RADARSEMARANG.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan gizi masyarakat masih menuai sorotan.
Terbaru, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat kejadian luar biasa (KLB) keracunan yang terjadi di sejumlah provinsi Indonesia.
Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkap sebagian besar kasus keracunan MBG disebabkan oleh kontaminasi awal bahan pangan.
Menurut data BPOM, ada 17 kejadian luar biasa keracunan pangan di 10 provinsi yang teridentifikasi dengan konteks program Makan Bergizi Gratis.
“Kontaminasi yang terlihat berasal dari bahan mentah, lingkungan pengelola, serta proses distribusi yang tidak optimal,” ujar Taruna Ikrar seperti yang diberitakan.
Selain itu, BPOM menemukan proses penyimpanan dan pengolahan makanan dalam program MBG tidak memenuhi standar keamanan pangan.
“Ada beberapa makanan yang dimasak terlalu cepat, tetapi distribusinya lambat, sehingga memungkinkan pertumbuhan bakteri yang berbahaya,” tambahnya.
BPOM juga menyoroti sanitasi dapur MBG masih jauh dari standar higienis. Evaluasi menyeluruh terhadap dapur pengolahan MBG menjadi langkah mendesak untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami berkomitmen memberikan pendampingan kepada petugas dapur agar standar keamanan pangan lebih terjamin,” kata Taruna.
Salah satu kasus terbesar terjadi di Bogor. Sebanyak 223 siswa dari jenjang TK hingga SMA mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
Pemerintah Kota Bogor menetapkan kejadian ini sebagai KLB, dengan 45 korban harus menjalani rawat inap dan 129 siswa mengalami keluhan ringan.
Penyelidikan epidemiologi masih berlangsung untuk memastikan penyebab utama insiden tersebut.
Selama periode 2025, terdapat 17 wilayah yang ditemukan kejadian luar biasa terkait program MBG. Berikut daftarnya:
1. Nunukan Selata (Kalimantan Utara)
2. Gorontalo
3. Takalar, Sulawesi Selatan
4. Bombana Kendari, Sulawesi Tengah
5. Sulawesi Selatan
6. Lombok Tengah, NTB
7. Nusa Tenggara Timur, NTT
8. Lombok Tengah, NTB
9. Sukoharjo, Jawa Tengah
10. Batang, Jawa Tengah
11. Karanganyar, Jawa Tengah
12. Tasikmalaya
13. Bandung
14. Bogor
15. Cianjur
16. Sumatera Selatan
17. Cianjur.
Program MBG diluncurkan sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah.
Namun, publik menilai dengan adanya 17 kasus keracunan di 10 provinsi, muncul pertanyaan besar mengenai efektivitas dan keamanan program MBG.
Editor : Baskoro Septiadi