RADARSEMARANG.ID, KENDAL — Pengasuh Pondok Pesantren Al Uswah Kaliwungu, KH Muhammad Mustamsikin, menegaskan pendidikan santri tidak berhenti di pesantren, melainkan harus dijaga dan diperkuat di rumah oleh orang tua.
Penegasan itu disampaikan Mustamsikin saat Khotmil Qur’an bil Khidzi ke-2 dan Haflah Akhirussanah yang dihadiri ratusan wali santri, Sabtu (14/2/2026) di Halaman Pesantren setempat.
Menurut Mustamsikin yang juga Ketua PCNU Kabupaten Kendal, keberhasilan santri menghafal Al-Qur’an sangat ditentukan oleh kesinambungan pembelajaran antara pesantren dan keluarga.
“Pendidikan santri tidak selesai di pesantren, ia berlanjut di rumah,” tegasnya di hadapan para wali santri.
Ia menyebut rumah sebagai ladang utama pertumbuhan karakter dan kekuatan hafalan, sehingga orang tua tidak boleh bersikap pasif setelah menyerahkan anaknya ke pesantren.
“Jika rumah tenang, hafalan kuat. Jika orang tua istiqamah mendampingi, ilmu menetap,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti 200 santriwati yang saat ini menempuh pendidikan di Al Uswah sebagai amanah besar yang harus dijaga bersama.
Jumlah tersebut, kata dia, bukan sekadar angka, melainkan tanggung jawab kolektif untuk melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang berkualitas.
“Menjadi penghafal Al-Qur’an bukan soal banyaknya halaman yang dihafal, tetapi kualitas diri, disiplin belajar, dan kekuatan muraja’ah,” katanya.
Mustamsikin meminta para santriwati tidak cepat puas dan terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi hafidzah yang kuat secara ilmu dan matang secara akhlak.
“Al-Qur’an tidak bersahabat dengan kemalasan, ia memilih hati yang bersih dan tekad yang sungguh-sungguh,” tandasnya.
Ia juga secara khusus meminta para orang tua untuk aktif mengawasi waktu belajar anak, menghidupkan tradisi membaca Al-Qur’an di rumah, serta menjadi teladan dalam kedisiplinan dan akhlak.
“Pesantren mendidik, guru membimbing, tetapi keberhasilan lahir dari kerja bersama antara pesantren, santri, dan orang tua,” pungkasnya.
Kegiatan Khotmil Qur’an bil Khidzi ke-2 dan Haflah Akhirussanah tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan target lahirnya hafidzah-hafidzah baru dari Al Uswah Kaliwungu. (bud)
Editor : Tasropi