Langganan Banjir, Nurul Mujib Kawal Normalisasi Sungai Aji 

Budi Setiyawan • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:53 WIB
TINJAU NORMALISASI: Wakil Ketua Komisi C DPRD Kendal Nurul Mujib meninjau proses normalisasi Sungai Aji, Desa Krajankulon, Kecamatan Kaliwungu. Normalisasi dilakukan untuk mengurangi sedimentasi dan memperlancar aliran sungai guna menekan risiko banjir saat musim penghujan. (BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID)
TINJAU NORMALISASI: Wakil Ketua Komisi C DPRD Kendal Nurul Mujib meninjau proses normalisasi Sungai Aji, Desa Krajankulon, Kecamatan Kaliwungu. Normalisasi dilakukan untuk mengurangi sedimentasi dan memperlancar aliran sungai guna menekan risiko banjir saat musim penghujan. (BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID)

 

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Banjir yang kerap menghantui warga Dukuh Trikeman, Desa Krajankulon, Kecamatan Kaliwungu, saat musim penghujan mendorong Wakil Ketua Komisi C DPRD Kendal Nurul Mujib mengawal aspirasi warga hingga berujung pada normalisasi Sungai Aji.

Normalisasi dilakukan untuk mengatasi sedimentasi dan tumpukan sampah yang selama ini menghambat aliran sungai.

Nurul Mujib mengatakan, normalisasi Sungai Aji merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang selama ini merasakan dampak luapan sungai ketika hujan deras.

“Normalisasi ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat, karena wilayah sekitar Sungai Aji memang sering terdampak banjir saat musim penghujan,” ujar Nurul Mujib.

Menurutnya, kondisi Sungai Aji membutuhkan penanganan karena terdapat sedimentasi cukup banyak di sejumlah titik.

Selain itu, tumpukan sampah juga ditemukan di aliran sungai sehingga berpotensi menghambat kelancaran air.

“Banyak sedimentasi dan sampah yang menumpuk. Harapannya, setelah dinormalisasi aliran sungai menjadi lebih lancar sehingga risiko luapan dan banjir bisa ditekan,” katanya.

Nurul menegaskan, normalisasi tidak boleh berhenti pada pengerukan sungai.

Menurutnya, hasil normalisasi harus dijaga bersama agar Sungai Aji tidak kembali mengalami pendangkalan dan tersumbat sampah.

Karena itu, dia meminta masyarakat tidak membuang sampah ke sungai.

“Jangan sampai setelah dinormalisasi, sungainya kembali dipenuhi sampah. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Sungai Aji dan tidak membuang sampah ke sungai,” tegasnya.

Warga Trikeman Sambut Normalisasi Sungai Aji

Ketua RT 01 RW 11 Dukuh Trikeman, Desa Krajankulon, Ihwan alias Wawan, menyambut baik normalisasi Sungai Aji.

Dia mengaku sangat berterima kasih karena aspirasi warga terkait kondisi sungai akhirnya mendapat perhatian dan ditindaklanjuti.

“Kami sangat berterima kasih. Ini memang berawal dari aspirasi warga dan kemudian diperjuangkan sampai akhirnya normalisasi bisa dilaksanakan,” ujar Wawan.

Menurutnya, warga Trikeman selama ini kerap merasakan dampak banjir ketika hujan deras.

Kondisi sungai yang dangkal dan alirannya tidak lancar membuat warga khawatir air meluap dan berdampak ke permukiman.

“Harapan kami dengan adanya normalisasi ini arus sungai bisa lebih lancar. Kalau alirannya lancar, mudah-mudahan banjir yang selama ini kerap melanda warga Trikeman bisa berkurang,” katanya.

Wawan menilai normalisasi tersebut memberikan harapan bagi warga, terutama dalam menghadapi musim penghujan.

Selain mengurangi risiko luapan, sungai yang lebih bersih dan alirannya lancar diharapkan membuat lingkungan sekitar menjadi lebih aman dan nyaman.

“Yang penting sekarang sudah ditangani. Kami berharap ketika hujan deras, air bisa lebih cepat mengalir dan tidak mudah meluap,” ungkapnya.

Dia juga mengajak warga ikut menjaga Sungai Aji setelah normalisasi selesai.

Menurutnya, masyarakat harus memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan karena kebersihan sungai merupakan kepentingan bersama.

“Kalau sudah dinormalisasi, jangan sampai kembali penuh sampah. Ini untuk kepentingan warga sendiri, jadi mari sama-sama menjaga,” tandasnya.

Nurul Mujib berharap normalisasi Sungai Aji menjadi bagian dari penanganan banjir yang berkelanjutan di wilayah Kaliwungu.

Dia menilai pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama agar fungsi sungai tetap terjaga dan persoalan banjir tidak terus berulang setiap musim penghujan.

“Pemerintah melakukan penanganan, masyarakat juga harus ikut menjaga. Ini tanggung jawab bersama,” pungkas Nurul. (bud)

Editor : Tasropi
nurul mujib komisi C DPRD Kendal PKB Kendal