Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Benny Peringatkan Bahaya Gadget: Anak Bisa Kehilangan Sosok Ayah Meski Tinggal Serumah

Budi Setiyawan • Senin, 29 Juni 2026 | 16:30 WIB
PIDATO: Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, saat membacakan pidato Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional saat Upacara peringatan hari keluarga nasional (Harganas) ke-33 di Alun-alun Kendal, Senin (29/06/2026). (BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID)
PIDATO: Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, saat membacakan pidato Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional saat Upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Alun-alun Kendal, Senin (29/06/2026). (BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID)

 

RADARSEMARANG.ID, Kendal—Wakil Bupati (Wabup) Kendal Benny Karnadi mengingatkan para orang tua agar tidak menyerahkan pengasuhan anak kepada gawai alias gadget.

Sebab dapat memicu renggangnya hubungan dalam keluarga dan berdampak pada tumbuh kembang anak.

Peringatan itu disampaikan Wabup Kendal Benny saat memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33, Senin (29/6/2026).

Peringatan itu selaras dengan Pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional yang mengangkat pentingnya penguatan keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Diduga Mabuk, Polisi Buru Sopir Hyundai Santa Fe Pelaku Tabrak Lari Beruntun di Semarang

Menurut Benny, tantangan keluarga saat ini tidak lagi sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga menghadapi derasnya arus digital yang setiap hari masuk ke ruang keluarga melalui telepon pintar.

Mas Benny, sapaan akrabnya, menilai teknologi memang memberikan banyak manfaat, tetapi tanpa pendampingan orang tua justru dapat membentuk pola pikir, karakter, hingga perilaku anak secara negatif.

"Jangan sampai anak-anak kita justru lebih banyak belajar dari gadget daripada dari orang tuanya sendiri," tegas Benny.

Benny mengatakan, orang tua harus mampu mengendalikan penggunaan gadget di rumah agar teknologi tetap menjadi sarana belajar, bukan pengganti peran keluarga dalam mendidik anak.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi langsung di dalam keluarga agar anak merasa diperhatikan, didengarkan, dan memiliki tempat bercerita.

Menurutnya, rumah seharusnya menjadi ruang yang paling nyaman bagi anak untuk tumbuh, bukan sekadar tempat beristirahat.

Benny secara khusus mengajak para ayah mengambil peran yang lebih besar dalam proses pengasuhan.

Politisi PKB itu menegaskan tugas ayah tidak berhenti setelah memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

"Kehadiran ayah secara fisik dan emosional sangat menentukan pembentukan karakter, rasa percaya diri, hingga kesehatan mental anak," ujarnya.

Benny mengaku prihatin dengan fenomena fatherless, yakni kondisi ketika sosok ayah sebenarnya tinggal serumah, tetapi tidak benar-benar hadir dalam kehidupan anak.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat anak kehilangan figur teladan dan lebih mudah mencari perhatian di luar lingkungan keluarga.

Ia menilai fenomena tersebut semakin diperparah ketika seluruh anggota keluarga lebih sibuk menatap layar ponsel dibanding saling berkomunikasi.

"Jangan sampai meja makan kita sunyi karena semua anggota keluarga sibuk memainkan handphone masing-masing," katanya.

Benny mengajak seluruh keluarga di Kendal mulai membangun kebiasaan sederhana, seperti makan bersama, berdialog setiap hari, menemani anak belajar, hingga membatasi waktu penggunaan gadget.

Menurutnya, perhatian kecil dari orang tua jauh lebih berarti dibanding memberikan fasilitas yang lengkap tetapi tanpa kedekatan emosional.

Dalam kesempatan itu, Benny juga menghubungkan lemahnya ketahanan keluarga dengan berbagai persoalan sosial yang kini banyak terjadi di kalangan remaja.

Ia menyebut kasus perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas menjadi alarm bahwa fungsi keluarga harus kembali diperkuat.

"Benteng pertama untuk mencegah semua persoalan itu bukan sekolah atau aparat penegak hukum, tetapi keluarga," tegasnya.

Karena itu, Benny meminta seluruh orang tua lebih aktif mendampingi tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Ia berharap keluarga mampu menjadi tempat pertama dalam menanamkan nilai agama, akhlak, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari jalan, gedung, maupun investasi yang terus bertambah.

Lebih dari itu, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk sejak dalam keluarga.

"Kalau ingin Indonesia Emas 2045 benar-benar terwujud, maka membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan tangguh harus menjadi prioritas kita bersama," pungkasnya. (adv/bud)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Harganas2026 #Fatherless #Bahaya Gadget Bagi Anak #Wabup Kendal #Benny Karnadi