RADARSEMARANG.ID - Ketika membahas tentang kontrasepsi pria secara permanen, Vasektomi sering kali menjadi pilihan utama.
Prosedur Vasektomi ini bertujuan untuk memutuskan saluran sperma agar tidak dapat mencapai sel telur.
Meskipun terdengar sangat aman dan tidak mungkin mengalami kegagalan, terkadang dalam perbincangan santai muncul cerita yang membingungkan.
Seperti "Bagaimana mungkin setelah Vasektomi, istri masih bisa hamil?" Pertanyaan semacam ini sangat wajar dan perlu dijelaskan agar tidak berkembang menjadi mitos yang tidak berdasar.
Bukan buat nakut-nakutin, tapi biar kamu tahu fakta lengkapnya terkait pertanyaan apakah vasektomi tetap bisa hamil ?
Dengan kata lain, Kenapa sih Vasektomi yang seharusnya permanen itu ternyata masih punya celah terjadinya kehamilan? Ini dia penjelasannya:
Berdasarkan berbagai sumber kesehatan, termasuk hasil penelitian medis terbaru, efektivitas Vasektomi sangat tinggi, mencapai lebih dari 99%.
Namun, penting untuk dicatat bahwa efektivitas ini tidak langsung mencapai 100% sejak awal.
Menurut data statistik, terdapat kemungkinan untuk hamil dalam tiga bulan pertama setelah prosedur vasektomi.
Alasan pertama ini disebabkan oleh adanya sisa 'pasukan' sperma yang masih tertinggal di saluran bagian atas setelah pemotongan.
Sperma ini memerlukan waktu dan harus dikeluarkan melalui beberapa kali ejakulasi agar benar-benar bersih.
Oleh karena itu, analisis air mani perlu dilakukan beberapa bulan setelah operasi untuk memastikan bahwa jumlah sperma telah mencapai nol.
Kedua, meskipun jarang terjadi, prosedur Vasektomi kadang-kadang tidak berhasil dengan sempurna.
Misalnya karena pemotongan yang tidak tepat atau pengikatan yang kurang kencang.
Alasan ketiga dalam kasus ekstrem, ada fenomena rekanalisasi spontan, di mana ujung saluran vas deferens yang diputus dapat menyambung kembali secara alami.
Meskipun peluangnya kecil, hal ini mungkin dapat terjadi dan memungkinkan sperma mengalir kembali.
Secara keseluruhan, vasektomi merupakan metode kontrasepsi permanen yang sangat efektif dan dapat diandalkan.
Namun demikian, terdapat risiko yang sangat kecil dan perlu diperhatikan. Terutama terkait dengan kemungkinan adanya sisa sperma dan potensi penyambungan vas deferens secara alami yang jarang terjadi.
Untuk memastikan semuanya berjalan dengan aman dan terkendali, sangat dianjurkan berdiskusi dengan pasangan serta kontrol medis setelah prosedur Vasektomi.
Editor : Baskoro Septiadi