RADARSEMARANG.ID, KENDAL— Sebanyak 11 kejadian kebakaran terjadi di Kabupaten Kendal sepanjang Juni-Juli 2026, mengakibatkan 13 rumah terdampak dan kerugian material sedikitnya mencapai Rp872 juta.
Data rekap bencana BPBD Kendal menunjukkan, kebakaran terjadi di sejumlah kecamatan dengan mayoritas kejadian diduga berkaitan dengan kelalaian manusia serta masalah instalasi listrik.
Pada Juni 2026, BPBD Kendal mencatat empat kejadian kebakaran yang terjadi di Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean, pada 5 Juni dan Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel, pada 6 Juni.
Dua kejadian lainnya terjadi di Desa Ngerjo, Kecamatan Ringinarum, pada 9 Juni serta Kelurahan Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, pada 17 Juni.
Baca Juga: Kekeringan Kendal Meluas, 393 KK Bergantung Kiriman Air
Kebakaran di Desa Ngerjo menjadi salah satu kejadian terbesar karena api menghanguskan tiga rumah dan berdampak terhadap empat kepala keluarga.
Kobaran api di lokasi tersebut juga cepat merembet karena dipicu kondisi angin yang cukup kencang.
Sementara kebakaran di Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel, berdampak terhadap dua kepala keluarga dengan kerugian material sekitar Rp72 juta.
“Untuk kebakaran di Sumbersari, kerugian tercatat sekitar Rp72 juta,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Kesiapsiagaan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo.
Kebakaran di Kelurahan Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, juga cukup besar karena api membakar hampir seluruh bangunan dan merambat ke dua bangunan toko di sebelahnya.
Memasuki Juli, jumlah kejadian meningkat menjadi tujuh kebakaran yang tersebar di Kecamatan Kangkung, Pageruyung, Plantungan, Weleri, Gemuh, dan Cepiring.
Kebakaran rumah terjadi di Desa Kadilangu, Kecamatan Kangkung, pada 1 Juli, Desa Parakansebaran, Kecamatan Pageruyung, pada 7 Juli, dan Desa Karanganyar, Kecamatan Plantungan, pada 11 Juli.
Selanjutnya, kebakaran terjadi di Desa Sumberagung, Kecamatan Weleri, pada 19 Juli dan 24 Juli serta Desa Karangsuno, Kecamatan Cepiring, pada 27 Juli.
“Kebakaran rumah juga terjadi di Desa Sumberagung, Kecamatan Weleri, pada 19 Juli dan 24 Juli, kemudian di Desa Karangsuno, Kecamatan Cepiring, pada 27 Juli,” papar Iwan.
Satu kejadian lainnya berupa kebakaran lahan terjadi di Desa Tamangede, Kecamatan Gemuh, pada 25 Juli dengan luasan lahan terbakar sekitar 70 meter x 50 meter.
Dari seluruh kejadian tersebut, kebakaran di Desa Kadilangu, Kecamatan Kangkung, menjadi salah satu yang menimbulkan kerugian terbesar.
“Satu rumah terbakar dengan taksiran kerugian mencapai sekitar Rp800 juta,” beber Iwan.
Dengan kerugian sekitar Rp800 juta di Kadilangu dan Rp72 juta di Sumbersari, total kerugian yang tercatat secara eksplisit dalam data BPBD mencapai sedikitnya Rp872 juta.
Iwan mengatakan rangkaian kejadian tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik di lingkungan permukiman maupun lahan.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman dan tidak meninggalkan sumber api ketika rumah ditinggalkan,” ujarnya.
Sejumlah kejadian dalam data BPBD juga mencantumkan dugaan korsleting listrik sebagai pemicu kebakaran, antara lain di Kelurahan Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, dan Desa Kadilangu, Kecamatan Kangkung.
Iwan mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan kabel atau instalasi listrik yang sudah rusak serta menghindari penggunaan sambungan listrik secara berlebihan.
“Kalau instalasi listrik sudah tidak layak, sebaiknya segera diperbaiki atau diganti karena korsleting bisa memicu api dengan cepat,” katanya.
Dalam penanganan kejadian kebakaran, BPBD Kendal mengerahkan personel serta menyuplai air menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mendukung proses pemadaman.
Pada kebakaran di Kadilangu, personel BPBD menyuplai air ke mobil pemadam hingga proses pemadaman dan pendinginan selesai.
Sementara dalam penanganan kebakaran di Sumberagung, Kecamatan Weleri, salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah sumber air yang cukup jauh dari lokasi kejadian.
Data tersebut menunjukkan kebakaran di Kendal tidak hanya mengancam rumah dan bangunan, tetapi juga mulai menyasar lahan sehingga kewaspadaan terhadap sumber api perlu ditingkatkan.
BPBD Kendal mengimbau masyarakat segera melaporkan kejadian kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin dan mencegah api meluas. (bud)
Editor : Baskoro Septiadi