RADARSEMARANG.ID - Malam Nuzulul Quran merupakan malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan.
Di setiap bulan Ramadhan, terdapat peristiwa penting yang selalu diperingati, yaitu malam Nuzulul Quran.
Berdasarkan kalender Hijriah yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI, malam Nuzulul Quran Ramadhan kali ini diprediksi jatuh pada tanggal 27 Maret 2024.
Allah SWT menurunkan rahmat dan ampunan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal shaleh di malam Nuzulul Quran ini.
Menurut sejarahnya, Nuzulul Quran adalah peristiwa Al-Quran diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke Baitul 'Izzah di langit dunia.
Kemudian dari peristiwa tersebut disampaikan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW oleh Malaikat Jibril.
Umat Muslim merayakan Peristiwa Nuzulul Quran pada malam 17 Ramadhan sebagai momen bersejarah dalam Islam.
Selain sebagai waktu untuk merenung dan mengingat, peristiwa ini juga dijadikan kesempatan untuk memperbaiki ibadah dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Ketika Rasulullah SAW menerima wahyu pertama, beliau sedang berada di Gua Hira yang terletak di Gunung an-Nur, dekat dengan kota Mekkah.
Gua Hira merupakan tempat di mana Rasulullah SAW berdiam diri saat menerima wahyu tersebut.
Saat itu Nabi Muhammah SAW diketahui berusia 40 tahun ketika menerima wahyu pertamanya.
Pada saat itu juga, Nabi Muhammah SAW belum pernah melihat malaikat sebelumnya, sehingga ketika malaikat Jibril datang kepadanya, Rasullullah SAW merasa sangat ketakutan, karena malaikat Jibril memiliki tubuh yang begitu besar dan tidak dikenal oleh Rasul.
Dalam suati riwayat Hadits, Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan sosok besarnya malaikat Jibril dengan bentangan 600 sayap:
رَأَيْتُ جِبْرِيلَ عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى، عَلَيْهِ سِتُّمِائَةِ جَنَاحٍ، يُنْتَثَرُ مِنْ رِيشِهِ التَّهَاوِيلُ: الدُّرُّ وَالْيَاقُوتُ
Artinya: "Aku melihat Jibril di sisi Sidratul Muntaha. Ia memiliki 600 sayap. Dari bulu sayapnya bertaburan permata dan batu-batu mulia." (HR Ahmad).
Ketika malaikat Jibril tiba, Nabi masih merasa takut mendengar suara malaikat yang berkata "Iqra", yang berarti "Bacalah".
Nabi Muhammad SAW merasa bingung dan menjawab bahwa ia tidak bisa membaca. Malaikat Jibril kemudian mendekap Nabi dan melepaskannya, lalu mengulangi kata "Iqra".
Kemudian Nabi Muhammad SAW terus menjawab bahwa ia tidak bisa membaca, namun malaikat Jibril terus mendekapnya dan mengulangi permintaan untuk membaca.
Interaksi tersebut berulang kali hingga Nabi Muhammad SAW akhirnya mengubah jawabannya menjadi "Apa yang harus aku baca?"
Akhirnya, turunlah 5 ayat pertama dari surat Al-Alaq, menjadi wahyu pertama Al-Quran yang diturunkan ke dunia.
Malam Nuzulul Quran mengingatkan kita tentang pentingnya Al-Quran sebagai pedoman hidup bagi umat Islam.
Oleh karena itu, alangkah baiknya harus selalu membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Editor : Baskoro Septiadi