Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

AstraZeneca Mengakui Vaksin Covid-19 Buatannya Sebabkan Efek Samping Langka di Dokumen Pengadilan

Aris Hariyanto • Selasa, 7 Mei 2024 | 22:39 WIB
Vaksin Covid-19 AstraZeneca.
Vaksin Covid-19 AstraZeneca.

RADARSEMARANG.ID - Perusahaan farmasi global, AstraZeneca, telah mengakui vaksin Covid-19 buatannya dapat menyebabkan efek samping langka.

Pengakuan AstraZeneca tersebut terungkap dalam dokumen Pengadilan Tinggi yang diajukan oleh perusahaan tersebut.

Dalam puluhan kasus, AstraZeneca digugat dalam gugatan class action atas klaim efek samping langka dari vaksin yang diproduksinya.

Dalam kasus pertama, diajukan oleh seorang ayah dua anak yang mengalami cedera otak permanen setelah diklaim menerima vaksin pada April 2021.

Ayah dua anak tersebut dikabarkan mengalami pembekuan darah dan pendarahan di otak setelah dia menerima vaksin, hingga membuatnya berhenti bekerja.

Saat itu, pihak rumah sakit juga menelepon istrinya tiga kali untuk memberikan kabar bahwa suaminya akan meninggal.

Menurut pendapat pengacaranya, vaksin Covid-19 dapat menyebabkan efek samping dan berdampak negatif pada sejumlah kecil sebuah keluarga.

Baca Juga: Pabrik Sepatu BATA di Purwakarta Resmi Ditutup, Penyebabnya Bikin Netizen Bilang Begini

Berdasarkan laporan yang diperoleh, Pengadilan Tinggi telah menerima 51 kasus yang diajukan oleh para korban.

Keluarga para korban mengajukan tuntutan ganti rugi sebesar sekitar 100 juta poundsterling atau setara dengan Rp 2 triliun.

Meski demikian, dalam surat dokumen yang diserahkan ke Pengadilan Tinggi pada bulan Februari lalu, AstraZeneca menyatakan bahwa vaksin AZ dapat menyebabkan TTS (Thrombosis with Thrombocytopenia Syndrome), namun dalam kasus yang sangat jarang.

Diketahui, TTS merupakan kondisi serius yang ditandai dengan pembekuan darah dan penurunan jumlah trombosit pada tubuh manusia.

Menurut mereka, pernyataan AstraZeneca tersebut telah menunjukkan perubahan sikap dari yang sebelumnya.

Pada saat itu, pihaknya menolak untuk mengakui adanya hubungan antara vaksin mereka dan TTS secara umum.

Sementara vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca diketahui telah dikembangkan bersama Oxford Biomedica, di Inggris.

Di sisi lain, data resmi dari Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) menunjukkan bahwa, setidaknya 81 kematian di Inggris diduga akibat dari efek samping vaksin yang dapat menyebabkan pembekuan darah dan memicu penurunan jumlah trombosit.

Secara total, hampir satu dari lima orang yang menderita kondisi tersebut meninggal dunia sebagai akibat dari TTS.

Dikabarkan lebih lanjut, kasus hukum masih berlangsung atas gugatan class action yang dituduhkan kepada AstraZeneca.

Gugatan tersebut terkait vaksin AstraZeneca yang diklaim dapat menyebabkan kematian dan cedera serius.

Sedangkan perusahaan farmasi tersebut belum memberikan komentar lebih lanjut hinga berita ini ditulis, yang dilansir dari laman The Telegraph.

Editor : Baskoro Septiadi
#vaksin AstraZeneca sebabkan efek samping langka #Efek Samping Vaksin Covid-19 #vaksin astrazeneca #trombosit #TTS #AstraZeneca #Vaksin Covid-19 #pembekuan darah #oxford #efek samping langka dari vaksin #perusahaan farmasi #MHRA