Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengenal Buah Kesemek, Si Apel Jawa yang Kaya Manfaat namun Sering Terlupakan

Baskoro Septiadi • Senin, 30 Juni 2025 | 17:02 WIB
Kesemek. (Freepik)
Kesemek. (Freepik)

RADARSEMARANG.ID - Buah kesemek, yang kerap dijuluki "apel Jawa", mungkin tidak sepopuler buah-buahan tropis lainnya.

Namun di balik tampilan luarnya yang terkadang diselimuti lapisan putih seperti bedak, buah ini menyimpan segudang manfaat kesehatan yang belum banyak diketahui masyarakat.

Kesemek (Diospyros kaki) memiliki rasa manis yang khas saat matang dan sering dijumpai di daerah pegunungan Indonesia, terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Lapisan putih pada kulit buah ini sebenarnya adalah hasil dari proses pengawetan alami untuk menghilangkan rasa sepat akibat kandungan tanin yang tinggi.

Tak hanya unik dari segi penampilan, buah kesemek juga menyimpan banyak kandungan gizi. Buah ini kaya akan vitamin A, C, dan serat.

Konsumsi rutin kesemek diyakini dapat membantu menjaga kesehatan mata, memperkuat sistem imun, melancarkan pencernaan, serta mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kandungan antioksidan dalam kesemek mampu melawan radikal bebas yang dapat memicu penyakit kronis, seperti kanker dan penyakit jantung.

Selain itu, indeks glikemik yang rendah menjadikan buah ini aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dalam jumlah yang wajar.

Meski begitu, kesemek kini mulai jarang ditemui di pasar-pasar kota besar.

Perubahan pola konsumsi, minimnya informasi mengenai manfaat kesemek, serta persaingan dengan buah impor menjadi tantangan tersendiri bagi eksistensi buah lokal ini.

Sebagai masyarakat Indonesia, sudah saatnya kita kembali melirik buah-buahan lokal seperti kesemek yang tak hanya nikmat, tetapi juga menyehatkan.

Selain melestarikan kekayaan hayati nusantara, konsumsi buah lokal juga mendukung para petani dalam negeri.

Editor : Baskoro Septiadi
#kesemek #apel #tropis