RADARSEMARANG.ID, KENDAL– Bukan hanya keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk masuk dunia industri, melainkan pembentukan mental dan karakter mahasiswa sejak awal perkuliahan.
itulah yang dilakukan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) melalui kegiatan Bela Negara bagi mahasiswa baru yang digelar bekerja sama dengan Rindam IV/Diponegoro di Bantir.
Selama dua hari satu malam, mahasiswa baru Polifurneka ditempa melalui pembinaan disiplin, wawasan kebangsaan, mental tangguh, komunikasi, hingga kemampuan berkolaborasi dalam tim.
Program tersebut dirancang sebagai bagian dari orientasi dan pendidikan karakter agar mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi vokasi, tetapi juga mempunyai sikap dan integritas yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.
Direktur Polifurneka Peni Shoffiyati, mengatakan pembentukan mental dan karakter menjadi fondasi penting bagi mahasiswa sebelum mereka menghadapi dunia vokasi dan industri.
Baca Juga: Kandang Terbakar, 13 Ekor Kambing Gosong
“Dari kegiatan Bela Negara di Bantir bersama Rindam IV/Diponegoro, kami menempa mahasiswa baru dengan disiplin, cinta NKRI, mental yang tangguh, serta komunikasi dan kolaborasi dalam tim,” kata Peni.
Menurutnya, proses pendidikan vokasi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai keterampilan teknis, tetapi juga harus mampu membentuk sumber daya manusia yang berkarakter dan siap berkontribusi bagi bangsa.
Karena itu, kegiatan Bela Negara dimaknai lebih luas sebagai pembentukan sikap yang dapat diterapkan mahasiswa dalam kehidupan akademik maupun ketika mereka telah bekerja.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapat penekanan bahwa bela negara di era modern tidak selalu berkaitan dengan mengangkat senjata.
Kesungguhan dalam belajar, kejujuran dalam bekerja, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama menjadi bagian dari bentuk bela negara yang relevan bagi generasi muda saat ini.
Peni menargetkan proses pembinaan tersebut menjadi salah satu bekal bagi Polifurneka untuk melahirkan lulusan vokasi yang unggul sekaligus memiliki karakter kuat.
“Harapannya, dari kegiatan Bela Negara ini Polifurneka melahirkan SDM vokasi yang unggul, berkarakter, dan siap membangun bangsa,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari pengelola pelatihan di Bantir karena dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mahasiswa sejak awal memasuki lingkungan pendidikan tinggi.
Sari Slamet selaku pengelola dan koordinator pelatih mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Polifurneka dengan tim pelatih Rindam IV/Diponegoro untuk memberikan orientasi sekaligus pendidikan karakter kepada mahasiswa baru.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai orientasi serta membentuk karakter yang baik untuk kehidupan mereka di masa yang akan datang,” kata Sari.
Ia berharap kerja sama antara Polifurneka dan tim pelatih dapat terus berlanjut melalui program pembinaan karakter pada masa mendatang.
Pembentukan disiplin, mental, komunikasi, dan kemampuan kolaborasi itu diharapkan menjadi modal mahasiswa untuk beradaptasi dengan tuntutan dunia industri yang tidak hanya membutuhkan tenaga terampil, tetapi juga pekerja yang berintegritas.
Melalui program tersebut, Polifurneka optimistis dapat mencetak lulusan vokasi yang kompeten, berdaya saing, berkarakter, dan siap mengabdi serta berkontribusi bagi bangsa. (bud)
Editor : Baskoro Septiadi