RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Keterbatasan akses informasi dan teknologi budidaya menjadi tantangan bagi petani pemula bawang merah di Kabupaten Kendal, sehingga Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal turun tangan melalui pelatihan khusus untuk meningkatkan keterampilan mereka.
Program yang didukung Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026 ini menyasar 60 petani dari Kecamatan Gemuh dan Ringinarum, masing-masing 30 peserta.
Peserta diprioritaskan dari kalangan petani pemula, petani milenial, serta petani yang belum tergabung dalam asosiasi atau perkumpulan bawang merah.
Kepala UPTD Perbenihan Pertanian DPP Kabupaten Kendal Budi Heru Santoso, SP, mengatakan, pelatihan tersebut dirancang untuk menjangkau petani yang masih membutuhkan pendampingan teknis.
“Sasaran kami petani pemula yang akses informasinya masih terbatas, sehingga mereka bisa mendapatkan pengetahuan yang memadai,” ujarnya.
Menurut Budi, petani yang belum terhubung dengan asosiasi berpotensi memiliki keterbatasan dalam memperoleh informasi mengenai teknologi pembenihan dan teknik budidaya yang tepat.
Karena itu, petugas lapangan diminta memprioritaskan peserta yang membutuhkan peningkatan kapasitas agar mereka memiliki bekal lebih baik dalam mengelola usaha tani.
“Harapannya, petani bisa mengurangi risiko gagal panen sekaligus mendukung swasembada pangan di Kabupaten Kendal,” tegasnya.
Pelatihan selama dua hari tersebut mencakup materi pembenihan, teknik budidaya bawang merah, serta pengenalan hama dan penyakit tanaman.
Peserta juga mendapatkan pendampingan dari narasumber yang kompeten di bidang pembenihan bawang merah serta petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Kendal.
"Dengan materi tersebut diharapkan membantu petani memahami tahapan budidaya secara lebih menyeluruh dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan usaha tani sehari-hari," imbuhnya.
Melalui dukungan DBHCHT 2026, DPP Kendal berupaya memperluas jangkauan pembinaan pertanian, terutama bagi petani pemula yang belum terwadahi dalam organisasi atau perkumpulan.
Penguatan kapasitas ini diharapkan menjadi langkah awal bagi petani untuk mengembangkan usaha tani bawang merah secara lebih terarah, meningkatkan keterampilan, serta mengelola risiko produksi dengan lebih baik. (bud)
Editor : Baskoro Septiadi