Bupati Kendal Dorong KKN UPGRIS Jadi Penggerak Potensi Desa

Budi Setiyawan • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:32 WIB
EXPO: Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari berbincang dengan mahasiswa KKN UPGRIS saat mengunjungi stan Expo KKN di Kecamatan Plantungan. Expo tersebut menjadi wadah promosi berbagai potensi lokal dan produk UMKM sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah, desa, mahasiswa, dan masyarakat. (BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID)
EXPO: Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari berbincang dengan mahasiswa KKN UPGRIS saat mengunjungi stan Expo KKN di Kecamatan Plantungan. Expo tersebut menjadi wadah promosi berbagai potensi lokal dan produk UMKM sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah, desa, mahasiswa, dan masyarakat. (BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID)

 

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tidak sekadar menjalankan program kampus, tetapi ikut menjadi penggerak potensi desa dan pemberdayaan masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat menghadiri kegiatan Jalan Sehat dan Expo KKN UPGRIS di Kecamatan Plantungan.

Menurut Dyah, keberadaan mahasiswa KKN di tengah masyarakat dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan berbagai potensi lokal yang dimiliki desa.

“Program KKN ini bukan hanya soal mengimplementasikan ilmu dari ruang kelas, tapi juga tentang menumbuhkan empati, melatih kepemimpinan, dan meneguhkan nilai gotong royong,” ujar Bupati yang akrab disapa Mba Tika itu.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat dengan memahami persoalan sekaligus ikut mencari solusi yang dapat memberikan manfaat.

“Mahasiswa belajar langsung dari masyarakat, mendengarkan, memahami, dan tumbuh bersama memberi solusi,” katanya.

Tika mengatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi harus dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia yang memiliki kepedulian sosial.

“Dari sini kita bisa melihat bahwa pembangunan bukan hanya infrastruktur, tapi juga tentang membangun sumber daya manusia yang peduli dan saling menguatkan,” tegasnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat menjadi penting untuk mendorong potensi desa agar semakin berkembang dan dikenal lebih luas.

Salah satu bentuk sinergi tersebut terlihat dalam Expo KKN UPGRIS yang menghadirkan berbagai potensi lokal di bidang seni, olahraga, dan kewirausahaan.

Tika menyebut expo tersebut juga dapat menjadi ruang promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar dan membangun jejaring bisnis.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial antarwarga, perangkat desa, dan mahasiswa KKN dalam suasana kebersamaan,” ungkapnya.

Ia berharap mahasiswa UPGRIS mampu membawa semangat perubahan ke lingkungan masyarakat dengan mengembangkan kompetensi sekaligus membangun karakter dan kepedulian sosial.

“Saya berharap generasi muda sekarang bukan hanya pintar secara akademis, tetapi juga punya kepedulian sosial dan keberanian untuk memulai hal baik,” kata Dyah.

Dia juga mengajak mahasiswa menjadi agen perubahan dengan memulai berbagai langkah positif dari lingkungan terdekat.

“Jadilah agen perubahan di lingkungan masing-masing, perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang tulus,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Plantungan M Muchorobin mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN UPGRIS dalam kegiatan yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat tersebut.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam pengembangan serta pemberdayaan potensi lokal.

“Kegiatan ini menunjukkan pemerintah dan perguruan tinggi serta masyarakat bisa bersinergi dalam pengembangan pemberdayaan potensi lokal,” ujar Muchorobin.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus mendorong semakin dikenalnya berbagai potensi yang dimiliki wilayah Kecamatan Plantungan.

Koordinator Jalan Sehat dan Expo KKN UPGRIS di Kecamatan Plantungan, Sanjaya, menuturkan, ada dua tujuan, pertama menyehatkan masyarakat melalui kegiatan senam dan jalan sehat. 

Kedua dari kegiatan Expo UMKM bernilai manfaat ekonomi, dimana masyarakat bisa mengenalkan produk andalan mereka kepada masyarakat luas. 

"Kami melihat potensi UMKM di Kecamatan Plantungan ini sangat beragam, bahkan setiap desa memiliki produk unggulan," imbuhnya. (bud)

 

Editor : Baskoro Septiadi
KKN UPGRIS PLantungan EXPO KKN UPGRIS Camat Plantungan Dyah Kartika Permanasari