RADARSEMARANG.ID – Udara yang lembap saat musim kemarau menyebabkan adanya peningkatan populasi nyamuk. Fenomena kemarau basah tengah dirasakan di berbagai wilayah Indonesia.
Kalender musim menunjukan bahwa wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Namun, beberapa waktu belakangan hujan masih turut mengguyur beberapa wilayah yang menyebabkan kelembaban udara meningkat.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyatakan bahwa kemarau basah di Indonesia sudah terjadi sejak bulan Mei 2025 dan kemungkinan akan berlangsung hingga bulan Oktober mendatang.
Pelemahan Monsun Australia dan gelombang kelvin aktif yang melintas di Pesisr Utara Pulau Jawa turut berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan saat musim kemarau di Indonesia.
Kondisi udara yang lembap serta genangan air hujan menjadi tempat yang ideal bagi perkembangbiakan nyamuk.
Jika tidak diatasi, perkembangbiakan nyamuk yang berlebihan dapat membawa penyakit yang merugikan, salah satunya yakni Demam Berdarah (DBD) yang ditularkan oleh spesies nyamuk Aedes Aegypti.
Dalam situasi ini, bahan-bahan alami dari tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai media alternatif untuk mengusir nyamuk.
Selain karena mudah didapat, bahan-bahan yang disediakan oleh alam juga ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan-bahan kimia buatan.
Berikut beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk mengusir nyamuk.
- Kayu Manis
Kayu manis memiliki kandungan yang mampu untuk membasmi telur nyamuk seperti cinnamyl acetate, cinnamaldehyde, dan anethole. Kayu manis juga dikenal sebagai bumbu rempah yang memiliki bau khas. Aroma bau tersebut tidak disukai oleh nyamuk dewasa.
- Serai Wangi
Serai wangi atau citronella memiliki tingkat keampuhan yang sama dengan kayu manis dalam mengusir nyamuk.
Untuk penggunaan praktisnya, serai dapat ditumbuk dan dicampurkan dengan air secukupnya. Campuran ini dapat digunakan sebagai spray pelindung nyamuk alami..
- Pohon Teh
Kandungan minyak yang terdapat dalam pohon teh atau tea tree oil dikenal memiliki senyawa antiseptik yang mampu mengusir serangga, termasuk nyamuk.
Selain itu kandungan dalam minyak pohon teh juga bersifat antiinflamasi dan antimikroba yang mampu meredakan rasa gatal akibat gigitan nyamuk.
- Lavender
Bunga lavender cukup populer digunakan dalam pembuatan lotion anti nyamuk. Bunga ini dikenal karena memiliki bau wangi yang tidak disukai oleh nyamuk. Lavender juga dapat diolah secara sederhana dengan cara ditumbuk dan dioleskan pada kulit.
- Kulit Jeruk
Selain lavender, kulit jeruk juga populer sebagai bahan yangg sering digunakan dalam campuran lotion anti nyamuk. Kulit jeruk dapat digunakan sebagai bahan alami sederhana yang dapat mengusir nyamuk.
Kulit buah ini bisa dikeringkan kemudian diletakan pada sudut-sudut yang sering dikunjungi nyamuk.
Bau segar dari kulit jeruk dapat memberikan aroma yang juga cocok sebagai pengharum ruangan. (mg3)
Editor : Baskoro Septiadi