Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Undip Bantu Pemerintah Percepat Pemenuhan Kekurangan Dokter Spesialis

Muhammad Hariyanto • Minggu, 28 September 2025 | 12:11 WIB

 

Kemenkes saat hadir dalam diskusi nasional IKA Medica FK Undip
Kemenkes saat hadir dalam diskusi nasional IKA Medica FK Undip

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kementrian Kesehatan bersama Ikatan Alumni Medica Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro tengah mencari solusi pemenuhan masih kurangnya dokter spesialis di Indonesia saat ini.

Sebab, jumlah dokter spesialis di Indonesia masih tergolong minim. Bahkan, tidak sebanding dengan rasio penduduk di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Dirjen Sumber Daya Manusia Kemenkes, Yuli Fariana saat Diskusi Nasional yang diselenggarakan IKA Medica Fakultas Kedokteran Undip, di Semarang Sabtu (27/9/2025).

"Setiap tahun kita hanya 2.700 (dokter spesialis). Penduduk kita berapa? 280 juta orang sekian, kurang lebihnya," ungkap Yuli Fariana kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (27/9/2025).

Jumlah tersebut, pihaknya membeberkan juga telah melakukan hitung-hitungan baik rasio penduduk, epidemiologi penyakit, termasuk jenis penyakit.

"Jadilah kita agregat, estimasi kekurangan 70.000 dokter (dokter spesialis)," bebernya.

Menurutnya, telah memiliki peta terkait wilayah atau daerah yang kekurangan dokter spesialis. Pihaknya menyebut, sebagian banyak yang mengalami kekurangan berada di wilayah bagian Timur, Papua, termasuk NTT.

"Untuk pemenuhan tadi upayanya, satu kita rekrutmen melalui bagaimana kita menyiapkan beasiswa, bisa sumbernya dari LPDP atau Kementerian Lembaga," jelasnya.

Langkah kedua, berkoordinasi dan mendorong Kemendikti memproduksi mengakselerasi pemenuhan dokter spesialis melalui dua mesin yang bisa berjalan bersama-sama.

"Dua mesin itu artinya by university base dengan hospital base. Yang ketiga adalah dengan penugasan khusus menggunakan surat penugasan atau SIP," katanya.

Keempat, Yuli mengatakan menyediakan untuk velosi bagi dokter-dokter yang sudah spesialis dan ditingkatkan kapasitasnya. Menurutnya, velosi ini untuk memenuhi seperti kardio intervensi, termasuk neuro intervensi dan lainnya.

"Itu kita saat ini sudah membuka sekitar 300-an velosi, baik ke dalam maupun ke luar nanti," pungkasnya.

Sementara, Ketua Ika Medica Cahyono Hadi mengungkapkan persoalan penyakit degeneratif di Indonesia masih sangat tinggi, sehingga membutuhkan banyak sekali dokter dan dokter spesialis.

"Di sini IKA Medika mendukung pemerintah untuk pemenuhan percepatan dokter spesialis sehingga kita bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Dan kita berharap negara hadir di dalam pemenuhan kesehatan itu," katanya.

Pihaknya menambahkan, juga mendorong penerima dokter spesialis di perbanyak agar kecukupannya di seluruh Indonesia bisa terpenuhi. Termasuk juga mendorong memperbanyak pengiriman dari daerah 3T.

"Jadi, bagaimana mempermudah penerimaan dokter spesialis, sehingga produksinya juga bisa banyak. Kalau kemudian penerimaan nya banyak kan kita outcome-nya juga banyak," imbuhnya.

Staf Khusus Menteri Bidang Jejaring Industri dan Kerjasama Luar Negeri Kemendikti, Oki Earlivan Sampurno mengatakan untuk meningkatkan akselerasi distribusi kebutuhan dengan cara merekrut dari universitas dan rumah sakit.

"Tentunya ada beberapa rumah sakit yang ditunjuk sebagai rumah sakit percontohan. Nah, nanti dari sini baru kita akan kembangkan, sehingga apakah model yang dilakukan ini sudah cukup tepat atau masih perlu ditingkatkan," katanya.

Pihaknya juga mengatakan, sejauh ini ada enam rumah sakit yang sudah dijadikan percontohan di Indonesia. Diantaranya berada di wilayah Jakarta, Bandung, dan Solo.

"Jadi dengan program yang baru pertama kali kami jalankan sebagai piloting project, ini yang akan kita lihat dan kita monitor, bagaimana untuk meningkatkan efektivitas ke depan," jelasnya.

Dekan FK Undip, Yan Wisnu Prajoko menambahkan, mengikuti arahan dari Kemendikti termasuk dari Kementrian terkait percepatan pendirian prodi spesialis, baik oleh FK Undip sendiri maupun FK Undip mendampingi prodi-prodi yang akan didirikan.

"Saya kira ini sangat baik, dan menunjukkan bahwa kepedulian FK Undip juga untuk mendukung program pemerintah. Memang bagaimanapun problem jumlah maupun distribusi ke seluruh Nusantara khususnya untuk dokter spesialis itu masih perlu ditingkatkan," bebernya.

Di FK Undip, pihaknya mengatakan saat ini ada 21 prodi spesialis. Jumlah tersebut terbagi ada 19 spesialis satu dan ada 2 spesialis dua. Spesialis dua itu sub spesialis itu.

"Per tahunnya mungkin kita meng meluluskan sekitar lebih kurang 300 sampai 500 lulusan spesialis subspesialis," pungkasnya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#Fakultas Kedokteran Undip #Jumlah dokter spesialis minim #Ika Medica FK Undip #percepat pemenuhan kekurangan dokter spesialis di Indonesia #svc #kemenkes