RADARSEMARANG.ID - Berpuasa bukan berarti tubuh harus “libur” total dari aktivitas fisik. Justru dengan bergerak secukupnya, badan bisa terasa lebih ringan, pikiran lebih segar, dan tidur pun lebih nyenyak.
Namun, olahraga saat puasa memang perlu dilakukan dengan cara yang lebih bijak. Bukan soal kuat-kuatan, tapi soal memahami kondisi tubuh sendiri.
Pilih Waktu yang Bersahabat dengan Tubuh
Banyak orang memilih berolahraga menjelang berbuka, karena setelah selesai, tubuh bisa langsung mendapatkan asupan air dan makanan.
Ada juga yang lebih nyaman setelah tarawih, saat energi sudah terisi kembali. Intinya, sesuaikan dengan kekuatan fisik masing-masing supaya tidak menyiksa.
Turunkan Ego, Pilih Intensitas yang Ringan
Ramadan bukan waktu untuk memecahkan rekor pribadi. Tidak perlu olahraga berat yang menguras tenaga. Jalan kaki santai, yoga, stretching, atau bersepeda ringan sudah cukup.
Tujuannya bukan membakar kalori besar-besaran, tapi menjaga tubuh tetap aktif dan tidak kaget setelah sebulan minim gerak.
Jangan Terlalu Lama
Olahraga 30–45 menit sudah lebih dari cukup. Terlalu lama justru bisa membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan energi. Ingat, selama puasa kita tidak bisa langsung minum saat haus. Jadi, lakukan secukupnya saja.
Batasi Durasi Latihan
Durasi ideal olahraga saat puasa adalah sekitar 30–45 menit. Waktu ini cukup untuk menjaga metabolisme tetap aktif tanpa membuat tubuh kelelahan. Terlalu lama berolahraga bisa meningkatkan risiko dehidrasi dan lemas.
Perhatikan Asupan Saat Sahur dan Berbuka
Energi saat berpuasa sangat bergantung pada makanan yang dikonsumsi. Saat sahur, pilih karbohidrat kompleks (seperti nasi merah, oatmeal), protein, dan serat agar kenyang lebih lama. Sedangkan, saat berbuka awali dengan air putih dan makanan ringan sebelum makan utama agar tubuh tidak kaget.
Cukupi Kebutuhan Cairan
Dehidrasi adalah risiko utama saat olahraga di bulan puasa. Pastikan minum cukup air putih dari waktu berbuka hingga sahur. Hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat memicu tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
Dengarkan Sinyal Tubuh
Jika merasa pusing, mual, atau sangat lemas, segera hentikan aktivitas. Jangan memaksakan diri. Setiap orang memiliki daya tahan berbeda, jadi penting untuk mengenali batas kemampuan diri sendiri.
Dengan perencanaan yang tepat, olahraga saat puasa tetap bisa dilakukan dengan aman. Ramadan pun bisa menjadi momen untuk membangun kedisiplinan sekaligus menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. (mg8)
Editor : Baskoro Septiadi