RADARSEMARANG.ID, KENDAL — Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menerima pikukuh sebagai Kadang Kinurmat PERMADANI, namun penghargaan itu langsung disorot sebagai ujian komitmen nyata terhadap pelestarian budaya di Kabupaten Kendal.
Surat Keputusan Kadang Kinurmat yang ditandatangani Pangarsa Tama DPP PERMADANI KRT Suyitno Hadi Pamungkas diserahkan Ketua DPD PERMADANI Kendal Gembong Sapto Nugroho di ruang kerja Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati Kendal menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai anggota kehormatan PERMADANI.
“Ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi saya untuk ikut menjaga dan mengembangkan budaya bangsa, khususnya budaya Jawa di Kendal,” tegas Dyah Kartika Permanasari.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah siap mendukung berbagai upaya pelestarian budaya yang dilakukan komunitas dan organisasi masyarakat.
“Kami siap menjadi pengayom dan mendukung langkah-langkah nyata agar budaya tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ketua DPD PERMADANI Kendal Gembong Sapto Nugroho menyebut pemberian pikukuh ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk sinergi antara komunitas budaya dan pemerintah daerah.
“Kami berharap arahan dan dukungan Ibu Bupati bisa menambah semangat seluruh jajaran untuk ndhudhuk, ndhudhah, lan ngrembakaake budaya bangsa, utamanya budaya Jawa,” katanya.
Penyerahan juga disertai buku AD/ART, pin kehormatan, serta Buku TRIMA sebagai buku saku Kadang PERMADANI.
Acara ini sebelumnya direncanakan berlangsung dalam Wisuda Pawiyatan Bregada ke-51 dan 52 pada Januari lalu, namun baru dapat dilaksanakan secara khusus karena agenda kedinasan Bupati.
Dengan resmi menyandang status Kadang Kinurmat PERMADANI, publik kini menanti langkah konkret Pemkab Kendal dalam menjadikan budaya bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi pembangunan daerah. (bud)
Editor : Tasropi