RADARSEMARANG.ID, Kendal– Pemerintah Kabupaten Kendal memastikan pasar murah akan digelar secara rutin setiap Jumat di Alun-alun Kendal.
Langkah tersebut dilakukan untuk menstabilkan harga pangan sekaligus membantu peternak ayam petelur yang kini terdampak anjloknya harga telur.
Kebijakan tersebut disampaikan Bupati Kendal, Hj Dyah Kartika Permanasari, saat menghadiri pasar murah hasil kolaborasi Dinas Pertanian dan Pangan bersama PKBM Wiyata Mulya di Desa Brangsong, Kecamatan Brangsong, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga: Kendal Genjot Swasembada Pangan, Ribuan Hektare Sawah Bakal Teraliri Irigasi Perpipaan
Menurut Bupati yang akrab disapa Mbak Tika, pasar murah rutin menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan penyerapan hasil produksi peternak lokal.
“Saat ini harga telur sedang turun sehingga kami ingin membantu peternak melalui pasar murah yang digelar rutin setiap hari Jumat di Alun-alun Kendal,” katanya.
Ia mengatakan Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah pemasok telur terbesar di Indonesia sehingga penurunan permintaan harus segera direspons dengan langkah nyata.
Selain membantu peternak, pasar murah juga diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Dalam pasar murah di Brangsong, pemerintah menjual berbagai kebutuhan pokok di bawah harga pasar.
Beras kemasan 5 kilogram dijual Rp65.000 dari harga sekitar Rp74.000.
Telur ayam dijual Rp22.000 per kilogram dari harga pasar sekitar Rp24.000 hingga Rp25.000.
Minyak goreng dijual Rp15.500 per liter dari harga pasar sekitar Rp17.500.
Gula pasir dijual Rp16.000 per kilogram dari harga pasar sekitar Rp18.000.
Bupati mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengendalian harga pangan di Kabupaten Kendal.
“Harapannya masyarakat bisa memperoleh sembako lebih terjangkau dan harga pangan tetap stabil,” ujarnya.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Alwi, mengatakan pemerintah menyiapkan 600 kilogram telur, 500 liter minyak goreng, dan 800 kilogram beras dalam pasar murah tersebut.
Ia berharap kegiatan serupa mampu menjaga harga bahan pangan tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.
Pengelola PKBM Wiyata Mulya Brangsong, Nanik, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun bersama Pemerintah Kabupaten Kendal.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dirasakan lebih banyak masyarakat.
Salah seorang warga Brangsong, Supami, mengaku terbantu karena bisa membeli beras dan telur dengan harga yang lebih murah.
“Terima kasih kepada pemerintah karena kami bisa mendapatkan sembako dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya. (adv/bud)
Editor : Baskoro Septiadi