RADARSEMARANG.ID, Semarang - Rudi Mulyo Nugroho, terdaftar sebagai Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) di Kota Semarang, mengakui keputusan pemerintah untuk terus menjaga keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan keputusan yang sangat tepat.
Rudi bercerita, meskipun dirinya sekeluarga telah memiliki jaminan kesehatan sejak PT. ASKES Persero, dan saat ini di kelola secara berkesinambungan oleh BPJS Kesehatan, ia tetap dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan lebih mudah, cepat dan tanpa kendala berarti. Rabu (08/11).
Kembali menceritakan kondisinya lima tahun silam, ternyata Rudi pernah mengalami serangan jantung sebanyak dua kali.
Sambil terkekeh, ia menyebut kondisi serangan jantungnya yang pertama cukup menggelikan sekaligus menegangkan bagi seluruh keluarganya.
“Ya bagaimana tidak, saat itu saya sedang bermain burung merpati, kepanasan terus-menerus tidak terhidrasicukup lama. Pas berhenti dan meneduh langsung saja saya tenggak air es. Badan saya kaget mungkin ya? Langsung mak brek, henti jantung,” ucapnya.
Sejenak setelah sadar, Rudi dibawa ke rumah sakit. Dokter melakukan berbagai pemeriksaan dan perlu rawat inap.
Memang selama rawat inap dia menggunakan jaminan komersial. Ia memperoleh konfirmasi jika seluruh biaya untuk pengobatan akan dijamin, namun dalam perjalanannya memperoleh pelayanan kesehatan, hanya rawat inap dan obat-obatan yang dijamin.
Sedangkan tindakan medis yang selanjutnya disarankan oleh dokter tidak mendapatkan penjaminan.
“Yasudah ya, karena memang seperti itu dan ada batasannya, padahal saya sudah diwanti-wanti oleh dokter jika nanti ada serangan jantung kedua sesegera mungkin saya harus memilih untuk pasang ring jantung atau bypass. Jika tidak segera saya berpotensi hilang nyawa atau stroke,” tambahnya.
Meski demikian, Rudi tidak khawatir. Selain asuransi tambahan ia juga terdaftar aktif sebagai Peserta JKN.
Disisi lain ia sudah pernah memperoleh sosialisasi Program JKN, disebutkan program ini menjamin seluruh biaya pelayanan kesehatan, asalkan berdasarkan indikasi medis dan mengikuti prosedur yang berlaku.
Merasa aman karena telah terdaftar aktif sebagai peserta, Rudi tetap melanjutkan aktifitasnya seperti biasa.
Sampai akhirnya, Rudi terkena serangan jantung kedua. Hal ini terjadi selepas urusan kantor dari Bandung.
Mengingat kondisinya yang tidak begitu baik, diputuskan saat itu juga ia harus pasang ring jantung. Tentunya kali ini ia mengandalkan Program JKN untuk tindakan medisnya.
“Saya manfaatkan Program JKN ini, saya sendiri merasakan sesuai apa yang disampaikan pada saat sosialisasi, saya ikuti prosedur yang ada dan seluruh pelayanan kesehatan dijamin dalam program ini, andaikata ada informasi-informasi yang belum jelas terkait prosedur dan penjaminan, petugas di rumah sakit juga menjelaskan secara rinci,” ucapnya.
Kembali menegaskan, ia tidak mengalami pelayanan yang diskriminasi seperti masiha da dikatakan oleh masyarakat diluar sana.
Jika dibandingkan antara pasien umum dan asuransi tambahan, semuanya sama baik pada proses administrase, antrean, pelayanan dokter, bahkan obat-obatan juga diberikan yang sama.
“Perasaan saya, seandainya kita termasuk dalam golongan ekonomi lemah dengan menghabiskan dana ratusan juta, pertanyaannya itu uang dari mana. Namun dengan adanya penjaminan oleh Program JKN Alhamdulillah semuanya bisa lancar,” ujarnya.
Terlebih dia ia sekeluarga memang tidak memiliki riwayat penyakit yang mengarah ke penyakit jantung.
Hanya saja ia memiliki sedikit permasalahan dengan kadar kolesterol tubuh. Mungkin saja karena hal tersebut berpotensi dengan penyumbatan pembuluh darah di tubuhnya.
“Namun sebuah berkah untuk saya, saya tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang di jamin oleh Program JKN. Bahkan sudah lima tahun selepas saya pasang ring jantung, masih tetap sehat. Masyarakat tidak perlu ragu jika berobat dengan Program JKN,” tutupnya. (hm/tri/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi