Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Stop Jadi 'Dokter Dadakan', Ini Bahaya Self-Diagnosis Cuma Modal Nonton Konten TikTok

Magang Radar Semarang • Senin, 26 Januari 2026 | 12:54 WIB
hati-hati jangan sampai kita jadi
hati-hati jangan sampai kita jadi

RADARSEMARANG.ID - Zaman sekarang, kalau merasa ada yang nggak beres sama tubuh atau pikiran kita, hal pertama yang dilakukan bukan pergi ke dokter, tapi buka HP.

Cukup ketik keluhan di kolom pencarian TikTok atau Instagram, langsung keluar ribuan video yang seolah-olah "memvalidasi" kondisi kita.

Misalnya, baru lihat video soal gejala anxiety atau ADHD, kita langsung merasa, "Wah, ini aku banget!" dan tanpa pikir panjang langsung menyimpulkan kalau kita mengidap gangguan tersebut.

Memang kemudahan informasi itu bagus, tapi hati-hati ya, jangan sampai kita jadi "dokter dadakan" buat diri sendiri alias melakukan self-diagnosis.

Dikutip dari ulasan di laman resmi Unair News, tren mendiagnosis diri sendiri cuma modal konten media sosial ini lagi marak banget di kalangan anak muda.

Padahal, informasi yang beredar di medsos itu sifatnya sangat umum dan belum tentu akurat buat kondisi tiap orang yang berbeda-beda.

Masalahnya, kalau kita asal percaya dan telan mentah-mentah info dari internet, dampaknya bisa bahaya.

Bukannya tenang, kita malah bisa jadi makin cemas berlebihan (cyberchondria).

Lebih ngerinya lagi, menurut artikel kesehatan di Siloam Hospitals, orang yang melakukan self-diagnosis berisiko salah mengambil tindakan, seperti mencoba pengobatan sendiri atau minum obat tanpa resep yang justru bisa membahayakan nyawa.

Ingat, internet itu idealnya cuma buat cari informasi awal atau referensi saja, bukan buat ambil kesimpulan akhir.

Kondisi mental atau fisik seseorang itu kompleks banget dan butuh diagnosa dari ahlinya orang yang memang sekolah bertahun-tahun di bidang itu, seperti dokter atau psikolog.

Jadi, daripada habis waktu buat scrolling konten yang bikin parno, mending segera buat janji sama profesional kalau merasa ada yang bener-bener nggak beres.

Sehat itu mahal harganya, jangan sampai kita pertaruhkan cuma gara-gara video berdurasi 15 detik di media sosial.

Editor : Baskoro Septiadi
#kesehatan fisik #kesehatan mental #Gen Z #Medsos