Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Soroti Penyebaran Nyamuk Wolbachia di Indonesia, Siti Fadilah: Rakyat Bukan Kelinci Percobaan!

Aris Hariyanto • Rabu, 15 November 2023 | 16:58 WIB
Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K) pada konferensi pers di Hotel Grandhika Iskandarsyah, Jakarta (12/11).
Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K) pada konferensi pers di Hotel Grandhika Iskandarsyah, Jakarta (12/11).

RADARSEMARANG.ID, - Siti Fadilah mantan Menteri Kesehatan, minta hentikan penyebaran nyamuk Wolbachia di seluruh Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Siti saat konferensi pers pada Minggu (12/11) kemarin, bertempat di Hotel Grandhika Iskandarsyah, Jakarta.

Dalam konferensi tersebut, turut hadir sebagai pembicara adalah Komjen. Pol. Dharma Pongrekun, Mirah Sumirat, SE (Presiden ASPEK Indonesia) dan Dr. Ir. Kun Wardana Abyoto.

Dikutip dari laman sinarharapan.net, Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K) mengatakan bahwa, penyebaran nyamuk Wolbachia ini dapat membawa resiko kesehatan.

Selain itu, juga dapat menimbulkan penyakit baru yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

Menurut Siti, penyebaran ini merupakan upaya eksperimental yang menggunakan masyarakat Indonesia sebagai subjeknya.

“Ini namanya rakyat kita jadi kelinci percobaan dan ini tidak boleh. Siapa yang bertanggung jawab terhadap resiko yang akan datang,” ucap Siti.

Selanjutnya, ia juga menyoroti penyebaran nyamuk Wolbachia ini, juga ada keterlibatan dari Kementerian Kesehatan.

Siti menegaskan “Apakah sudah ada izin keamanan dan pertahanan? Karena ini menyangkut kedaulatan Republik Indonesia”.

“Jangan sembarangan menyetujui percobaan yang langsung dilakukan pada rakyat Indonesia,” lanjut Siti.

Sementara itu, Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia sangat prihatin dengan program pemerintah untuk menyebarkan jutaan telur nyamuk Aedes Aegypti yang terpapar bakteri Wolbachia.

Selanjutnya, mereka meminta Pemerintah untuk segera menghentikan pelepasan 200 juta nyamuk Wolbachia di Pulau Bali pada Senin (13/11).

Selain pulau Dewata, juga yang terdapat di lima kota lainnya: Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Kupang, dan Bontang.

Di sisi lain, sebelumnya pemerintah telah berhasil mengendalikan penyakit Demam Berdarah dalam sepuluh tahun terakhir.

Namun, program penyebaran nyamuk Wolbachia mengklaim akan menurunkan penyakit Demam Berdarah, yang bekerja sama dengan World Mosquito Program (WMP).

Sementara itu, Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia bersama ASPEK Indonesia, dan Gladiator Bangsa, dengan dukungan dari Puskor Hindunesia, bersama-sama menyampaikan suara keprihatinan.

Menurut Dr. Ir. Kun Wardana Abyoto, MT., program pelepasan ratusan juta nyamuk Wolbachia di Indonesia menimbulkan ancaman besar terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Hal tersebut dikarenakan belum ada penelitian jangka panjang tentang ancaman kesehatan masyarakat dan lingkungan, termasuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang dilakukan di Bali, Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Kupang, dan Bontang.

Selanjutnya Kun Wardana mengatakan bahwa, pelepasan jutaan nyamuk Wolbachia dapat mengganggu industri pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat.

“Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan dan dampak yang tak terhitung?” ucap Kun Wardana.

Kemudian Gerakan ini menuntut Due Diligence mendalam dan evaluasi menyeluruh sebelum pelepasan nyamuk Wolbachia.

Kun Wardana menjelaskan, “Investigasi risiko IP Technology melalui Wolbachia. Publik harus tahu dan menyatakan persetujuan.”

“Kami meminta tindakan segera untuk melindungi Bali, Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Kupang, dan Bontang,” ucapnya. (*/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #ASPEK #Nyamuk Wolbachia #siti fadilah #wolbachia