Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

KEK Kendal Makin Solid, Industri Pendukung Mulai Menyerbu

Budi Setiyawan • Sabtu, 2 Mei 2026 | 13:25 WIB
DIBANGUN: Groundbreaking Ceremony PT Hoi Fu Paper Packagung Indonesia di Kawasan Industri Kendal, Sabtu (2/5/2026). (BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID)
DIBANGUN: Groundbreaking Ceremony PT Hoi Fu Paper Packagung Indonesia di Kawasan Industri Kendal, Sabtu (2/5/2026). (BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, KENDALKawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal tak lagi sekadar deretan pabrik berdiri sendiri. Kini, rantai industri pendukung mulai merapat masuk. 

Hal itu dibuktikan dengan masuknya PT Hoifu Paper Packaging Indonesia menandai fase baru di KEK kendal.

Packaging ini menjadi industri pendukung untuk memperkuat ekosistem manufaktur yang kian matang.

Perusahaan packaging global itu memulai pembangunan pabriknya melalui seremoni groundbreaking, Sabtu (2/5).

Baca Juga: HUT ke-479, Semarang Tegaskan Identitas Kota yang Multikultural dan Kolaboratif

Investasi yang digelontorkan mencapai Rp1,12 triliun, dengan target penyerapan 1.000 tenaga kerja, mayoritas dari lokal di tahap pertama.

Kehadiran industri packaging ini bukan tanpa arti, karena selama ini, banyak tenant di Kawasan Industri Kendal (KIK) masih bergantung pada pasokan luar untuk kebutuhan kemasan. 

Kini, mata rantai itu dipangkas dengan kehadiran PT Hoitu, sehingga kenutuhan kemasan lebih dekat, lebih cepat, dan lebih efisien.

Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, menegaskan, masuknya Hoifu menjadi penanda penting bagi penguatan ekosistem industri di kawasan tersebut.

“Masuknya PT Hoifu Paper Packaging Indonesia semakin melengkapi ekosistem industri di KEK Kendal, khususnya dalam mendukung kebutuhan packaging bagi tenant industri yang terus berkembang,” ujarnya.

Dengan posisi sebagai penyedia packaging terintegrasi, Hoifu akan memproduksi berbagai kebutuhan kemasan bernilai tinggi, mulai dari color box hingga luxury packaging.

Produk tersebut akan menyasar tenant di dalam kawasan, sekaligus pasar ekspor.

Fenomena ini menunjukkan, KEK Kendal mulai bergerak dari sekadar kawasan produksi menjadi integrated industrial hub

Sinergi antar-tenant diprediksi akan menekan biaya logistik dan mempercepat siklus produksi.

Juliani menambahkan, investasi ini tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga meningkatkan daya saing kawasan di level global.

“Kami melihat investasi ini tidak hanya menghadirkan nilai ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja, tetapi juga memperkuat daya saing kawasan sebagai integrated industrial hub yang efisien dan berkelanjutan,” tegasnya. 

Director PT Hoifu Paper Packaging Indonesia, Kelvin Au, menyebut Indonesia memiliki daya tarik strategis bagi ekspansi global perusahaan.

“Indonesia, khususnya KEK Kendal, memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan industri manufaktur di Asia Tenggara,” ujarnya.

Baca Juga: Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 Terbit, Berikut Aturan Penugasan Guru Honorer

Perpindahan basis produksi ini sejalan dengan tren global, di mana perusahaan multinasional mulai mendiversifikasi lokasi manufaktur untuk efisiensi dan mitigasi risiko rantai pasok.

Dengan teknologi produksi canggih dan pengalaman melayani klien global seperti Walmart hingga Panasonic, Hoifu membawa standar industri kelas dunia ke Kendal.

Tak hanya memproduksi kemasan biasa, fasilitas ini akan menghasilkan packaging bernilai tinggi untuk berbagai sektor, mulai dari elektronik hingga FMCG, dengan orientasi pasar domestik dan ekspor.

Kelvin menegaskan, kedekatan dengan pelanggan menjadi alasan utama ekspansi ke Indonesia.

“Melalui investasi ini, kami ingin menghadirkan solusi packaging berkualitas tinggi yang mampu mendukung efisiensi operasional serta meningkatkan nilai produk bagi para mitra kami,” tambahnya. 

Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Sesmenko) RI, mengatakan PT Hoifu ini telah mencatatkan investasi sebesar 1,2 trilun. 

Kehadiran Produksi Packaging ini melengkapi kebutuhan industri di KEK Kendal.

“Pemerintah Indonesia terus mendorong investasi khususnya ditengah kondisi ekonomi global yang tidak mudah,” katanya.

Salah satunya, Pemerintah RI berupaya untuk menarik investasi dari negara-negara di Timur Tengah, terutama industri manukfatur. 

“Karena sudah terbukti, di Kendal ini memberikan dampak pertumbuhan ekonomi sampai 7,99 persen, jauh dari rata-tata pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen,” imbuhnya. (bud)

Editor : Baskoro Septiadi
#KIK Kendal #KEK Kendal