RADARSEMARANG.ID, Kendal – Kabupaten Kendal kembali mencatat sejarah di panggung internasional setelah perluasan Kawasan Industri Kendal (KIK) seluas 1.000 hektare resmi diketok Presiden Republik Indonesi, Prabowo Subiyanto.
Penambahan lahan ini menjadi salah satu kesepakatan strategis yang diumumkan dalam Leaders' Retreat antara Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong.
Kesepakatan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat, KIK kini semakin dipandang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat Nasiopnal.
Baca Juga: Pemprov Jateng-NTU Singapura Kolaborasi Peningkatan Kualitas ASN
KIK dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan investasi antara Indonesia dan Singapura.
Dalam konferensi pers bersama usai pertemuan bilateral, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong secara khusus menyoroti KIK sebagai salah satu kisah sukses kerja sama ekonomi kedua negara yang telah berkembang selama satu dekade.
Menurut Lawrence Wong, KIK yang tahun ini genap berusia 10 tahun tersebut telah mencapai kapasitas penuh sehingga perlu diperluas lagi seluas 1.000 hectare.
Tujuannya untuk mengakomodasi tingginya minat investasi yang terus meningkat.
Baca Juga: APBD Jateng 2025 Disetujui DPRD, Investasi Jadi Tumpuan Hadapi Tekanan Fiskal
"Kawasan Industri Kendal akan merayakan hari jadinya yang ke-10 tahun ini dan merupakan salah satu kisah sukses kerja sama Indonesia dan Singapura," ujar Lawrence Wong.
"Kawasan ini telah mencapai kapasitas penuh dan akan diperluas lagi seluas 1.000 hectare," lanjut Lawrence Wong, dalam konferensi pers sebagaimana dikutip dalam siaran pers.
Perluasan ini akan mendorong lebih banyak investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Indonesia melalui peningkatan perdagangan dan investasi antara kedua negara.
Lawrence Wong juga menegaskan, Indonesia dan Singapura memiliki komitmen memperkuat ketahanan rantai pasok regional sekaligus membuka berbagai peluang kerja sama ekonomi baru agar kedua negara maupun kawasan ASEAN semakin tangguh menghadapi dinamika ekonomi global.
Perluasan kawasan seluas 1.000 hektare tersebut merupakan tahap lanjutan setelah pengembangan kawasan pertama dengan luas sekitar 1.000 hektare berhasil menarik investasi dalam jumlah besar dan memiliki tingkat okupansi yang sangat tinggi.
Dengan tambahan lahan baru itu, total luas Kawasan Industri Kendal nantinya akan mencapai sekitar 2.000 hektare sehingga membuka ruang lebih besar bagi masuknya investor baru dari dalam maupun luar negeri.
Keputusan memperluas kawasan juga menjadi jawaban atas tingginya permintaan lahan industri yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring bertambahnya perusahaan yang memilih Kendal sebagai basis investasi manufaktur.
Baca Juga: Wina Febriyanti La Dini, dari Timur Indonesia Siap Jadi Perempuan Tangguh di Industri Manufaktur
Kawasan Industri Kendal sendiri merupakan proyek kerja sama strategis antara PT Jababeka Tbk dan Sembcorp Development Ltd. dari Singapura yang mulai beroperasi sejak 2016 sebagai simbol kolaborasi ekonomi kedua negara.
Sejak ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal pada 2019, kawasan tersebut terus berkembang melalui berbagai kemudahan perizinan, insentif investasi, dan fasilitas industri terintegrasi yang mampu menarik perusahaan nasional maupun multinasional.
Hingga saat ini, lebih dari 140 perusahaan dari berbagai sektor industri telah bergabung di Kawasan Industri Kendal dan mampu menyerap lebih dari 40 ribu tenaga kerja.
Dalam hampir satu dekade pengembangannya, KIK juga terus menunjukkan tren pertumbuhan investasi yang positif sehingga memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi investasi manufaktur paling kompetitif di Indonesia.
Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, mengatakan masuknya rencana perluasan Kawasan Industri Kendal dalam hasil Leaders' Retreat Indonesia–Singapura merupakan momentum penting bagi pengembangan kawasan pada masa mendatang.
Menurutnya, dukungan langsung dari pemerintah kedua negara menjadi bukti bahwa Kawasan Industri Kendal memiliki posisi strategis dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Singapura.
"Tentunya perluasan kawasan ini merupakan langkah penting untuk menjawab tingginya kebutuhan lahan industri seiring meningkatnya minat investasi di Kawasan Industri Kendal."
"Pengembangan ini juga diharapkan semakin memperkuat posisi Kawasan Industri Kendal sebagai salah satu kawasan industri terintegrasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan industri nasional serta mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan Singapura," ujar Juliani.
Perluasan kawasan ini diperkirakan tidak hanya menghadirkan gelombang investasi baru, tetapi juga membuka peluang terciptanya ribuan lapangan kerja, memperkuat sektor industri manufaktur nasional, serta semakin mengukuhkan Kabupaten Kendal sebagai salah satu pusat investasi paling strategis di Indonesia. (bud)
Editor : Budi Setiyawan