RADARSEMARANG.ID, Semarang – Obesitas menjadi penyebab orang lebih mudah terkena penyakit diabetes. Terutama pada anak-anak. Kasusnya tiap tahun mengalami peningkatan.
Hal ini katakan Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Wilayah Jawa Tengah dr. K. Heri Nugroho di sela-sela Konas Persadia di Hotel Padma.
Mengambil topik The Latest Implementation of Endocrinology Development in Patients Management.
Acara ini dilangsungkan sekaligus menyambut World Diabetes Day pada tanggal 14 November 2023 mendatang.
Berdasarkan penelitian dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), prevalensi kasus diabetes pada anak meningkat 70 kali lipat pada Januari 2023.
Jumlah tersebut dibandingkan dengan data diabetes anak tahun 2010 atau 0,028 per 100 ribu anak dan 0,004 per 100 ribu jiwa pada tahun 2000.
Kasus diabetes pada anak mencapai dua per 100 ribu jiwa per Januari 2023. Pada anak, kasus diabetes yang banyak ditemukan adalah tipe 1. Sedangkan, diabetes tipe 2 sebanyak 5-10 persen dari keseluruhan kasus diabetes anak.
Padahal anak-anak usia 1-18 tahun merupakan generasi emas 2045. Yang bertugas untuk memajukan bangsa Indonesia.
“Iya memang untuk generasi emas (naik) betul dalam angka statistik menunjukkan seperti itu (kenaikan),” kata dr Heri yang juga sebagai Ketua Konas Persedia.
Menurutnya pencegahan penyakit ini harus dimulai dari hulu. Yakni keluarga. Terutama bagi mereka yang mempunyai keturunan diabetes.
Pihaknya juga selalu berpesan pada diabetesi untuk tidak senang dan waspada ketika mempunyai anak gemuk. Terutama saat menginjak remaja.
“Critical point itu biasanya pada masa SMA. Jadi kalau berat badannya gemuk kecenderungannya (diabets) akan tinggi terus. Maka jangan heran belakangan ini kejadian stroke, jantung, itu juga lebih dini usianya,” tambahnya.
Kata dia, pola makan saat ini serba instan. Mengenai gizi juga jarang diperhatikan. Orang hanya mencari kemudahan, tanpa memikirkan efek jangka panjang. Karena itulah anak-anak yang berbadan gemuk banyak yang terjangkit diabetes tipe 2.
“Sekarang banyak terjadi penderita itu masih muda. Makanya dimulai dari kegemukan, utamanya pasti dari gaya hidup, apa yang utama? Pasti dari pola makan,” ungkapnya.
Pihaknya berharap generasi muda saat ini untuk lebih aware terhadap kesehatan. Sehingga kasus penderita diabetes bisa diminalisiri. (kap/bas)
Editor : Baskoro Septiadi