Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Kultum Perdana, Ajak Jadi Orang Lemah Lembut

Tasropi • Jumat, 8 April 2022 | 19:35 WIB
Kultum perdana digelar secara hybrid di kantor Jawa Pos Radar Semarang Jalan Veteran 55, Semarang, Kamis (7/4) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kultum perdana digelar secara hybrid di kantor Jawa Pos Radar Semarang Jalan Veteran 55, Semarang, Kamis (7/4) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SemarangJawa Pos Radar Semarang menggelar Kuliah Tunggu Maghrib (Kultum) perdana pada Ramadan hari kelima.

Acara yang digelar secara hybrid ini diikuti seluruh karyawan di kantor Jawa Pos Radar Semarang Jalan Veteran 55, Semarang, Kamis (7/4) kemarin.

Termasuk wartawan di Biro Kedu dan Biro Pekalongan juga mengikuti kultum melalui aplikasi zoom meeting.

Baca Juga: Kultum Ramadan: Toleransi dalam Menghargai Perbedaan Jumlah Rakaat Tarawih

Wartawan Jawa Pos Radar Semarang Figur Ronggo Wassalim mengisi materi kultum. Ia menyampaikan empat golongan orang-orang yang terpilih.

Di antaranya orang yang rendah hati (tawadhu), lemah lembut, mudah, dan dekat dengan manusia.

“Diharamkan atas api neraka, setiap orang yang rendah hati, lemah lembut, mudah, serta dekat dengan manusia,” jelasnya.

Ia menambahkan, manusia yang rendah hati akan diangkat derajatnya. Selain itu, Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT untuk menjadi rasul agar diteladani sifat lemah lembutnya.

Hal ini dilakukan oleh para wali dalam menyebarkan agama Islam. Walisongo menyebarkan Islam dengan akulturasi budaya dan tanpa paksaan.

Dalam kultumnya ia juga mengajak agar anusia saling membantu serta bersilaturahim agar dilapangkan rizkinya.

Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi menambahkan, walaupun berpuasa dan menjalankan ibadah, manusia tetap harus menjalankan aktivitas seperti biasa.

Setelah adzan maghrib berkumandang, acara dilanjut dtutup dengan doa dan makan bersama. (cr4/ida)

Editor : Agus AP
#Kultum #Kuliah Tunggu Maghrib #akulturasi budaya #muhammad saw