RADARSEMARANG.ID, Kendal—Pemandangan tak biasa terlihat dalam khitan massal di Pondok Pesantren API Al-Ma'wa, Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel, Sabtu (27/6/2026).
Puluhan anak justru tersenyum dan bersemangat mengikuti arak-arakan banjari sebelum memasuki ruang khitan.
Sebanyak 60 anak dari Kabupaten Kendal, Batang, dan Kota Semarang mengikuti program khitan gratis yang digelar melalui kolaborasi Djarum Foundation, Pondok Pesantren API Al-Ma'wa, dan tim medis Rumah Sakit Baitul Hikmah (RSBH) Kendal.
Berbeda dari khitan massal pada umumnya yang identik dengan tangis anak-anak, panitia sengaja menciptakan suasana yang lebih menyenangkan agar peserta merasa lebih tenang saat menjalani proses khitan.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Format Baru, Cek Lawan Argentina
Sebelum memasuki ruang tindakan, seluruh peserta diajak mengikuti arak-arakan hadrah banjari yang mengiringi langkah mereka menuju lokasi khitan.
Anak-anak juga diberi kesempatan berfoto di photobooth khusus yang telah disiapkan panitia sebagai kenang-kenangan setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Hasil foto bahkan langsung dicetak dan dapat dibawa pulang oleh para peserta sebagai bagian dari momen spesial mereka.
Selain mendapatkan layanan khitan secara gratis, setiap peserta juga menerima perlengkapan berupa pakaian muslim, sarung, peci, serta bingkisan lainnya.
Perwakilan DSO Djarum Foundation Pekalongan, Anjar Awaladun, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Bakti Negeri yang secara rutin dijalankan Djarum Foundation di berbagai daerah.
"Khitan massal ini merupakan salah satu program Bakti Negeri Djarum Foundation, dan kami menggandeng Pondok Pesantren API Al-Ma'wa sebagai mitra pelaksanaan agar manfaat kegiatan bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar," ujarnya.
Ia menjelaskan Djarum Foundation memiliki lima pilar pengabdian yang menjadi dasar pelaksanaan berbagai program sosial di Indonesia.
Kelima pilar tersebut meliputi bakti sosial, pendidikan, olahraga, lingkungan, dan budaya yang dijalankan secara berkelanjutan.
"Kami memiliki lima pilar, yaitu bakti sosial, pendidikan, olahraga, lingkungan, dan budaya, sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat di berbagai daerah," katanya.
Anjar berharap kolaborasi dengan pondok pesantren dapat terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan maupun kegiatan sosial.
"Kami ingin kegiatan seperti ini terus berlanjut, tidak hanya khitan massal, tetapi juga berbagai program kesehatan dan sosial lainnya agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari kehadiran Djarum Foundation," ungkapnya.
Perwakilan pengasuh Pondok Pesantren API Al-Ma'wa, Ahmad Munji, mengapresiasi kepercayaan Djarum Foundation yang menjadikan pesantren sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.
Menurutnya, sinergi antara lembaga sosial, pesantren, dan tenaga kesehatan mampu menghadirkan pelayanan yang aman sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi kepercayaan Djarum Foundation yang memilih Pondok Pesantren Al-Ma'wa sebagai lokasi kegiatan, dan dukungan dari RSBH Kendal membuat para peserta mendapatkan pelayanan yang aman dan profesional," tuturnya.
Ia menyebut tingginya minat masyarakat terlihat dari peserta yang datang tidak hanya dari Kabupaten Kendal, tetapi juga dari Kabupaten Batang dan Kota Semarang.
Ahmad Munji berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat kehadiran pesantren sebagai pusat pelayanan sosial.
"Semoga kolaborasi antara Djarum Foundation, Pondok Pesantren Al-Ma'wa, dan RSBH Kendal terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu," pungkasnya. (bud)
Editor : Baskoro Septiadi