RADARSEMARANG.ID, BERAGAM mitos tentang kesehatan banyak beredar di masyarakat.
Sebagaimana baru-baru ini viral seorang bapak kos di Semarang mengkonsumsi daging kucing dengan dalih sebagai obat diabetes.
Pria berinisial NY, 63 mengkonsumsi daging kucing yang dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah.
Dari kasus ini, mungkin bisa dipahami jika Bapak Kos yang satu ini salah informasi, karena mungkin harusnya tanaman kumis kucing bukan makan daging kucing.
Hal ini karena kemampuannya dalam mendukung produksi hormon insulin. Hormon insulin sendiri berfungsi untuk mengontrol kadar gula dalam darah.
Selain itu, masih ada manfaat lain yang juga perlu Anda ketahui.
1. Menurunkan Tekanan Darah
Tanaman kumis kucing juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
Kandungan sinensetin di dalamnya berperan penting sebagai antioksidan dan memiliki aktivitas diuretik yang kuat.
Khasiat ini dapat membantu tubuh mengurangi kadar natrium berlebih melalui urine.
Dengan meningkatnya pengeluaran natrium dari tubuh, tekanan darah juga bisa berkurang.
2. Obat Alami Asam Urat
Tanaman kumis kucing rupanya juga dijadikan sebagai obat asam urat alami.
Kandungan flavonoid dan fenolik yang tinggi di dalamnya merupakan kandungan yang baik untuk obat penyakit tersebut.
Senyawa aktif tersebut memiliki sifat antiradang yang dapat menghambat pembentukan asam urat dan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urine.
3. Menjaga Kesehatan Jantung
Selain menurunkan kadar gula darah, ekstrak kumis kucing juga diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan trigliserida.
Gabungan efek antidiabetes, peningkatan kadar HDL, dan penurunan kadar lemak darah ini sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah penyakit jantung.
4. Obat rematik
Kumis kucing juga dipercaya bermanfaat sebagai obat rematik alami.
Kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang tinggi pada kumis kucing diketahui mampu melindungi tulang rawan dan jaringan lunak dari peradangan berkat efek antiradangnya.
Sebagai catatan penggunaan obat herbal mempunyai efek berbeda pada masing-masing orang.
Anda perlu konsultasi lebih lanjut penggunaan tanaman kumis kucing ini sebagai obat kepada ahli kesehatan yang kompeten. ***
Editor : Tasropi