RADAR SEMARANG.ID, Semarang - Nonton drakor memang paling seru sambil rebahan, apalagi jika maraton drakor. Namun kebiasaan ini bisa memicu Gerd. Kenapa bisa begitu?
Gerd atau penyakit asam lambung adalah kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan, disebabkan oleh melemahnya katup otot di antara lambung dan kerongkongan.
Gejalanya meliputi sensasi panas di dada (heartburn), mual dan kesulitan menelan.
Baca Juga: Penjelasan Menteri Keuangan Purbaya Terkait Kenaikan Gaji ASN, TNI, Polri dan Pejabat Negara.
Pemicu utama gerd dalam hal ini adalah gravitasi. Saat kamu duduk atau berdiri, gravitasi bumi akan membantu menjaga asam lambung tetap pada tempatnya.
Jika kamu rebahan, terutama terlentang, gravitasi bumi tidak lagi membantu menjaga asam lambung. Asam lambung dapat dengan mudah lewat, mengalir ke kerongkongan.
Keadaan tersebut membuat sensasi terbakar dan sesak di area dada. Tak jarang kebiasaan ini disertai dengan 'nyemil'.
Baca Juga: Perpres 79 Tahun 2025: IKN Menjadi Ibu Kota Politik 2028 Apa itu?
Nyemil ala Gen Z biasanya dengan makanan cepat saji yang mudah ditemukan di mana saja. Makanan tersebut yang juga menjadi salah satu pemicu Gerd (Gastroesophageal Reflux Disease).
Makanan cepat saji biasanya sulit dicerna oleh perut. Serta membutuhkan waktu lama bagi lambung untuk mencerna makanan tersebut.
Gerd yang tidak terkontrol dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan.
1. Masalah Pernapasan
Asam lambung yang kembali ke kerongkongan dan terhirup keparu paru dapat menyebabkan batuk kronis, dan sesak nafas.
2. Kerusakan Gigi
Asam lambung yang naik hingga ke mulut dapat mengikis enamel gigi membuat gigi menjadi lebih sensitif dan mudah rusak.
3. Gangguan Tidur
Sensasi terbakar dari gejala Gerd seringkali mengganggu yang berimbas pada pola tidur.
Gerd yang tidak ditangani dengan tepat bisa berakibat fatal. Penyakit komplikasi bisa datang kapan saja bila Gerd tidak segera ditangani. (mg26)
Editor : Baskoro Septiadi