RADARSEMARANG.ID – Meningitis adalah penyakit yang menyerang cairan radang selaput otak dan sumsum tulang belakang karena infeksi menular
Penularannya pun sangat cepat, sehingga penderitanya rentan untuk kehilangan nyawa jika tidak ditangani segera.
Nah, terbaru tersiar kabar jika penyakit meningitis ini mulai tersebar Kembali.
Bahkan ada beberapa diantaranya penyakit ini juga dialami oleh balita.
Lalu, sebenarnya apa penyebab penyakit meningitis ini? ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terkena penyakit meningitis, antara lain ;
- Neisseria meningitidis (Meningokokus)
- Streptococcus pneumoniae (Pneumokokus)
- Haemophilus influenzae
- Streptococcus agalactiae (Streptokokus grup B)
Dari keempat penyebab tersebut ternyata disebabkan oleh bakteri atau virus yang tentu sangat berisiko pada beberapa kalangan, seperti bayi, anak, dewasa bahkan di usia lanjut.
Penyakit meningitis ini pun juga sangat berisiko jika terkena anak maupun bayi yang terkena meningitis.
Hal ini bisa terkena bakteri dari meningokokus, pneumokokus, dan Haemophilus influenzae.
Pada remaja dan dewasa, meningitis terjadi akibat virus meningokokus.
Sedangkan pada lanjut usia, pneumokokus lebih rentan menyerang dan menyebabkan meningitis.
Baca Juga: Flu dan Batuk? Atasi dengan Makanan Ini!
Nah, jika seseorang terkena penyakit meningitis tersebut tentu ada beberapa gejala yang patut diwaspadai.
Gejala meningitis dapat dibedakan berdasarkan tingkatan usia penderita. Gejala meningitis pada bayi dan anak, Demam, Lemas Muntah dan diare, Kejang, Kulit pucat dan timbul ruam merah keunguan, Mudah mengantuk dan sulit dibangunkan serta Mudah rewel.
Sementara itu, gejala meningitis juga bisa dialami oleh orang dewasa maupun remaja, seperti Demam disertai sakit kepala yang parah, Leher kaku, Peka terhadap Cahaya, Mual dan muntah, Mudah lelah dan mengantuk, Mudah rewel, Nyeri otot dan sendi, Kebingungan serta Kejang.
Lantas bagaimana cara penularan meningitis dapat terjadi ?
Penularan meningitis mudah terjadi pada orang yang hidup saling berdekatan.
Bakteri meningitis mampu menular ke tubuh seseorang dengan berbagai cara.
Mulai dari makanan yang tidak matang dengan sempurna mampu menularkan bakteri meningitis, misalnya daging mentah, dan susu yang tidak dilakukan pasteurisasi.
Bakteri H. influenzae, M. tuberculosis, and S. pneumoniae menyebar pada tubuh melalui air liur, seperti batuk, bersin, hingga berciuman.
Infeksi meningitis juga dapat dipengaruhi oleh kebersihan diri dan lingkungan, seperti tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet.
Tapi tenang, ada beberapa cara untuk mengobati penyakit meningitis namun bergantung kepada jenis infeksinya.
Meningitis bakteri disembuhkan dengan antibiotik, seperti penisilin, ampisilin, untuk mencegah penyebaran bakteri di otak.
Meningitis jamur diobati dengan obat anti jamur untuk menghilangkan infeksi jamur jenis Cryptococcus, Histoplasma, Blastomyces, Coccidioides, dan Candida.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat DNA Salmon dan Manfaatnya
Meningitis virus dapat diobati dengan antivirus intravena.
Meningitis kronis terjadi karena timbulnya penyakit yang diderita sebelumnya, misalnya autoimun, pengobatan fokus terlebih dulu pada gangguan kesehatan yang dialami.
Berikut langkah pencegahan agar tidak terkena penyakit meningitis ;
Baca Juga: Apakah Vape Lebih Baik Daripada Rokok Konvensional? Mana yang Lebih Berbahaya?
- Meskipun penyakit ini termasuk silent killer yang sering tidak disadari, meningitis dapat dicegah dengan berbagai cara:
- Vaksin meningitis, bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap bakteri penyebab meningitis, seperti meningokokus, pneumokokus, dan H. influenzae.
- Vaksin meningitis sendiri mulai diberikan pada bayi berusia 2 bulan hingga dapat dilanjutkan pada usia remaja dan dewasa.
Seseorang jika terkena penyakit meningitis ini segeralah untuk mendapatkan antibiotic ke dokter. Serta disarankan untuk menjaga kebersihan diri.(dka/bas)
Editor : Baskoro Septiadi