning keemasan. Tampak bulu-bulu halus menutupi kulitnya.
Bagian daging buah luar berwarna merah dan daging bagian dalam berwarna putih dengan tekstur lunak cenderung lembut.
Buah kecapi mempunyai rasa manis asam yang enak, cocok untuk dijadikan bahan rujak.
Buah-buahan langka di atas jarang orang tahu wujud dan bentuknya. Jika Anda tahu dan sempat membelinya usahan untuk menyimpan benih atau bijinya agar dapat dibudidayakan.
Editor : Tasropi