RADARSEMARANG.ID - Mengonsumsi makanan yang dibakar terlalu sering tidak disarankan karena dapat meningkatkan risiko kanker.
Hal ini diakibatkan pembentukan senyawa karsinogenik seperti amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH).
Senyawa ini terbentuk saat daging dimasak pada suhu tinggi dan dapat menyebabkan kerusakan DNA serta peradangan kronis yang berkontribusi pada penyakit jantung dan diabetes.
Namun, buat kamu para pecinta makanan bakar, enggak perlu khawatir. Kamu masih bisa tetap menikmati makanan yang dibakar dengan aman, yaitu dengan cara menyiasati cara memasaknya agar meminimalkan risiko kanker.
Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba:
1. Pilih daging yang tidak terlalu berlemak.
Daging yang berlemak saat dibakar akan meneteskan lemak sehingga api akan menimbulkan asap yang berlebihan yang memicu terbentuknya zat karsinogen.
2. Rendam daging di dalam bumbu terlebih dahulu.
Merendam daging dalam bumbu selama 30 menit dapat mengurangi pembentukan zat karsinogen.
Pilihlah bumbu tradisional dan alami yang bisa menurunkan kadar HCA di dalam bakaran daging.
3. Masak dulu daging dengan cara direbus sebelum dipanggang.
Dengan cara tersebut, kamu tidak perlu membakar daging terlalu lama dan lemak pada daging juga bisa dihilangkan.
4. Hindari memasak daging di atas temperatur yang tinggi dalam waktu yang terlalu lama.
Daging yang terpapar terlalu lama juga akan memberikan kesempatan pembentukan zat karsinogen. Agar tidak butuh waktu lama untuk matang, kamu bisa mengiris daging tipis-tipis.
5. Sering-sering membolak-balik makanan yang dipanggang atau dibakar.
Tidak hanya daging merah saja yang bisa memicu kanker, daging olahan seperti sosis, bacon, dan ayam yang dibakar terlalu lama juga dapat meningkatkan risiko kanker. (mg9/mg7/bas)
Editor : Baskoro Septiadi