RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Ferinando Rad Bonay akhirnya buka suara terkait kecelakaan bus rombongan SMPN 2 Brangsong, Kendal, yang terjadi di Tol Cipali KM 88 wilayah Kalijati, Subang, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026) dini hari.
Kecelakaan maut itu melibatkan bus pariwisata PO EJ 78 Trans, truk boks, dan truk tangki Pertamina.
Akibat insiden tersebut, satu orang kernet bus bernama Daniel asal Semarang meninggal dunia dan sejumlah penumpang mengalami luka ringan.
Ferinando membenarkan adanya kecelakaan yang menimpa rombongan siswa kelas IX SMPN 2 Brangsong saat kegiatan study tour menuju Jakarta dan Bandung.
Menurut Ferinando, sebelum kecelakaan terjadi, rombongan bus sempat berhenti dan beristirahat di rest area wilayah Brebes sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Jawa Barat.
Ia mengatakan, saat tiba di lokasi kejadian, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi kecelakaan cukup padat karena terdapat truk tangki yang mengalami gangguan di jalur tol.
Baca Juga: Habis Tabrak Truk Dump, Tronton Nabrak Pagar Rumah Warga Batu Karangtengah
Bus rombongan SMPN 2 Brangsong berusaha menghindari truk boks di depannya, namun tabrakan tidak dapat dihindari karena kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
“Karena kecepatan tinggi, penumpang di dalam kaget dan jatuh ke depan,” kata Ferinando.
Ia memastikan, sejauh ini korban dari rombongan SMPN 2 Brangsong hanya mengalami luka ringan.
“Korban luka ada tujuh orang, terdiri dari dua guru dan lima siswa,” ujarnya.
Seluruh korban luka kemudian dilarikan ke RS Abdul Radjak Purwakarta untuk mendapatkan penanganan medis.
Meski sempat terjadi kecelakaan, rombongan bus lainnya tetap melanjutkan perjalanan study tour menuju Bandung.
“Sedangkan yang perawatan hari ini sudah boleh pulang dan melanjutkan perjalanan kembali,” jelas Ferinando.
Ia menambahkan, pihak biro perjalanan juga telah menyiapkan armada pengganti agar kegiatan siswa tetap dapat dilanjutkan.
“Dari pihak biro sudah menyiapkan bus pengganti dan tetap jalan ke Bandung,” katanya.
“Sementara untuk tujuh orang, pihak biro menyiapkan minibus,” sambungnya.
Namun hingga Selasa pagi, pihak Disdikbud Kendal mengaku masih terus melakukan koordinasi dengan pihak sekolah terkait pendataan korban dan kondisi siswa.
Di tengah sorotan publik soal study tour sekolah, Ferinando menegaskan Disdikbud Kendal sebenarnya tidak melarang kegiatan luar sekolah semacam itu.
Menurutnya, kegiatan tersebut diperbolehkan selama armada yang digunakan laik jalan dan memenuhi standar keselamatan.
Ia menyebut syarat itu meliputi penggunaan bus terbaru, sopir dan kernet berpengalaman, hingga legalitas lengkap perusahaan otobus (PO).
Ferinando juga mengungkapkan Disdikbud Kendal sebenarnya sudah menerbitkan surat edaran soal keselamatan study tour sejak tahun 2024.
Surat edaran itu diterbitkan setelah tragedi kecelakaan siswa SMP di Depok yang menewaskan belasan pelajar.
Ia bahkan menegaskan kegiatan yang dijalani siswa SMPN 2 Brangsong sejatinya bukan sekadar study tour biasa.
“Sebenarnya bukan study tour, tapi outing class,” tegasnya.
Menurut Ferinando, outing class merupakan metode pembelajaran luar ruangan yang bertujuan memberi pengalaman langsung kepada siswa agar teori di kelas lebih mudah dipahami.
Ia menekankan kegiatan semacam itu harus dirancang sejak awal tahun pembelajaran dan diketahui seluruh orang tua siswa.
“Jadi tidak dadakan,” ujarnya.
Selain itu, Ferinando menegaskan outing class tidak boleh sekadar menjadi agenda wisata atau jalan-jalan sekolah.
“Jadi bukan untuk tujuan berwisata,” tandasnya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan Unit PJR Tol Cipali, kecelakaan bermula saat truk boks diduga tiba-tiba berpindah jalur ke lajur dua sehingga sopir bus kaget dan berusaha menghindar.
Benturan keras membuat bagian depan kiri bus rusak parah sebelum akhirnya menghantam truk tangki Pertamina.
Kasus kecelakaan tersebut kini masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Subang. (bud)
Editor : Baskoro Septiadi