Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Ramadan Tapi Tetap Ingin Berhubungan Intim, Berikut 3 Tips agar Tak Mengganggu Puasa

Iskandar • Selasa, 12 Maret 2024 | 23:01 WIB
Grafis.
Grafis.

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Puasa di bulan Ramadan, tidak hanya perkara menahan lapar dan haus. Namun juga harus bisa menahan diri dari segala godaan hawa nafsu, yang membatalkannya dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Nah, salah satu perkara yang membatalkan puasa adalah berjimak atau berhubungan badan. Bentuk ganti ruginya harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut.

Jika tidak mampu, wajib memberi makan 60 fakir miskin dengan masing-masing senilai tiga perempat liter beras.

Semua ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa berhubungan suami istri saat sedang berpuasa akan membatalkan puasa.

Jika nekat melakukannya, maka wajib baginya mengganti puasa (qadha) dan membayar kafarat di luar bulan Ramadan.

Dikutip dari buku Fiqih Lima Mazhab yang ditulis oleh Muhammad Jawad Mughniyah menyebut bahwa membayar kafarat adalah memerdekakan budak.

Jika tidak mendapatkannya, maka ia harus berpuasa dua bulan berturut-turut. Jika tidak mampu, dia harus memberi makan 60 orang fakir miskin.

Akan tetapi, hukum berhubungan suami istri di bulan Ramadan, menjadi boleh jika dilakukan di luar waktu puasa atau malam hari. Pendapat ini merujuk pada Alquran surat Al Baqarah ayat 187:

"Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 187).

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyampaikan bahwa ayat tersebut merupakan suatu keringanan dari Allah SWT untuk kaum Muslim. Allah SWT juga telah menghapus apa yang berlaku di masa permulaan Islam yang pada waktu itu bersetubuh dihalalkan setelah berbuka puasa sampai salat Isya saja.

Artinya, berhubungan suami istri selama Ramadan boleh hukumnya jika dilakukan malam hari. Sebelum menunaikan ibadah puasa pada esok harinya, wajib bagi pasangan suami istri tersebut untuk mandi wajib terlebih dahulu.
Untuk lebih jelasnya, betikut tips berhubungan Intim saat puasa Ramadhan.


1. Mengatur Waktu

Anda perlu tahu, bahwa waktu untuk berhubungan seksual di bulan Ramadan sangat singkat. Karena itu, pasutri harus pintar membagi waktu. Nah, waktu ideal untuk berhubungan intim yakni antara pukul 9–10 malam.

Khawatirnya, jika melebihi jam tersebut, pasutri akan melewatkan waktu sahur. Jika sebelum jam tersebut, pasutri masih belum memiliki tenaga yang cukup, sebab baru saja berbuka puasa.

2. Menjaga Asupan Gizi

Selama puasa, pastikan pasutri tetap menjaga makanan yang masuk ke tubuh. Tujuannya, agar stamina tetap prima. Makan secukupnya dan sesuai kebutuhan.

Pastikan agar karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral selalu terkandung dalam setiap sajian yang disantap. Jika dirasa masih kurang, kamu dan pasangan dapat mengonsumsi suplemen tambahan dan multivitamin.

3. Mandi Junub

Agar tetap menjaga kesehatan tubuh dan bisa beribadah di keesokan harinya, jangan lupa untuk melakukan mandi junub. Ada baiknya untuk melakukannya sehabis sahur. Tujuanya, agar badan lebih segar dan siap beraktivitas kembali. Hindari melakukannya pada malam hari karena kebiasaan ini rentan memicu masalah kesehatan. (isk)

Editor : Baskoro Septiadi
#Ramadan #nafsu