RADARSEMARANG.ID, Magelang – Sebagai generasi muda, Warih Karisma, mengaku bangga terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Program yang dikelola dan dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan itu terbukti mampu menolong masyarakat Indonesia.
“Yang saya suka dari program ini adalah sistem gotong-royongnya. Dalam keadaan sakit maupun sehat, peserta JKN tetap membayar iuran. Artinya, yang sehat membantu yang sakit, meskipun tidak saling mengenal,” ujar Warih, ditemui saat berolahraga di Kebun Raya Gunung Tidar Kota Magelang, Rabu (28/2/2024).
Bagi warih, gotong-royong adalah budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Semodern apapun zaman ini, gotong-royong harus selalu melekat di hati rakyat. “Program JKN ini mengajari kita membantu dengan ikhlas, tanpa pamrih. Saya bangga Indonesia punya program seperti ini,” tuturnya tersenyum.
Gadis kelahiran 28 Mei 2002 ini juga merasakan betapa pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Khususnya bagi anak-anak muda yang sedang menempuh pendidikan di luar kota. Persis seperti dirinya yang sedang berkuliah di salah satu universitas di Kota Magelang, sedangkan orang tuanya berada di Boyolali.
“Saya merasa aman dan nyaman ketika punya BPJS Kesehatan, kalau sewaktu-waktu sakit dan nggak punya uang untuk beli obat, bisa langsung periksa ke puskesmas,” ujarnya.
Bahkan, ia beberapa kali menggunakan kartu JKN ke puskesmas. Warih pernah menggunakan untuk berobat ke poliklinik gigi di puskesmas dan di rumah sakit. Salah satu giginya bermasalah dan harus menjalani perawatan akar gigi sebanyak delapan kali.
“Karena saya pakai BPJS Kesehatan, jadi nggak perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Semua gratis tis-ti-tis,” akunya.
Selama menjalani perawatan akar gigi, Warih merasa dilayani dengan baik. Ia juga mendapat obat-obatan yang disesuaikan dengan kondisinya. “Obatnya semua nggak bayar,” imbuhnya.
Ia juga merasakan perubahan fasilitas kesehatan di Indonesia saat ini. Menurutnya, jauh lebih memadai. Tenaga kesehatannya juga memberikan pelayanan dengan keramahan.
Selain itu, ia juga pernah menggunakan kartu JKN untuk mengecek kolesterol. Berawal dari merasakan nyeri di pundak yang berhari-hari tidak kunjung mereda, Warih kemudian memutuskan periksa ke puskesmas. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, ia mengalami kolesterol tinggi.
“Ketahuannya setelah cek lab itu, dokter puskesmas langsung meresepkan obat dan meminta saya kontrol rutin setiap bulan,” ucapnya.
Dokter memberikan edukasi untuk menjaga pola makan dan istirahat yang cukup. Ia juga mulai berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuhnya.
Atas pengalaman baiknya selama menggunakan BPJS Kesehatan, Warih ingin semua generasi muda di Indonesia terlindungi program ini. Serta turut melakukan pencegahan terhadap risiko penyakit kronis, dengan tidak menunda-nunda periksa kesehatan sebelum jatuh pada kondisi yang parah. Kemudian melakukan berbagai aktivitas yang positif dan mendukung kesehatan untuk menuju Indonesia Emas 2045.
“Kalau generasi muda di Indonesia sehat-sehat, Indonesia pasti akan jadi negara yang lebih kuat,” pungkasnya. (put/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi