RADARSEMARANG.ID, Diet ekstrem ala selebritis selalu menarik perhatian karena menjanjikan hasil cepat dan drastis.
Banyak yang terinspirasi, tapi tahukah Anda bahwa metode ini sering kali berisiko tinggi?
Berikut 5 diet ekstrem yang pernah dijalani selebritis Indonesia dan internasional, beserta validasi data serta risikonya.
Baca Juga: Cari Pemanis Alami Tanpa Kalori? Ini Kata dr Tirta Soal Stevia dan Diet Rendah Gula
1. Diet OCD (Obsessive Corbuzier’s Diet) – Deddy Corbuzier
Deddy Corbuzier mempopulerkan diet ini sejak 2013 dengan sistem jendela makan (Intermittent Fasting ekstrem).
Tahapannya:
- Level 1: Makan 8 jam, puasa 16 jam.
- Level 2: Makan 6 jam, puasa 18 jam.
- Level 3: Makan 4 jam, puasa 20 jam.
- Level 4: Makan 1 kali sehari (OMAD) atau puasa 24 jam.
Hasil:
Deddy berhasil turun puluhan kilogram dan membentuk otot. Banyak pengikut merasakan manfaat serupa.
Baca Juga: 7 Manfaat Anak Bantu Pekerjaan Orang Tua Sejak Kecil Menurut Psikolog
Diet OCD ala Deddy Corbuzier ini memiliki risiko seperti IF yang bisa turunkan berat badan 3-8% dalam beberapa bulan, tapi level ekstrem berisiko kekurangan nutrisi, pusing, dan gangguan metabolisme jika tidak dilakukan bertahap. Konsultasi dokter sangat diperlukan.
2. Diet Kenyang / Clean Eating Real Food – Dewi Hughes
Dewi Hughes turun drastis hingga 90-150 kg (dari ~150 kg menjadi ~59 kg) dalam 15 bulan dengan “Diet Kenyang”.
Ia fokus pada makanan alami (real food): banyak sayur, buah, kacang-kacangan, protein segar, tanpa gula tambahan, garam, minyak, tepung, dan nasi (sudah 8 tahun tidak makan nasi).
Kombinasi dengan hipnoterapi untuk mengubah mindset.
Baca Juga: Collabonation Tour Hipnotis Kaum Milenial Semarang
Pendekatan clean eating bisa sustainable dan mendukung kesehatan jika nutrisi lengkap. Namun risikonya restriksi ekstrem (tanpa nasi/gula/garam) berisiko defisiensi nutrisi jika tidak seimbang.
Keberhasilannya banyak dipengaruhi hipnoterapi dan konsistensi pribadi.
Baca Juga: Sego Bebek Mbak Mal Hadirkan Bumbu Ireng dan Nasi Kemaruk, Racikan Khas Malrani Jebolan MasterChef
3. Master Cleanse (Lemonade Diet) – Beyoncé
Beyoncé kehilangan ~9 kg dalam 2 minggu untuk film Dreamgirls dengan minum hanya campuran lemon, sirup maple, cabai, dan air. Tanpa makanan padat.
Risiko diet ini penurunan cepat berat air maupun volume otot.
Risiko tinggi pelaku diet ini akan mengalami dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, malnutrisi, dan rebound weight gain >90%.
4. Extreme Low-Calorie & Carb Cutting – Kim Kardashian
Kim Kardashian turun 7 kg dalam 3 minggu untuk Met Gala dengan memotong karbohidrat & gula total, protein + sayur bersih, treadmill, dan sauna suit.
Mirip VLCD (Very Low Calorie Diet dapat menurunkan berat badan dengan cepat tapi berisiko metabolisme melambat, hilang massa otot, dan gangguan hormon.
Sulit dipertahankan jangka panjang.
5. Baby Food Diet atau Juice Cleanse Ekstrem – Jennifer Aniston & Selebriti Lain
Jennifer Aniston dikabarkan makan pure bayi dalam porsi kecil + satu makan malam dewasa. Banyak selebriti pakai juice cleanse (Miranda Kerr, Jessica Alba) atau varian ekstrem lainnya.
Diet ini dapat mengontrol kalori ketat, tapi kurang nutrisi untuk dewasa. Risiko malnutrition, kelelahan, dan efek yo-yo.
Mengapa Diet Ekstrem Jarang Bertahan?
Studi menunjukkan diet ekstrem memberikan hasil awal (5-10% penurunan berat), tapi tingkat adherence rendah (hanya 12-42% bertahan >1 tahun).
Regain berat badan tinggi (hingga 72-90% dalam beberapa tahun).
Diet ekstrem juga berisiko adanya gangguan organ, tulang, hormon, dan mental (depresi, disordered eating).
Selebriti punya tim ahli, nutrisi mahal, dan motivasi profesional — hasil mereka tidak selalu bisa ditiru orang biasa.
Diet ekstrem seperti OCD Deddy Corbuzier atau Clean Eating Dewi Hughes bisa menginspirasi, tapi jangan langsung ikuti tanpa pengawasan.
Pilih pendekatan berkelanjutan dengan melakukan defisit kalori moderat, makan seimbang (sayur, protein, serat), olahraga, dan konsultasi ahli gizi/dokter.
Kesehatan jangka panjang jauh lebih penting daripada langsing cepat!(tas)
Editor : Tasropi