Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

PDGI se-Jateng Resmi Miliki Pengurus Baru Periode 2025-2030, Fokus Turunkan Karies dan Perluas Layanan

Khafifah Arini Putri • Minggu, 14 Desember 2025 | 01:44 WIB
Pelantikan PDGI se-Jateng di Hotel Metro Park View, Sabtu (13/12).
Pelantikan PDGI se-Jateng di Hotel Metro Park View, Sabtu (13/12).

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Jawa Tengah (Jateng) periode 2025–2030 resmi dilantik di Hotel Metro Park View Semarang, Sabtu (13/11).

PDGI Jawa Tengah kini dinahkodai oleh drg. Budi Wibowo, Sp.Ort. Ia menggantikan drg. Sri Yuniarti Rahayu yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua PDGI Jateng periode 2022–2025.

Pelantikan pengurus wilayah PDGI Jateng dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal PB PDGI drg. Eka Erwansyah. Sementara itu, pengurus cabang PDGI se-Jawa Tengah dilantik langsung oleh Ketua PDGI Jateng periode 2025–2030, drg. Budi Wibowo.

Ketua PDGI Jateng drg. Budi Wibowo, Sp.Ort, menyampaikan persoalan kesehatan gigi dan mulut masih menjadi pekerjaan rumah besar di Jawa Tengah. Salah satunya tingginya angka karies gigi.

"Dari program Kemenkes CKG (cek kesehatan gratis) itu ternyata karies atau penyakit gigi itu selalu juara. Jadi nomor satu di semua kabupaten/kota," kata Budi.

Pihaknya menyebut permasalahan ini bahkan dibahas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat sidang kabinet. Untuk menjawab tantangan itu, Budi menyampaikan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan. Salah satunya adalah menurunkan angka karies dengan target zero karies 2030.

Ke depan Budi akan menggencarkan upaya preventif (pencegahan) dan kuratif (pengobatan). Programnya akan fokus pada anak sekolah dan menjangkau daerah-daerah yang belum tersentuh layanan dokter gigi, seperti yang pernah dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto.

“Selain kuratif (mengobati) ada langkah preventif, itu mencegah. Jauh lebih bagus (sasarannya) di anak-anak sekolah," bebernya.

Pihaknya pun menekankan pengabdian di PDGI bukanlah pekerjaan ringan. Melainkan tanggung jawab dalam melayani masyarakat.

"Jadi ini suatu pengabdian. Kita bekerja terus ikhlas demi profesi ini demi memajukan kesehatan masyarakat di Jawa Tengah," tegasnya.

Ketua PDGI Jateng periode sebelumnya, drg. Sri Yuniarti Rahayu, memberikan pesan kepada pengurus baru untuk mengatasi pekerjaan rumah besar, terutama masalah karies.

“PDGI punya PR besar tentang karies yang masih tinggi, ini PR. Kita 2030 kita tetap ingin punya program Indonesia bebas karies,” katanya.

Ia juga mengungkapkan capaian selama kepemimpinannya, yaitu penambahan satu cabang PDGI di Demak, sehingga total kini menjadi 31 cabang di Jateng. Ia pun menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan sinergi dengan pemerintah daerah.

"Aktivitas kami bersinergi dengan Pemda dan Pemkot di Jateng, dan ini yang saya titipkan pada bapak ibu (pengurus) supaya silaturahmi ini dipegang, karena Jateng ini rumah kita bersama," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut hadir dan menegaskan pentingnya peran dokter gigi dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Khususnya di wilayah pedesaan.

“Profesi kedokteran gigi ini sangat luar biasa sekali dan penting karena masyarakat kita harus mempunyai aspek pencegahan preventive terkait gigi dan mulut," ungkapnya.

Luthfi mengungkapkan hingga kini masih ada 31 puskesmas di Jateng yang belum memiliki dokter gigi. Pihaknya pun meminta PDGI untuk mengisi kekosongan tersebut.

Selain itu, Luthfi juga meminta agar PDGI ikut terjun langsung, memperluas jangkauan layanan kesehatan gigi pada masyarakat hingga tingkat desa melalui program spelling (spesialis keliling).

"Makanya dengan pengurus baru. Saya minta road map di wilayah kita, pada saat (PDGI) datang, gabung kita (Pemprov Jateng)," pungkasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#Persatuan Dokter Gigi Indonesia #cek kesehatan gratis #spelling #karies gigi #GUBERNUR JATENG #Ahmad luhtfi #JAWA TENGAH #langkah preventif