Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Memahami Sifat Narsistik, Si Angkuh yang Juga Takut Terluka

Aby Genta Putra Prasetya • Rabu, 8 Mei 2024 | 15:11 WIB
Ilustrasi orang sedang merasa terluka akibat sakit hati
Ilustrasi orang sedang merasa terluka akibat sakit hati

RADARSEMARANG.ID - Pasti kita tentu tau sebuah istilah 'narsis' merupakan sebuah kata yang erat kaitannya dengan pengaguman atas diri sendiri.

Narsis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), narsis artinya kepedulian yang berlebihan pada diri sendiri, yang ditandai dengan sikap percaya diri berlebih, sikap arogan, dan egois.

Sedangkan orang yang memiliki sifat itu disebut sebagai seorang narsistik, atau dalam bahasa ilmiah disebut NPD (Narcistic Personal Disorder).

Kata narsistik sering disebut berawal dari sebuah kisah tentang Narcissus, sebuah kisah dari Mitologi Yunani tentang rasa percaya diri berlebihan yang bisa saja mencelakai.

Dilansir National Geographic, Narcissus adalah pemuda manusia yang dingin, sombong, tetapi memiliki kelebihan berupa wajah yang tampan.

Narcissus tidak mencintai siapa pun dan tetapi selalu menganggap dirinya layak untuk dicintai. Singkat cerita, suatu hari ia tersesat di hutan lebat saat berburu, dan nimfa Echo secara tidak sengaja melihatnya.

Nimfa itu mengulurkan tangannya dan bergegas menghampiri Narcissus. Dia melihatnya, tetapi dengan bangga dan egois seperti biasanya, Narcissus langsung mendorongnya menjauh dan menghilang ke dalam hutan yang gelap.

Dia menolak cinta semua orang. Banyak orang dibuat tidak senang dengan harga dirinya. Kali ini, dia memutuskan dia lebih baik mati daripada membiarkan Nimfa itu menolongnya.

Kisah ini menggambarkan dengan jelas karakter seorang narsistik dengan cara yang paling gamblang, yakni seorang angkuh yang pada dasarnya juga rentan terluka.

Menurut @school_of_parenting, berbeda oleh rasa percaya diri yangsehat, para narsistik memiliki kepribadian yang berkaitan dengan rasa takut akan sebuah kegagalan dan rasa tak ingin mengakui kelemahannya.

Seorang dengan kepribadian ini memiliki rasa takut yang mendalam terhadap banyak hal, seperti takut tidak diakui, takut gagal di depan banyak orang.

Perasaan yang dimiliki penderita NPD (Narcistic Personal Disorder) sebetulnya sangat berbeda dengan apa dan bagaimana sikap yang mereka tunjukkan.

Baca Juga: Bahaya Konsumsi Kentang Bagi Penderita Penyakit Ginjal, Ini Alasannya

Penyebab Narsistik

Dilansir Kementrian Kesehatan, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan gangguan kepribadian narsistik. Namun, narsistik diduga terkait dengan sejumlah faktor berikut :

* Faktor genetik, yaitu riwayat narsistik dalam keluarga.


* Faktor lingkungan, yaitu pola asuh orang tua yang terlalu memanjakan, menuntut, atau tidak memedulikan anak; atau pengalaman masa kecil, seperti penyiksaan atau trauma.


* Faktor neurobiologi, yaitu hubungan antara otak dengan pola pikir dan perilaku.

Gangguan kepribadian narsistik kerap menimbulkan masalah di kehidupan sehari-hari seperti di tempat kerja atau sekolah. Umumnya, orang dengan gangguan narsistik akan merasa tidak bahagia atau kecewa ketika tidak mendapatkan pujian.

Yang parah, para pengidap  gangguan kepribadian narsistik juga memiliki perasaan yang mudah tersinggung. Bahkan, cenderung mudah  depresi ketika mereka dinasihati oleh orang lain.

Hal tersebut mempersulit para pengidap gangguan narsistik sulit untuk beradaptasi dengan kehidupan bermasyarakat, namun sebetulnya ada cara untuk menyembuhkan gangguan ini.

Metode utama mengatasi narsistik adalah terapi psikologis. Tujuannya adalah agar pasien bisa memahami diri sendiri dengan lebih baik dan mampu mengendalikan perilakunya.

Editor : Baskoro Septiadi
#Memahami Sifat Narsistik #Narcistic Personal Disorder #Narsistik Takut Terluka #Psikologi Narsistik #Narsisme dan Sifat Angkuh