RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Ketahanan pangan tidak cukup hanya mengandalkan benih unggul dan pupuk, tetapi juga ketersediaan air yang mampu menjaga sawah tetap produktif sepanjang musim.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pertanian dan Pangan memperkuat sektor pertanian melalui program bantuan irigasi perpipaan dan bangunan konservasi air yang menyasar kelompok tani di berbagai kecamatan.
Program tersebut menjadi salah satu strategi daerah dalam menjaga produktivitas lahan pertanian sekaligus mengantisipasi dampak perubahan iklim yang memicu kekeringan maupun berkurangnya pasokan air irigasi.
Persiapan pelaksanaan program dibahas dalam Rapat Persiapan Kegiatan Bantuan Irigasi Perpipaan dan Bangunan Konservasi Bantuan Pemerintah Tahun Anggaran 2026 di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Rabu (1/7).
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, mengatakan kebutuhan infrastruktur air masih menjadi aspirasi banyak kelompok tani di berbagai wilayah.
“Banyak permintaan yang masuk ke kami dari berbagai kelompok tani. Ini merupakan bantuan reguler dan pembangunannya dilakukan secara swakelola,” katanya.
Baca Juga: Rp1,7 Miliar Digelontorkan untuk 16 Kelompok Tani, Infrastruktur Air Digenjot Demi Swasembada Pangan
Menurutnya, pola swakelola memberi ruang kepada kelompok tani untuk terlibat langsung dalam pembangunan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang telah dibangun.
Ia meminta seluruh kelompok penerima melaksanakan kegiatan sesuai ketentuan karena seluruh proses pembangunan menjadi bagian dari pertanggungjawaban kepada Kementerian Pertanian.
“Kami mohon agar dilaksanakan dengan baik, karena kegiatan ini harus dilaporkan ke Kementerian Pertanian. Harapan kami, program ini dapat meningkatkan hasil pertanian sehingga Kendal bisa mencapai swasembada pangan,” tegasnya.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Dewi Apriliyani, menjelaskan bantuan irigasi perpipaan diprioritaskan bagi lahan tadah hujan maupun sawah yang rawan mengalami kekeringan.
Melalui sistem perpipaan, air dari sumber dialirkan menuju lahan pertanian secara lebih efektif sehingga kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi ketika musim kemarau datang.
Selain itu, pemerintah juga membangun bangunan konservasi air berupa dam parit yang berfungsi menahan aliran air saat musim hujan agar dapat dimanfaatkan kembali untuk mengairi sawah pada musim kemarau.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air pertanian, memperluas areal tanam, mendongkrak produksi pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Melalui penguatan infrastruktur air, Pemerintah Kabupaten Kendal optimistis sektor pertanian akan semakin tangguh menghadapi perubahan iklim sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan di daerah. (adv/bud)
Editor : Tasropi