RADARSEMARANG.ID, Pekalongan - Pekalongan mulai kembali diselimuti hujan, dan bersama derasnya air yang turun, jumlah pasien yang datang ke RSUD Bendan juga ikut meningkat.
Ruang tunggu tampak lebih padat dari biasanya, menjadi tanda bahwa perubahan cuaca membawa dampak nyata bagi kesehatan masyarakat.
Direktur RSUD Bendan, dr. Dwi Heri Wibawa, menyebut tren kenaikan ini sebagai fenomena musiman yang hampir selalu berulang setiap memasuki penghujan.
Baca Juga: 4 Obat Insomnia Paling Ampuh di Apotek, Murah, Aman dan Bikin Cepat Ngantuk
Dengan total 18 klinik reguler, RSUD Bendan menjadi salah satu pusat layanan kesehatan terlengkap di Kota Pekalongan.
Dari deretan layanan tersebut, lima klinik mencatat kunjungan terbanyak, yaitu Klinik Penyakit Dalam, Saraf, Mata, Jantung, dan Instalasi Rehabilitasi Medik. “Klinik-klinik itu memang paling tinggi peminatnya.
Mayoritas pasiennya berada pada usia 30 tahun ke atas,” ujar dr. Dwi Heri, Jumat (14/11/2025). Data tersebut sejalan dengan naiknya kasus penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan saraf seiring pertambahan usia.
Baca Juga: Musim Hujan Tiba, Badan Meriang? Ini 5 Obat Flu dan Pilek yang Ampuh di Apotek Tanpa Resep Dokter
Khusus pada layanan Rehabilitasi Medik, pasien yang datang berasal dari dua kelompok besar: anak-anak dan dewasa. Namun, kelompok dewasa tetap mendominasi karena banyak membutuhkan terapi terkait penyakit degeneratif. Di luar itu, hal yang paling menonjol di musim hujan adalah meningkatnya penyakit infeksi lingkungan.
RSUD Bendan mencatat lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, dan tifoid—tiga penyakit yang kerap melonjak saat cuaca lembab dan banyak genangan air muncul.
Baca Juga: Skincare Juara di Apotek, Mencerahkan dan Hilangkan Jerawat Tanpa Mahal
“Betul, tren kasus DBD, diare, dan tifus mulai naik. Ini harus kita waspadai bersama,” tegas dr. Dwi Heri. Ia menjelaskan bahwa tingginya curah hujan menciptakan banyak tempat berkembang biak bagi nyamuk Aedes Aegypti, penyebab DBD.
Sementara itu, kualitas kebersihan makanan dan lingkungan yang menurun saat hujan sering memicu timbulnya diare dan tifus.
Baca Juga: Daripada Beli Skincare Mahal Tak Jelas, Ini 9 Produk Apotek Ampuh dan Aman BPOM
Untuk menghadapi potensi peningkatan kunjungan pasien, RSUD Bendan memastikan seluruh layanan tetap siaga. Tenaga kesehatan, fasilitas rawat inap, hingga layanan unggulan terus diperkuat agar masyarakat mendapatkan pelayanan optimal di masa rawan penyakit seperti sekarang.
Meski demikian, dr. Dwi Heri menekankan bahwa pencegahan tetap menjadi langkah paling penting.
Ia mengajak masyarakat terus menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga kebersihan makanan, dan melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk).
“Menguras bak mandi seminggu dua kali, menutup tampungan air, hingga menimbun barang bekas sangat membantu menekan risiko DBD,” ujarnya.
Menjelang puncak musim penghujan, dr. Dwi Heri kembali mengingatkan masyarakat agar tidak lengah.
“Kami siap melayani, tapi pencegahan selalu yang utama. Mari jaga kebersihan dan kesehatan bersama agar kita terhindar dari penyakit yang sering meningkat saat musim hujan,” pungkasnya.(han)
Editor : Baskoro Septiadi