Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Benarkah 90 Persen Penyakit Berasal Dari Pikiran? Ini Penjelasan Dokter Tirta

Magang Radar Semarang • Selasa, 27 Januari 2026 | 10:44 WIB
Apakah betul, penyakit itu 90?rasal dari pikiran?
Apakah betul, penyakit itu 90?rasal dari pikiran?

RADARSEMARANG.ID -  Dokter Tirta Jawab Mitos dan Fakta Kesehatan dari Netizen di Konten “Suara Tirta”Kanal. YouTube Dokter Tirta kembali menghadirkan konten edukatif melalui program Suara Tirta, yang kali ini membahas berbagai mitos dan fakta kesehatan berdasarkan pertanyaan langsung dari netizen.

Bertempat di garasi dengan suasana santai namun tetap informatif, Dokter Tirta mengulas beragam keluhan kesehatan yang sering dialami masyarakat, mulai dari asam lambung, gangguan indra perasa, hingga masalah pernapasan.

Salah satu pertanyaan yang dibahas adalah mengenai produksi air liur berlebihan yang membuat seseorang ingin terus meludah, apakah menjadi tanda meningkatnya asam lambung.

Dokter Tirta menjelaskan bahwa kondisi tersebut bisa iya atau tidak. Menurutnya, produksi air liur dipengaruhi oleh metabolisme enzim dan faktor hormonal.

Baca Juga: Wapres Gibran Pastikan Percepatan Pembangunan Papua, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

Selain itu, ketidakseimbangan aktivitas saraf simpatis dan parasimpatis, serta kondisi lapar, juga dapat memicu peningkatan air liur.

Asam lambung dan air liur memang berhubungan, namun tidak selalu menjadi indikator pasti adanya gangguan lambung.

Pertanyaan lain yang banyak muncul adalah soal air putih dengan pH tinggi yang disebut-sebut mampu menetralkan asam lambung.

Dokter Tirta menegaskan bahwa pada dasarnya, apa pun yang masuk ke dalam kerongkongan akan di saring oleh tubuh, khususnya oleh asam lambung.

"Fungsi asam lambung sendiri adalah menetralisir makanan dan minuman, termasuk yang kotor atau mengandung bakteri. Namun, jika minuman atau makanan memiliki tingkat keasaman yang terlalu tinggi, hal tersebut justru dapat merusak dan memperparah kondisi maag maupun GERD. Inilah alasan mengapa penderita maag dan GERD tidak disarankan mengonsumsi jus jeruk atau kopi," terangnya.

Baca Juga: Warga Korban Banjir Wonosari Semarang Datangi Posko Kesehatan, Keluhkan Penyakit Ini

 

Dokter Tirta juga menjawab pertanyaan terkait lidah yang terasa mati rasa setelah mengonsumsi makanan atau minuman panas. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan mati rasa, melainkan gangguan pada indra perasa. Di dalam lidah terdapat banyak saraf dan mukosa.

Jika terkena suhu terlalu panas, mukosa dapat rusak dan memicu peradangan. Saat proses peradangan terjadi, saraf yang berperan dalam indra perasa akan terganggu sehingga sensasi rasa menjadi tidak normal.

Fenomena pilek yang terasa berubah sesuai posisi tidur juga dijelaskan secara medis. Menurut Dokter Tirta, hidung tersumbat terjadi karena pembengkakan mukosa hidung akibat infeksi atau peradangan.

Baca Juga: Polisi Turun Langsung Jaga Wisatawan dan Buka Layanan Kesehatan Gratis

Pembengkakan ini membuat aliran lendir terhambat dan dapat menimbulkan rasa mengikat di telinga.

Ia mengingatkan agar tidak memaksakan mengeluarkan lendir saat hidung mampet, karena tekanan yang meningkat dapat menyebabkan pembuluh darah pecah dan memicu mimisan. Jika lendir sudah kental dan menetap, pemeriksaan ke dokter THT sangat dianjurkan.

Selain itu, Dokter Tirta menjawab pertanyaan seputar penderita hernia yang ingin berlari atau mengangkat beban. Menurutnya, hal tersebut sangat bergantung pada ukuran hernia dan kondisi pemulihan pasien.

Setiap aktivitas olahraga akan melibatkan otot inti atau otot inti perut yang dapat meningkatkan tekanan intra perut.

Baca Juga: Astra Serahkan 35 Unit Ambulans untuk Mendukung Layanan Kesehatan Masyarakat di Indonesia

"Jika tekanan intraabdomen meningkat, organ-organ di dalam rongga perut akan ikut tertekan, sehingga aktivitas fisik perlu disesuaikan dan dikonsultasikan terlebih dahulu," katanya.

Dokter Tirta menegaskan bahwa ia tidak sependapat dengan anggapan bahwa 90 persen penyakit berasal dari pikiran. Menurutnya, penyakit memiliki banyak faktor penyebab, mulai dari gangguan metabolisme, faktor genetik, hingga infeksi.

Ia menekankan bahwa proses kesembuhan pasien sangat bergantung pada imunitas tubuh masing-masing, sementara kondisi pikiran berperan sebagai faktor pendukung, bukan satu-satunya penyebab penyakit.

Baca Juga: Berkat Kerja-Kerja Kolaboratif, Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik

Melalui konten Suara Tirta, Dokter Tirta kembali mengajak masyarakat untuk lebih bijak menyaring informasi kesehatan serta memahami tubuh secara menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun mental. Edukasi sederhana namun berbasis medis ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih sadar akan pentingnya kesehatan secara menyuluruh. (mg10)

Editor : Baskoro Septiadi
#kebiasaan positif #kesehatan lambung #kesehatan fisik dan mental #pikiran positif #dokter tirta